Luka yang kujadikan pegangan, semakin kuat membekas dalam dekapan. Sampai saatnya tiba, semuanya terhempas. Kutinggalkan bekas itu, kusembuhkan sisanya. Dan kutemui kamu, pada garis terakhir persinggahanku. *** Sudah hampir sebulan Karin belum mendengar kabar Raka. Ada banyak pikiran yang bersarang dikepalanya, apakah laki-laki itu baik-baik saja? Apakah Raka masih bisa diselamatkan? Apakah Raka tidak mengkhawatirkan dirinya disini? Dan Apakah Raka meninggalkan-nya, lagi? Karin berkutat dengan semua perasaan pilu yang dilaluinya, berharap sekali saja bahwa Raka akan menghubungi-nya, ketika ternyata bahwa pertemuan terakhir adalah saat menyaksikan lelaki itu kehabisan darah dalam dekapan-nya sendiri. Karin tercekat, masih mengingat jelas kejadian sebulan lalu, atas se

