Angin Sejuk

2524 Kata

Aku bangun lebih segar pagi ini, semalam tidurku cukup nyenyak, entah karena memang mengantuk atau lelah jiwa raga, jadi tidur pun terlampau pulas. Aku tak tahu, kapan bibi datang, setelah aku membuka mata, jendela kamar sudah terbuka dan sarapan serta s**u hamil sudah terhidang di seberang ranjangku. Aku menyeret langkah, mencari keberadaan bibi yang sepertinya sudah kembali ke rumah utama. Sepi, nampaknya memang tak ada bibi. "Bi ..." Tak ada sahutan. Tapi aku mendengar ada suara sapu bergesekan dengan tanah di belakang. Rumput liar juga banyaknya dedaunan memang mengganggu pemandangan, tetapi bukankah tempat ini terasing dan ditinggalin oleh orang tak penting, aku. Aku terus menyeret langkah, sembari mengusap-usap mataku yang belum sepenuhnya terbuka lebar. Aku tak menemukan bib

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN