DALAM perjalanan menuju ke tempat teman-temannya, Bara terus kepikiran pada jawaban yang diberikan Revan. Bara pikir. Renatha tadinya sudah bercerai ataupun suami Renatha sudah meninggal, tapi jika dihitung dari usia Revan, Bara yakin jika Revan adalah anaknya. Apalagi melihat kemiripan antara dirinya dengan anak-anak Renatha. “Oi, Bro! Kenapa?” tanya Revi, melihat Bara datang dengan wajah lesu. Bara hanya menggeleng. “Mobil Revan udah dikembalikan?” tanya Aldof. “Sudah.’’ jawab Bara singkat. “Tumben lesu? Biasanya kalau soal Revan pasti semangat,” ujar Revi. “Ketemu sama ayahnya Revan kali. Jadi, dia nggak punya harapan lagi biat berharap,” celetuk Aldof. Bara menggeleng pelan, ia terlalu fokus dengan pikirannya sendiri. Ada banyak sekali pertanyaan di kepalanya. “Tadi Revan bilan

