bc

Raka Wiryawan

book_age4+
64
IKUTI
1K
BACA
drama
like
intro-logo
Uraian

"bersyukurlah paling enggak selama ini apa yang kamu mau sudah terdapai bikin konten di tik tok nyanyi sampai lupa makan sekarang giliran di tawarkan jadi penyanyi di Malaysia dan konten kamu di minati malah gusar", kata Ratih ibu kandung Raka Wiryawan ketika akan berangkat meninggalkan Tegal kampung halamannya untuk menjadi penyanyi di sana, selama ini Raka berusaha menjadi seorang pekerja keras sejak Wiro ayahnya meninggal dunia, namun di tengah jalan seolah dia seperti mencari yang lain dari kebahagiaan yang di inginkan selama ini wajar saja yang kurang dalam hidupnya adalah bukan karena menjadi seorang penyanyi di Malaysia sekarang ini akan di jalaninya tapi adalah dia belum juga menikah di usianya yang sudah tiga puluh tahun.

Raka menarik koper dengan satu tangannya sambil menggendong ransel hitam miliknya dan kemudian dia meninggalkan rumahnya yang sederhana tersebut sambil mencium tangan wanita bernama Ratih sang ibu yang mengantar anaknya untuk pergi ke negeri orang tersebut.

dengan mobil hitam di antar oleh kakak kandungnya yang rumahnya hanya bersebelahan dengan Raka, bernama Yudi mengantar adik ke Bandara, Raka duduk di sebelah Yudi yang menyetir mobil sedangkan di belakang ada Dewi dan Adinda bercengkrama sendiri.

Dewi adalah istri Yudi di usia yang tiga puluh tahun dia sudah menikah dan punya anak satu sedangkan Raka masih mengembara mencari calon istri, selama ini yang membuat Raka rendah diri akan kekurangannya tersebut rasanya hambar saja hidup di terima sebagai penyanyi di Malaysia mendapat fasilitasi gratis, tiket gratis semua susah di biaya oleh pihak di sana Tapi hidup belum punya istri di umur tiga puluh tahun.

Manusia memang tidak ada puasnya tetapi semua hal itu hanya bisa di serahkan kepada Allah, rezeki dan jodoh hanya datangnya dari Allah kita manusia hanya bisa meminta kepadaNya.

"koe Nopo tho dik muka kok di tekuk", ? celetuk Yudi sang kakak.

"urong enek bojone dadi stress", sahut Dewi.

"Mbak Dewi sama Mas Yudi ini apaan sih ahhh mudah - mudahan calon aku perempuan Malaysia pake jilbab akhlaknya apik, sholatnya rajin", sahut Raka sebal dan mereka tertawa mendengar kata - kata Raka seolah selama belum menikah masih di anggapnya bocah.

Akhirnya tiba juga di Bandara, Raka menuju ke arah tempat untuk menaruh barang ke dalam bagasi pesawat dan kemudian masuk ke dalam ruang tunggu pesawat.

Hening lamunan membuat dia setengah tertidur untung aja tidak di tinggal oleh pesawat yang akan di tumpanginya karena sudah waktunya masuk ke dalam kabin dan di dalam kabin pesawat, Raka duduk di kursi yang menghadap langsung ke arah pemandangan di luar kabin.

Rasa kantuk mulai menyerang sambil memeluk ransel hitamnya dia tertidur dan tanpa sadar pramugari membangunkannya.

"Mas bangun kita lagi transit di Singapore", katanya dan Raka terperanjat dan kemudian dia mengambil ransel yang di taruh di bawah kakinya lalu kemudian siap - siap untuk di taruhnya di atas punggungnya lagi.

Sebentar lagi pesawat akan mendarat di Bandara Changi, dan ketika sudah mulai berada di kabin Bandara Raka bersiap - siap berdiri dan dan mengantri untuk keluar dari dalam pesawat dan ketika sudah masuk ke dalam Bandara.

Raka berjalan dengan derap sepatu yang terdengar agak sedikit berbunyi dan kemudian dia menuju tempat mengambil barang ketika sedang berada di sana, tanpa sengaja Raka hampir menabrak perempuan berjilbab yang sedang membalikkan badannya, dia pun kaget dan mulai berpikir negatif kalau Raka akan macam - macam padanya tapi pikiran Raka justru lebih negatif lagi mengenai dirinya.

Nampaknya perempuan itu bukan orang Indonesia Raka sedikit keras juga kepadanya hingga dia pun yang akhirnya justru malah terkejut melihat sikap Raka itu.

"what do you want for me", kata Raka kasar dan terdengar perempuan itu marah dengan bahasa Melayu.

"justru awak yang mau macam - macam sama saya, awak mau apa sama saya kalau saya teriak awak akan di tahan di Bandara ini dan tak akan melanjutkan perjalanan ke Malaysia ", katanya agak kasar.

"Justru kamu yang nabrak saya duluan", balas Raka tidak mau kalah.

"Awak orang Indonesie", ? tanyanya.

. "Kamu pikir saya orang hutan apa", jawab Raka dengan nada suara bercanda.

"Saya dari Malaysie dan saya mau pulang kampung juga selama ini saya kerja di Singapore dan kontrak kerja saya juga sudah habis di sana", kata perempuan itu.

"kamu kerja di mana", ? tanya Raka.

"saya pegawai hotel Grand Central di sana", jawab perempuan itu.

"Kamu muslim", ? tanya Aisyah.

"Muslim", jawab Raka.

Perkenalan singkat namun entah kenapa membuat canggung Raka, dari tadi dia hanya diam sedangkan si perempuan mengoceh tanpa Jedah, ketika kembali ke dalam pesawat dia mengenalkan dirinya pada Raka.

"Aisyah", katanya.

"Raka" balas Raka dan mau menjambat tangannya tapi dia menolak dengan halus.

"Belum murhim kalau bersentuhan masih takut nanti ada fitnah, seperti yang terjadi dengan Adam dan Hawa", kata Aisyah, dia menaruh kedua tangannya dan memberi salam dengan cara islami.

sejenak aku meme

chap-preview
Pratinjau gratis
bab 1 Mencari jati diri
"bersyukurlah paling enggak selama ini apa yang kamu mau sudah terdapai bikin konten di tik tok nyanyi sampai lupa makan sekarang giliran di tawarkan jadi penyanyi di Malaysia dan konten kamu di minati malah gusar", kata Ratih ibu kandung Raka Wiryawan ketika akan berangkat meninggalkan Tegal kampung halamannya untuk menjadi penyanyi di sana, selama ini Raka berusaha menjadi seorang pekerja keras sejak Wiro ayahnya meninggal dunia, namun di tengah jalan seolah dia seperti mencari yang lain dari kebahagiaan yang di inginkan selama ini wajar saja yang kurang dalam hidupnya adalah bukan karena menjadi seorang penyanyi di Malaysia sekarang ini akan di jalaninya tapi adalah dia belum juga menikah di usianya yang sudah tiga puluh tahun. Raka menarik koper dengan satu tangannya sambil menggendong ransel hitam miliknya dan kemudian dia meninggalkan rumahnya yang sederhana tersebut sambil mencium tangan wanita bernama Ratih sang ibu yang mengantar anaknya untuk pergi ke negeri orang tersebut. dengan mobil hitam di antar oleh kakak kandungnya yang rumahnya hanya bersebelahan dengan Raka, bernama Yudi mengantar adik ke Bandara, Raka duduk di sebelah Yudi yang menyetir mobil sedangkan di belakang ada Dewi dan Adinda bercengkrama sendiri. Dewi adalah istri Yudi di usia yang tiga puluh tahun dia sudah menikah dan punya anak satu sedangkan Raka masih mengembara mencari calon istri, selama ini yang membuat Raka rendah diri akan kekurangannya tersebut rasanya hambar saja hidup di terima sebagai penyanyi di Malaysia mendapat fasilitasi gratis, tiket gratis semua susah di biaya oleh pihak di sana Tapi hidup belum punya istri di umur tiga puluh tahun. Manusia memang tidak ada puasnya tetapi semua hal itu hanya bisa di serahkan kepada Allah, rezeki dan jodoh hanya datangnya dari Allah kita manusia hanya bisa meminta kepadaNya. "koe Nopo tho dik muka kok di tekuk", ? celetuk Yudi sang kakak. "urong enek bojone dadi stress", sahut Dewi. "Mbak Dewi sama Mas Yudi ini apaan sih ahhh mudah - mudahan calon aku perempuan Malaysia pake jilbab akhlaknya apik, sholatnya rajin", sahut Raka sebal dan mereka tertawa mendengar kata - kata Raka seolah selama belum menikah masih di anggapnya bocah. Akhirnya tiba juga di Bandara, Raka menuju ke arah tempat untuk menaruh barang ke dalam bagasi pesawat dan kemudian masuk ke dalam ruang tunggu pesawat. Hening lamunan membuat dia setengah tertidur untung aja tidak di tinggal oleh pesawat yang akan di tumpanginya karena sudah waktunya masuk ke dalam kabin dan di dalam kabin pesawat, Raka duduk di kursi yang menghadap langsung ke arah pemandangan di luar kabin. Rasa kantuk mulai menyerang sambil memeluk ransel hitamnya dia tertidur dan tanpa sadar pramugari membangunkannya. "Mas bangun kita lagi transit di Singapore", katanya dan Raka terperanjat dan kemudian dia mengambil ransel yang di taruh di bawah kakinya lalu kemudian siap - siap untuk di taruhnya di atas punggungnya lagi. Sebentar lagi pesawat akan mendarat di Bandara Changi, dan ketika sudah mulai berada di kabin Bandara Raka bersiap - siap berdiri dan dan mengantri untuk keluar dari dalam pesawat dan ketika sudah masuk ke dalam Bandara. Raka berjalan dengan derap sepatu yang terdengar agak sedikit berbunyi dan kemudian dia menuju tempat mengambil barang ketika sedang berada di sana, tanpa sengaja Raka hampir menabrak perempuan berjilbab yang sedang membalikkan badannya, dia pun kaget dan mulai berpikir negatif kalau Raka akan macam - macam padanya tapi pikiran Raka justru lebih negatif lagi mengenai dirinya. Nampaknya perempuan itu bukan orang Indonesia Raka sedikit keras juga kepadanya hingga dia pun yang akhirnya justru malah terkejut melihat sikap Raka itu. "what do you want for me", kata Raka kasar dan terdengar perempuan itu marah dengan bahasa Melayu. "justru awak yang mau macam - macam sama saya, awak mau apa sama saya kalau saya teriak awak akan di tahan di Bandara ini dan tak akan melanjutkan perjalanan ke Malaysia ", katanya agak kasar. "Justru kamu yang nabrak saya duluan", balas Raka tidak mau kalah. "Awak orang Indonesie", ? tanyanya. . "Kamu pikir saya orang hutan apa", jawab Raka dengan nada suara bercanda. "Saya dari Malaysie dan saya mau pulang kampung juga selama ini saya kerja di Singapore dan kontrak kerja saya juga sudah habis di sana", kata perempuan itu. "kamu kerja di mana", ? tanya Raka. "saya pegawai hotel Grand Central di sana", jawab perempuan itu. "Kamu muslim", ? tanya Aisyah. "Muslim", jawab Raka. Perkenalan singkat namun entah kenapa membuat canggung Raka, dari tadi dia hanya diam sedangkan si perempuan mengoceh tanpa Jedah, ketika kembali ke dalam pesawat dia mengenalkan dirinya pada Raka. "Aisyah", katanya. "Raka" balas Raka dan mau menjambat tangannya tapi dia menolak dengan halus. "Belum murhim kalau bersentuhan masih takut nanti ada fitnah, seperti yang terjadi dengan Adam dan Hawa", kata Aisyah, dia menaruh kedua tangannya dan memberi salam dengan cara islami. sejenak aku memerhatikan apa yang di lakukan olehnya dia melihat foto yang di simpan di dalam galeri hpnya, di sana sekilas Raka melihat ada ibu - ibu orang Indonesia dan mengetahui Raka melirik Hpnya dia langsung menyimpan kembali Hpnya ke dalam tas. "Awak mau tahu saja urusan orang", ! sentak Aisyah menggerutu. Raka hanya diam entah kenapa justru dia malah larut dalam pikirannya sendiri. Raka justru kembali dengan pikiran negatif mengenai dirinya sendiri. "Ya Allah, sebenarnya apa yang masih kurang dalam hidup aku rasanya aku masih merasa kurang sama diri aku hanya karena aku belum menikah dan sering kali mendapat pandangan negatif dari orang lain bukan hanya itu saja, kadang di cibir oleh Mas Yudi dan Mbak Dewi mentang - mentang mereka nikah di umur tiga puluh dan aku umur tiga puluh belum punya calon istri", gerutu Raka dalam hati. Aisyah terlihat dia masih menjaga jarak dengan Raka akan sikapnya yang di tonjolkan pura - pura kaku dengan Raka, tapi Raka tahu Raka baru saja mengenal dia tidak pantas kalau sudah berbuat berlebihan kepadanya apalagi Aisyah seorang perempuan. selesai mengambil barangnya Raka di jemput oleh seseorang yang terlihat juga dari Indonesia dia melambaikan tangan dari luar Bandara di depan mobil yang di kendarainya, rasanya Raka memang belum pernah bertemu orang itu dan Raka merasa takut untuk menghampirinya namun dia berusaha untuk menghampirinya. "Asalamualaikum saya Malik dan Anto produser rekaman studio di Indonesia itu adalah sahabat saya, awak kenal Anto kan yang punya production house Mentari di Tegal jawa tengah itu dia orang", kata Malik. "oh yah dia yang memang mengajukan suara saya ke sini", kata Raka. "Jadi begini saya punya apartemen di sini yang nanti you bisa tinggali saya mau antar kesana sekarang", kata Malik menjelaskan kedatangannya dan menyuruh Raka masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil di balik kaca dia melihat Aisyah yang masih berdiri di pinggir Bandara dan menunggu seseorang juga kelihatannya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TETANGGA SOK KAYA

read
52.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

Setelah Tujuh Belas Tahun Dibuang CEO

read
1.2K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.0K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook