
"bersyukurlah paling enggak selama ini apa yang kamu mau sudah terdapai bikin konten di tik tok nyanyi sampai lupa makan sekarang giliran di tawarkan jadi penyanyi di Malaysia dan konten kamu di minati malah gusar", kata Ratih ibu kandung Raka Wiryawan ketika akan berangkat meninggalkan Tegal kampung halamannya untuk menjadi penyanyi di sana, selama ini Raka berusaha menjadi seorang pekerja keras sejak Wiro ayahnya meninggal dunia, namun di tengah jalan seolah dia seperti mencari yang lain dari kebahagiaan yang di inginkan selama ini wajar saja yang kurang dalam hidupnya adalah bukan karena menjadi seorang penyanyi di Malaysia sekarang ini akan di jalaninya tapi adalah dia belum juga menikah di usianya yang sudah tiga puluh tahun.
Raka menarik koper dengan satu tangannya sambil menggendong ransel hitam miliknya dan kemudian dia meninggalkan rumahnya yang sederhana tersebut sambil mencium tangan wanita bernama Ratih sang ibu yang mengantar anaknya untuk pergi ke negeri orang tersebut.
dengan mobil hitam di antar oleh kakak kandungnya yang rumahnya hanya bersebelahan dengan Raka, bernama Yudi mengantar adik ke Bandara, Raka duduk di sebelah Yudi yang menyetir mobil sedangkan di belakang ada Dewi dan Adinda bercengkrama sendiri.
Dewi adalah istri Yudi di usia yang tiga puluh tahun dia sudah menikah dan punya anak satu sedangkan Raka masih mengembara mencari calon istri, selama ini yang membuat Raka rendah diri akan kekurangannya tersebut rasanya hambar saja hidup di terima sebagai penyanyi di Malaysia mendapat fasilitasi gratis, tiket gratis semua susah di biaya oleh pihak di sana Tapi hidup belum punya istri di umur tiga puluh tahun.
Manusia memang tidak ada puasnya tetapi semua hal itu hanya bisa di serahkan kepada Allah, rezeki dan jodoh hanya datangnya dari Allah kita manusia hanya bisa meminta kepadaNya.
"koe Nopo tho dik muka kok di tekuk", ? celetuk Yudi sang kakak.
"urong enek bojone dadi stress", sahut Dewi.
"Mbak Dewi sama Mas Yudi ini apaan sih ahhh mudah - mudahan calon aku perempuan Malaysia pake jilbab akhlaknya apik, sholatnya rajin", sahut Raka sebal dan mereka tertawa mendengar kata - kata Raka seolah selama belum menikah masih di anggapnya bocah.
Akhirnya tiba juga di Bandara, Raka menuju ke arah tempat untuk menaruh barang ke dalam bagasi pesawat dan kemudian masuk ke dalam ruang tunggu pesawat.
Hening lamunan membuat dia setengah tertidur untung aja tidak di tinggal oleh pesawat yang akan di tumpanginya karena sudah waktunya masuk ke dalam kabin dan di dalam kabin pesawat, Raka duduk di kursi yang menghadap langsung ke arah pemandangan di luar kabin.
Rasa kantuk mulai menyerang sambil memeluk ransel hitamnya dia tertidur dan tanpa sadar pramugari membangunkannya.
"Mas bangun kita lagi transit di Singapore", katanya dan Raka terperanjat dan kemudian dia mengambil ransel yang di taruh di bawah kakinya lalu kemudian siap - siap untuk di taruhnya di atas punggungnya lagi.
Sebentar lagi pesawat akan mendarat di Bandara Changi, dan ketika sudah mulai berada di kabin Bandara Raka bersiap - siap berdiri dan dan mengantri untuk keluar dari dalam pesawat dan ketika sudah masuk ke dalam Bandara.
Raka berjalan dengan derap sepatu yang terdengar agak sedikit berbunyi dan kemudian dia menuju tempat mengambil barang ketika sedang berada di sana, tanpa sengaja Raka hampir menabrak perempuan berjilbab yang sedang membalikkan badannya, dia pun kaget dan mulai berpikir negatif kalau Raka akan macam - macam padanya tapi pikiran Raka justru lebih negatif lagi mengenai dirinya.
Nampaknya perempuan itu bukan orang Indonesia Raka sedikit keras juga kepadanya hingga dia pun yang akhirnya justru malah terkejut melihat sikap Raka itu.
"what do you want for me", kata Raka kasar dan terdengar perempuan itu marah dengan bahasa Melayu.
"justru awak yang mau macam - macam sama saya, awak mau apa sama saya kalau saya teriak awak akan di tahan di Bandara ini dan tak akan melanjutkan perjalanan ke Malaysia ", katanya agak kasar.
"Justru kamu yang nabrak saya duluan", balas Raka tidak mau kalah.
"Awak orang Indonesie", ? tanyanya.
. "Kamu pikir saya orang hutan apa", jawab Raka dengan nada suara bercanda.
"Saya dari Malaysie dan saya mau pulang kampung juga selama ini saya kerja di Singapore dan kontrak kerja saya juga sudah habis di sana", kata perempuan itu.
"kamu kerja di mana", ? tanya Raka.
"saya pegawai hotel Grand Central di sana", jawab perempuan itu.
"Kamu muslim", ? tanya Aisyah.
"Muslim", jawab Raka.
Perkenalan singkat namun entah kenapa membuat canggung Raka, dari tadi dia hanya diam sedangkan si perempuan mengoceh tanpa Jedah, ketika kembali ke dalam pesawat dia mengenalkan dirinya pada Raka.
"Aisyah", katanya.
"Raka" balas Raka dan mau menjambat tangannya tapi dia menolak dengan halus.
"Belum murhim kalau bersentuhan masih takut nanti ada fitnah, seperti yang terjadi dengan Adam dan Hawa", kata Aisyah, dia menaruh kedua tangannya dan memberi salam dengan cara islami.
sejenak aku meme

