Hati William meradang. Seumur hidup, tak pernah ia merasa terhina seperti ini. Dengan marah, William balas menyerang Viola. “Kurang ajar! Siapa kamu berani mengatakan hal itu padaku?” Viola melipat kedua tangannya di pinggang sambil tersenyum sinis. Bibirnya terangkat, merasa miris melihat lelaki yang menurutnya terlalu percaya diri. “Saya hanya gadis biasa yang tidak mau terlibat dengan pergaulan bebas dengan laki-laki kotor murahan macam Bapak. Saya jijik melihat lelaki yang suka tidur sana sini dengan aneka wanita. Sekarang, Bapak mencoba untuk membawa saya naik ke ranjang kotor Bapak? Apa Bapak sedang bermimpi? Saya muak dan jijik hanya dengan membayangkannya saja,” cecar Viola emosi. Mau mengamuk silakan aja, pikirnya. Viola sudah benar-benar muak dengan lelaki seperti William ka

