Penghibur Hati

2515 Kata

Hari ini minggu, aku dengar di depan sepi, tak ada deru suara mobil. Aku baru saja terbangun. Ku buka jendela juga pintu kamar di tempat pengasingan ini. Sehari-hari kerjaku begini saja. Bosan memang, tapi mau bagaimana lagi. Tawaran nenek tak bisa diganggu gugat, ingin bebas artinya siap mengorbankan nyawa bayiku. Dan aku tidak mau. Jadi biarlah aku menahan kesepian ini sendirian. Lagipula, apa yang kuharapkan dengan dunia luar yang juga pasti akan sibuk menghujatku. Apalagi kini, bertambah banyak orang yang tahu keadaanku yang hamil di luar nikah ini. "Selamat pagi, Non Mika." Aku tersentak kaget, suara bibi yang masuk tanpa kusadari disusul bunyi nampan yang diletakkan di atas meja membuat aku jadi tersadar dari lamunan. Aku tersenyum singkat, bibi selalu setia, datang dan menemani

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN