Pagi yang Tak Tenang Langit Jakarta pagi itu tak secerah biasanya. Awan menggantung rendah, seakan tahu akan ada badai yang datang, bukan dari langit, melainkan dari masa lalu Reyhan yang kembali menghantui. Di Rumah Lia, suasana lebih sunyi dari biasanya. Anak-anak sebagian sedang pergi rekreasi kecil dengan para relawan. Hanya ada beberapa staf yang berjaga, dan Kinan yang menolak meninggalkan tempat itu karena perasaannya tak enak sejak semalam. Reyhan baru saja kembali dari rumah sakit usai menandatangani prosedur perawatan lanjutan untuk Nayaka. Dokter berkata... kemungkinan Nayaka melewati malam nanti hanya tiga puluh persen. Reyhan tak bicara sepatah kata pun setelah itu. Wajahnya datar, tetapi tangannya mengepal keras hingga buku jarinya memutih. Saat mobil Reyhan berhenti di d

