Devan nampak hendak mengintrogasi Regan, meski sebenarnya ia tahu bahwa Regan sedang menaksir Atayya. “Kalau sampai sore pekerjaan gua enggak selesai, maka elo yang tanggung jawab menyelesaikannya,” ancam Regan pada Devan. “Lo kerja terus,” gerutu Devan. “Enggak bosan apa?” tanyanya. “Apa itu bosan?” tanya Regan kembali. “Sudah hampir sebulan elo absen nongkrong, Gan.” “Masalahnya di mana?” “Kurang personil!” “Enggak usah ngegas juga kali.” “Nanti malam, ya?” “Lihat kondisi.” “Gua tunggu,” ucap Devan kemudian ia pergi dari hadapan Regan. Baru saja merasa tenang karena Devan sudah pergi dari hadapannya, Rena, sang adik perempuan menelfonnya beberapa kali. Hingga Regan pun menerima sambungan telfon dari sang adik. ... “Gua kerja loh. Ganggu aja.” “Bang, tadi aku

