Entah cobaan apalagi yang harus di hadapi Raka setelah bertunangan dengan Dahlia padahal apa yang di lakukannya sudah benar untuk menjauh dari fitnah, Raka yang sedang sarapan di tempat makan nasi briyani dekat apartemennya dia memerhatikan cincin yang melingkar di jarinya yang juga di kenakan oleh Dahlia dan air matanya menetes melihat itu semua dan ketika sedang menyuap nasi ke dalam mulutnya dari kejauhan Raka melihat Dahlia membawa koran dan nampak sedang membaca berita utamanya selain dia juga sedang mengutak - utik Hpnya dan berjalan mendekati Raka lalu duduk di depannya.
Sorot matanya tajam dan Dahlia menyodorkan koran tersebut, rasa seperti di tampar jutaan kali ketika Raka juga membacanya.
Raka Wiryawan mengusir semua fans grup lamanya karena ketahuan busuknya dia pernah tidur dengan salah satunya fansnya Shafa
Raka yang membaca hatinya bagai tersayat dan kemudian memegang kepalanya sambil menunduk.
"Kita ke apartemen Shafa hari ini kalau begitu saya yakin pasti akan di tulis juga tentang kamu dan Aisyah", kata Raka kemudian.
"Oke", Dahlia mengangguk dan kemudian Mereka berdua menghabiskan makanan dan minumannya sambil masuk ke dalam basement MRT kembali Dahlia sambil menelepon Shafa juga dan membicarakan hal ini dengannya.
"halo asalamualaikum Shafa saya sama Raka otw apartemen kamu yah dan nanti kita ngobrol di Starbucks coffee dekat apartemen kamu", kata Dahlia.
"Walaikumsalam oke deh saya langsung turun aja yah ke bawah dan nunggu di sana", Shafa mengakhiri pembicaraan dengan Dahlia dan kemudian dia mengambil sweater putih yang tergeletak di atas tempat tidur dan kemudian memakainya di padu padankan dengan celana jeans hitam serta jilbab warna hitam juga lalu menaruh Hp ke dalam tas cokelat yang selalu di taruhnya di pundak serta dompetnya dan kemudian keluar dari kamar apartemen lalu berjalan di lorong dan menuju ke arah lift dia menekan lantai 1 dan setelah pintu lift terbuka Shafa masuk ke dalamnya.
Di dalam lift Shafa mengeluarkan Hp dari dalam tas dan mengirim pesan w******p kepada Dahlia.
"Shafa saya lagi otw mau ketemu sama Raka dulu di apartemennya baru nanti ke sana yah" , kata Dahlia.
"Yah udah di tnggu yah", Shafa yang sudah duduk di sana dia menyeruput es kopi latte yang di pesannya sambil melihat ke arah jendela yang menghadap ke arah trotoar jalan di pikirnya kalau Raka atau Dahlia sudah terlihat di sana namun teryata justru malah yang terlihat hanyalah orang yang mondar - mandir di jalan itu.
Jantungnya tiba - tiba berdegup keras dalam pandangan matanya tidak mungkin rasanya Shafa melihat orang lain yang baru saja melintas dan sepertinya dia justru sedang mencari Shafa.
"Rania", gumam Shafa kecil.
jantung yang semakin berdetak keras karena panik membuat Shafa menjadi seperti orang bingung namun untung saja tidak lama kemudian Raka dan Dahlia sudah sampai di sana dan mereka berdua duduk di depan Shafa.
"Baru saja saya lihat ada Rania", adu Shafa dengan suara ngos - ngosan dan kemudian dia menyeruput lagi minumannya.
"Tadi saya lihat", Shafa mengulangi kata - katanya.
"Kamu merasa kamu adalah sasaran utamanya", timpal Dahlia dan Shafa mengangguk saat itu juga Dahlia menelepon Aisyah untuk membahas hal ini juga.
"Halo asalamualaikum Aisyah saya mau cerita sama kamu Shafa cerita katanya dia baru saja juga liat Rania", adu Dahlia.
"Walaikumsalam ini juga lagi di bahas sama Hafiz dan katanya Ayyuz mau kirim juga polisi Mata - mata di Malaysia", jelas singkat Aisyah
"Yah kalau begitu kita semua harus hati - hati aja", Aisyah menambahkan kata - katanya lagi.
"Dahlia nanti wa aja dulu yah masalah ini lagi di bahas juga Ama Hafiz", Asiyah mengakhiri pembicaraan dengan Dahlia.
"Jujur saya enggak tahan kalau terus dan menerus ada teror begini di tambah berita yang menjatuhkan nama baik saya lagi dan saya yakin ada komplotan Rania juga yang masih berkeliaran tapi rasanya enggak mungkin orangnya Fatma apakah ada orang lain selain Fatma", Raka memegang kepalanya.
"Shafa saya yakin masih ada orang lain yang emang masih tersisa dan mau incar kita walau bukan Fatma dan kamu tahu sesuatu tentang ini semua", kata Raka kemudian.
"Saya tahu cerita Rania tentang kamu ini dan itu yang di sampaikan kepada Fatma di sampaikan juga Hanifah dan Rania memang pernah cerita mau minta tolong dengan siapapun itu orangnya termasuk Fatma juga agar dia bisa memiliki kamu seutuhnya", kata Shafa dia pun menangis dengan perasaan yang amat terpukul dengan apa yang pernah di lakukannya juga Dahlia memberikan bahunya dan dia pun mengadukan semua apa yang di rasakannya.
"Kalau bukan karena kesalahan Kita di masa yang lalu buat sekarang seperti ini enggak sekarang ini terjadi dulu kita salah kenapa enggak nolak dari awal masuk ke grup fans club Raka saya pikir pada saat itu adalah kumpulan orang yang mau kenal dengan Raka itu tulus tapi teryata karena uang dan kalau masalah itu saya emang butuh uang tapi bukan begini caranya cinta enggak bisa di bayar pakai uang", kata Shafa.
"Dan Raka yang menyelamatkan kita semua dari sini bukan hanya kamu saja Dahlia tapi juga saya", Shafa menambahkan kata - katanya dan air matanya menetes.
"Masalahnya karena saat itu saya di kejar - kejar dengan Rania padahal saya dan Aisyah dan sudah putus hubungan keluarga dia bilang mau kerja bareng di grup itu sebagai bagian event acara tapi teryata tipuan", timpal Dahlia.
"Jadi awalnya Rania emang nipu kamu juga", ? Raka memicingkan mata kepada Dahlia mendengar kata - katanya dan Dahlia menganggukan kepala.
"Seperti yang kamu tahu sendiri kalau Rania itu penipu besar", sahut Dahlia.
"Iyah saya tahu itu", lirih Raka.
"mungkin besok kita bahas lagi Soal ini gimana rasanya saya mau pulang dulu buat Sholat Istigharah atas semua ini", Raka membayar semua pesanan di kasir dan kemudian meninggalkan tempat tersebut dan ketika berjalan keluar dari tempat itu dia melihat ada beberapa orang yang baru saja nampak membaca berita itu dan berbisik kepada temannya Raka tahu dari sorot matanya mereka justru tidak percaya dengan artikel dan ingin tahu dari mulut Raka langsung dengan berani salah satu dari mereka menghampiri Raka.
"I don't believe if that true", katanya.
"Semua itu emang enggak benar mereka sengaja hanya mau mendapatkan apa yang mereka mau dengan egonya mereka sendiri karena itu melakukan semua ini dan saya tahu pelakunya Rania dia mau mendapatkan saya hanya karena uang", kata Raka.
"Saya tahu tapi kamu orang yang kuat Raka", katanya kemudian.
Satu hal yang di pertahankan dalam hidup adalah bukan bagaimana caranya mencintai seseorang tapi apa yang menjadi hak bagi hidup sendiri dan itu adalah kehidupan yang di jalaninya sendiri dan itu adalah karir yang bukan karena uang melainkan karena seseorang mampu bertahan cobaan ketika sedang berkarir di atas angin adalah orang yang lolos dari ujian hidup karena keikhlasan bekerja dan itu adalah jawaban karena bekerja dengan tulus karena itu di pertahankan.
Teror yang kembali memanas membuat pekerjaan yang di lakukan oleh Raka kembali ternodai dan rupanya memang karena ada seseorang yang mau menaklukan Raka dengan cara apapun jadi budaknya tidak lain adalah Rania.