Tiga Surat Terakhir Di antara semua surat yang ditemukan Saras, terselip tiga amplop terakhir—semuanya ditujukan kepada satu orang: Reyhan. Namun tidak seperti surat sebelumnya yang bernada hangat dan penuh cinta, ketiga surat ini ditulis dalam gaya berbeda. Bahasanya lebih tegas. Lebih berat. Lebih seperti wasiat... daripada ungkapan perasaan. Reyhan membaca judul masing-masing: 1. “Untuk Saat Kamu Mulai Lelah Jadi Baik” 2. “Untuk Saat Kamu Terlalu Percaya Diri” 3. “Untuk Saat Rumah Ini Terancam Hancur” Ia membaca surat pertama malam itu juga, sendirian di ruang bacanya, dengan lampu kuning redup menggantung di atas kepala. ** Surat 1 – Untuk Saat Kamu Mulai Lelah Jadi Baik --- Sayangku Reyhan, Menjadi baik... itu melelahkan. Apalagi kalau kamu pernah menjadi jahat. Karena du

