“Selamat pagi, Pak Min. Presdir sudah siap belum?” tanya Viola setibanya ia di mansion pagi itu. Dengan tekad yang kuat, ia sengaja akan membuat Richard naik darah hari ini. Kalau bisa dipecat hari ini malah lebih bagus. “Tuan masih bersiap, Nona. Silakan masuk dulu!” tawar Pak Min ramah. “Akhirnya aku masuk juga ke mansionnya,” gumam Viola melangkahkan kakinya ke dalam mansion milik presdir galaknya itu. Viola mengedarkan pandangannya ke sekeliling Mansion dan sungguh dibuat takjub olehnya. Itu benar-benar luar biasa mewah. Semua ornamen berukiran emas dengan tangga melingkar yang juga berukir emas dilengkapi lampu kristal yang menempel kokoh di atas langit-langit dan itu menambah kesan elegan nan mewah pada mansion itu. ‘Kok, dia mau tinggal di mansion sebesar ini sendirian? Kalo a

