cibiran mengenai dirinya belum menikah entah kenapa tergiang kembali di telinganya mengingat nama Anto di sebut oleh Malik, satu hal yang di ingat oleh Raka ketika dia mengatakan kepada orang lain dirinya belum menikah kadang pandangan orang itu meremehkan, dan Anto waktu itu pun bertanya.
"Emang kamu enggak mau punya istri apa", ? rasanya bagi mereka hanya dengan berkata saja mudah mengejudge diri orang lain yang mereka tidak tahu sebenarnya seperti apa apakah mendapatkan pasangan hidup seperti mencari sayuran di pasar dengan mudah.
rasanya wajar saja kalau Raka dengan mudah berpikir negatif juga dengan pandangan orang lain yang terasa aneh kepadanya dengan cara menatap dirinya terutama ketika berbicara kepada Raka dari nada suara Raka sudah bisa merasakan seperti apa dirinya di hadapan orang lain.
Mobil Malik menuju ke Jalan Desa Ampang dan memutar musik di dalam mobil sambil bersenandung kecil dan kemudian mengajak bicara Raka.
"Mudah - mudahan jodoh you juga ada di sini Insya Allah perempuan yang akhlaknya bagus dan bisa menjaga martabatnya sebagai perempuan, perempuan Sholeh yang no durhaka kepada suami", kata Malik.
"Semua laki - laki pasti mencari seperti itu apalagi yang pinter masak", timpal Raka.
"Tapi siapa yang mau sama saya wong ndeso", kata Raka merendahkan dirinya.
"maksudnya apa awak ngomong tadi saya enggak paham", kata Malik.
"Iyah orang desa, untung saja bisa kesini bermodalkan bahasa Inggris yang bagus dari waktu kuliah kalau enggak ada ilmu apa - apa yah sudah bagai hidup enggak ada guna", kata Raka.
"Ilmu sih pasti sudah semua di berikan oleh Allah tapi calon istri apa semudah itu", gerutu Raka kemudian.
"Jaman sekarang kok kayak orang meremehkan orang belum menikah itu gampang banget kayak menikah itu sendiri apakah gampang, butuh modal besar dan yang lebih sulit menjalani suami dan istrinya", kata Raka.
"Belum lagi perempuan itu lebih mudah tergoda daripada laki - laki", kata Raka menambahkan kata - katanya.
"cibiran orang awak enggak usah ambil pusing perempuan Malaysia adalah orang - orang yang justru pasti akan setia kepada suaminya bahkan martabatnya juga, rata - rata mereka di sini juga menutup muhrim dan menjaga harga dirinya malah di depan laki - laki yang belum menikah", kata Malik.
"Awak tahu first lady artinya", ? Malik mencoba ngobrol lebih dekat dengan Raka.
"laki - laki di sini menghormati istrinya hidup seseorang susah di tentukan oleh Allah Dan yang seharusnya yang sekarang ini awak syukuri bisa menjadi penyanyi di sini, karena suara awak merdu dan awak waktu itu menyanyi lagu Malaysie kan, karena itu kami yang melirik awak bahkan cengkoknya itu pas banget, suaranya awak juga tidak false, apa yang di lakukan oleh manusia hanyalah menjalani hidup sesuai perintah Allah, dan semua memang Titipan Allah tapi titipan itu adalah suatu hal yang berharga untuk di jaga sebagai amanah Allah", kata Malik.
Dia mengganti lagu yang di dengar olehnya sekarang ini dan mengganti lagu lainnya, sangat jelas itu adalah suara Raka rupanya sudah masuk di rekaman radio di Malaysia ini, Raka menarik nafas entahlah rasanya seperti ada sesuatu terus yang kurang dalam hidupnya dan sesuatu yang belum terwujud dari hidupnya kebahagiaan yang semestinya untuk di jalaninya dan di wujudkan bukan apa dan menjadi siapa tapi menjadi seseorang yang menjadi diri sendiri mampu menjalani hidup dengan semestinya yaitu punya istri dan umurnya juga sudah pantas untuk menikah, daripada kelamaan belum menikah akan terus juga menimbulkan fitnah dan pandangan sebelah mata sana dan sini dari orang banyak.
Terkadang apa yang di abaikan oleh orang lain adalah bagaimana caranya untuk menghargai perasaan orang lain tersebut.
Pada akhirnya Raka dan Malik sudah sampai di apartemen Novo Ampang di jalan Desa Ampang di Malaysia.
Raka mengikuti arah langkah Malik masuk ke dalam apartemen tersebut sambil membantu membawa barangnya, yang pertama Raka dan
Malik menghadap ke arah receptionist untuk mengambil kunci rencana di apartemen ini Raka hanya sementara tinggal Insya Allah nanti ke depannya dia mau beli rumah di Malaysia ini kalau memang sudah sukses di sini.
Raka mengikuti juga Malik masuk ke dalam lift dan dia menekan tombol angka 3 dan mereka menuju ke arah lantai 3.
"Kalau awak mau sholat di sebelah sini ada mesjid kalau awak mau sholat di mesjid orang", kata Malik.
dan kemudian akhirnya Raka dan Malik sampai di kamar apartemen tempat tinggal Raka, dan kamarnya terlihat besar, nuansanya serba cream sepray dan selimut serta kordennya selaras dengan wallpaper juga di dalamnya, jendelanya menghadap ke arah kolam renang bahkan di dalamnya bukan hanya ada Tv tapi juga ada meja untuk kerja dan meja rias di dalam kamarnya dan di luar kamar ada dapur dan meja makan kecil.
di dalam satu ruangan ini memang kamar itu ada sendiri, Malik memberikan kuncinya pada saat yang bersamaan di depan kamar ada seseorang laki - laki masuk ke dalam kamar dan memperkenalkan dirinya.
Sambil menjabat tangan Raka dengan ramah dia menyebut namanya.
"Nama saya Saleh awak kalau nak perlu apa - apa saya di depan awak", kata Saleh dan kemudian Raka juga membalasnya ramah walau kikuk.
"Raka" kata Raka singkat
"Ah jadi begini ceritanya Raka orang Tegal Jawa Tengah di Indonesia terus dia itu bikin konten menyanyi di Tik Tok dan dia itu menyanyi lagu Buih Jadi Permadani dan menarik jadinya kami orang akan memasukkannya ke studio rekaman di sini, jadi begini juga ceritanya Raka ini juga waktu di Tegal Jawa Tengah dia ke studio rekaman milik kawan baik saya juga Anto", kata Malik cerita panjang lebar.
"Ah awak sahabat baik Anto", ? tanya Saleh.
. "Iyah benar", jawab Malik
"Raka awak kalau nak perlu apa - apa saya di depan yah tinggal ketuk saja kamar saya", kata Saleh dan Raka mengangguk.
kedua laki - laki itu meninggalkan Raka di dalam ruang kamar apartemen sendirian pada akhirnya dia pun membereskan baju dan memasukkannya ke dalam lemari.
Perjalanan yang melelahkan membuat Raka ingin istirahat sejenak namun waktu Dzuhur membuat dia harus mengambil air wudhu dan melakukan sholat Dzuhur.
setelah sholat Raka memanjatkan doa agar hidupnya apa yang di rasakannya selama ini masih jadi tekanan hidup tidak lagi ada dan menjadi kebahagiaan yang sebenarnya dalam hidup yang di capai olehnya belum pernah di rasakannya juga.
Waktu menunjukkan pukul 10 pagi waktu Malaysia dan Raka mendapat telepon dari studi rekaman musik di tempat ini yang tidak jauh juga dari tempat tinggal apartemennya.
Tepatnya di daerah Selangor di Dave Music Studio, Raka masih berbicara dengan si penelepon tersebut bernama Anwar teryata seorang sahabat baik Malik juga.
"Kenapa Anwar", ? tanya Raka.
"Iyah nanti kamu ke sini yah di jemput nanti sama Malik, dia orang punya mobil baru saja on the way ke apartemen awak", jawab Anwar.
"Saya mau dengar suara awak dan setelah itu kita bahas masalah uangnya", kata Anwar lagi dan kemudian dia mengakhiri pembicaraannya.
Raka menaruh hp di atas meja dan pergi ke arah kamar mandi dan kemudian jam 8 pagi dia mencari sarapan di daerah sekitar apartemennya, di pinggir jalan terdapat nasi briyani baru saja duduk arah mata Raka tanpa sengaja melihat perempuan yang di temuinya di Bandara dia nampak akan pergi ke apartemen di dekat sini juga, rasa penasaran entah kenapa menyusup ke dalam batinnya.