“Kayaknya bos gue kudu di rukiyah, Ra,” buka Viola malam itu. “Kenapa lo bilang gitu, Vio? Emang ada yang aneh sama bos lo? Bukannya dari awal emang udah aneh, kan?” sahut Nora geli. “Hari ini lebih dari aneh, Ra. Aneh banget, tahu nggak?” kata Vio menekankan. “Cerita yang detail, dong! Jangan setengah-setengah gini!” Nora mulai sebal dengan cerita sepotong-sepotong dari Viola. Ia ingin tahu, keanehan apa lagi yang bisa terjadi pada atasan Viola yang menurutnya sudah super aneh sejak awal. “Ya sabar, Ra. Baru juga mau buka mulut ini. Gue jemput dia tadi pagi di mansionnya, kan? Nah, gue sengaja mau balas dendam ke dia dengan cara mengabaikan sindiran dan bentakannya. Gue cuman fokus ke perintahnya doang dan gue sengaja nyolot biar dia kesal, marah dan mecat gue,” jelas Viola cepat. “

