Ambisi Rania memang semakin gila karena rupanya dia memang belum juga tertangkap polisi tapi yakin suatu saat akan ada karma atas apa yang di perbuatnya cepat atau lambat yang Busuk akan tercium juga baru saja mau mulai nulis lagu lagi tiba - tiba saja Mas Yudi mengirim pesan w******p kepadanya dan Raka langsung membacanya kata - kata itu membuat Raka semakin di buat tujuh keliling semua apa yang di hadapinya begitu berat bebannya.
"Raka piye kabare ibue loro koe kapan pulang sekarang lagi di Rs Tegal", kata Mas Yudi.
"Wis cepet nikah Bae wong udah punya calon istri juga karena itu mas selama ini selalu singgung masalah nikah mengingat ibu udah umurnya 70 tahun dan bapak sendiri juga sudah enggak ada", kata Mas Yudi.
"Kalau kamu sayang ibu cepat pulang tengok ibu yah awas kalau enggak janjuk", sambung Mas Yudi.
"Iyah mas segera mas aku juga banyak masalah di sini mungkin Mas Yudi juga udah dengar dari sana", sahut Raka.
Raka mengakhiri pembicaraannya dengan Mas Yudi dia meletakkan Hp di atas meja tempat menaruh lampu tidur dan kemudian menyalakan lampu tidurnya waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam tanpa terasa Raka masuk ke dalam kamar mandi dan mengambil air wudhu lalu melakukan sholat Isya dan setelah slesai dia menangis sejadinya di atas sajadah dengan apa yang di rasakannya dalam hidup begitu menghantam hidupnya.
Rasanya entah kenapa dia juga ingin video call dengan Mbak Dewi, Raka mencari nomor kontak nama Mbak Dewi dan langsung menekan video call.
"Iyah Raka ini kita lagi di Rs jagain ibu gantian sama Om Darmo juga Bude Reni baru di kirim wanya kasih tahu gantian jaga, nek koe enek masalah opo neng Kono deee wis ngerti soal Rania dia tuh memang kelihatan kayak l***e kata Masmu", kata Mbak Dewi.
"Yah kalau dari kami ada masalah sama kamu mbak Ama mas Yudi minta maaf yah Raka mungkin pernah ada salah kata doain aja ibue cepat sehat dan pulang ke rumah lagi", kata ? Mbak Dewi
"koe kalau udah ada izin ke sini yah pulang sek noh", komentar Mbak Dewi.
"Inggih mbak sesok mau ke studio juga soalnya di sini emang ada masalah aku di teror lagi sama tuh wong edan Rania", adu Raka.
"tapi udah senang kalau lihat ibu sehat walau Masuk RS emang ibu sakit apa", ? tanya Raka.
"tensinya tinggi", jawab Mbak Dewi.
"mbak sholat dulu yah wis bengi mau turu juga", Mbak Dewi mengakhiri percakapan denganku walau sejenak ngobrol tapi dari video call sudah terlihat jelas kalau keadaan ibu Raka itu baik - baik saja.
Sekarang semua penerang dari Allah tentang semuanya sudah terlihat seperti apa keadaannya yang memang sudah seharusnya Raka berjalan dalam hidup bukanlah dengan tidak mensyukuri sehingga apa yang terjadi di inginkan karena doa yang tidak baiknya ke diri sendiri jadi nyata.
Rasanya esok pagi dia harus ke studio lagi dan sebelum berangkat dia mengirim pesan w******p lebih dulu Hafiz.
"Hafiz besok saya ke studio jam 10 yah", kata Raka.
"Oke di tunggu yah", sahut Hafiz.
Raka mengakhiri pembicaraan dengan Hafiz dia meletakkan kembali Hp di meja samping tempat tidurnya, baru saja mau merebahkan kepala di atas bantal perasaan - perasaan yang timbul di hati rasanya semerawut tidak karuan entah kenapa ada bayangan - bayangan rangkaian yang tidak enak bermacam - macam di hati menusuk dalam tubuh Raka yang rasanya entah kapan hidup Raka begini tapi cobaan itu justru yang membuat hidup menjadi lebih indah karena kalau tidak ada cobaan maka bumi ini akan terasa datar dia mulai memejamkan mata dan ketika subuh Raka terbangun dan mulai sholat subuh.
baru selesai sholat subuh Hamid mengetuk pintu kamarnya dan Raka membukanya dia membagi cemilan yang baru saja di belinya seperti itulah mereka kesehariannya dan Hamid yang melihat Raka sedang galau menepuk pundaknya.
"Kamu mau tahu kenapa dalam karir kamu penuh cobaan, dalam kerjaan kamu karena apa yang kamu juga pikirkan selama ini tentang pernikahan itu salah Raka, buat apa nikah hanya karena cibiran orang dan orang nikah itu jodohnya masing - masing di atur oleh Allah bukan manusia, mereka yang sudah nikah duluan bersikap begitu karena merasa di atas angin ketika mendapat pasangan yang baik dan untuk apa punya pasangan untuk di pamerkan ke orang lain pasangan kita juga boneka, mau terkenal cuma karena nikah untuk apa itu namanya orang yang enggak mensyukuri nikmat apa yang Allah sudah kasih ke diri sendiri dan itu kamu Raka, kamu menjalani hidup karena kata orang bukan karena diri sendiri apakah istri yang Sholehah juga hanya karena pakai jilbab dan istri yang baik itu juga di pandang hanya karena ibadahnya bukan Raka tapi karena akhlaknya dan akhlak adalah sifat seseorang dan dalam hidup manusia punya kekurangan orang yang cintanya tulus menerima kekurangan pasangannya dan melengkapinya mau terima apa adanya", kata Hamid panjang lebar.
"Dan seorang laki - laki tetap harus kerja walau sudah nikah sekarang setelah semua ini kamu baru sadar dan mau menjalaninya, Raka Kamu jadi penyanyi di Malaysia bukanlah beban tapi sudah takdirnya", nasehat Hamid panjang lebar.
"Saya tahu dan sebentar lagi juga saya mau nikah sama Dahlia", sahut Raka.
"cari uang itu juga perlu dalam hidup dalam kerjaan walau harus berkali - kali di Banting orang untuk jatuh", Hamid menambahkan kata - katanya.
"Itu saya ada waffle baru aja bikin sendiri taruh aja di kamar masih banyak juga ini", Hamid menyodorkan waffle di atas piringnya dan Raka membawa piring itu ke dalam kamar.
Piring berwarna putih itu di taruhnya di atas meja rias dan rasanya entah kenapa Raka pagi ini mau ke supermarket buat beli cemilan yang ada di dekat daerah apartemennya.
Raka berjalan ke arah daerah Bukit Bintang jam 8 pagi supermarket itu sudah buka dan di sana terkenal lengkap, nama supermarket itu
Marcatto Pavillion Raka berjalan sambil mendorong keranjang untuk belanja dia membeli cemilan yang di goreng waffle dan nugget juga kentang goreng dan rasanya juga ingin sesekali di apartemen Raka masak nasi juga selama ini dia makanan beli karena itu dia beli magic jar dan beras untuk di masak paling tidak uang untuk kebutuhan hidup bisa di irit apalagi sekarang sudah mau jadi calon suami yang keperluannya akan di bagi ke istrinya bahkan di berikan seutuhnya.
Seorang perempuan tidak memakai jilbab nampak memerhatikan Raka dari jauh dia sudah tahu ada yang mengawasinya dari jauh dan nampaknya dia adalah orang suruhan Rania perempuan itu nampak bicara dengan seseorang di telepon dan Raka dengan berani dia meninggalkan keranjang belanjanya dan menghampiri perempuan itu satu tangannya ingin merampas Hp yang sedang di genggamnya Tapi dia berusaha mengelak dan mau menghindar dari Raka.
"Kamu ngawasin saya yahhhh", !! teriak Raka keras sambil diam - diam dia merekam juga aktivitas perempuan itu satu tangannya meyembunyikan Hp yang di nyalakan rekaman suaranya.
"enggak saya cuma mau belanja di sini aja juga permisi", perempuan itu terburu - buru meninggalkan Raka tapi di sempat mengambil fotonya juga diam - diam dan di berikannya ke Ayyuz serta rekaman suaranya.