bab 17 Setelah Acara Lamaran Itu

1166 Kata
setelah acara lamaran itu Raka dan Dahlia akhirnya kembali ke Malaysia dan ketika dia baru saja mulai aktif lagi dengan karirnya sebagai penyanyi tiba - tiba saja Raka mendapat teror yang sama lagi seperti dulu apakah memang Rania sekarang ini memang sedang mematai - matainya Di pagi itu dia sedang menyeruput kopinya di Time Square tanpa sengaja Raka menonton Tv berita tentang dia di tempat itu kalau katanya Rania sekarang ini sedang mengajukan gugatan kalau Raka sudah mencemarkan nama baik fansnya sendiri dan artis yang selama ini sebenarnya bayar fansnya hanya untuk jadi terkenal dengan cara tidak halal lagi - lagi gosip itu lagi tapi kali ini di berita Rania tiba - Tiba saja muncul kembali dalam hidupnya dengan menjatuhkan nama baiknya lagi. Raka baru ingat kalau selama ini Rania memang masih buronan belum di tuntut oleh polisi tapi polisi sedang mencarinya dan karena itu Raka mengirim pesan w******p kepada Ayyuz. "Asalamualaikum Ayyuz saya lihat di Singapore ada Rania dan dia sepertinya apa dia buntutin saya yah", Nada suara Raka terdengar gagap. "Walaikumsalam oke kalau gitu pihak polisi saya akan hubungi untuk mencari Rania ke sana yang penting kamu sudah di bantu dengan saya udah enggak usah banyak mikir macam - macam kamu fokus saja dengan hubungan kamu bersama Dahlia kalian sebentar lagi akan nikah juga Insya Allah semua urusan akan di lancarkan karena saya pengacara kerja dengan tulus tanpa embel - embel dengan orang lain", kata Ayyuz. "Saya lihat dia di daerah Orchard Road", sahut Raka dan mengakhiri pembicaraan dengan Ayyuz. jam di dinding Raka menunjukkan pukul sudah 3 sore sudah waktu Ashar dan di pun dalam waktu bersamaan menerima pesan w******p dari Hafiz. "asalamualaikum Raka sehabis Maghrib nanti ke studio yah buat bahas tentang lirik lagu yang kebetulan juga ada yang pesan atas nama Nayla", kata Hafiz. "Walaikumsalam Iyah oke saya berangkat sekarang yah kalau begitu", Raka mengakhiri pembicaraan dengan Hafiz di pesan w******p Raka langsung pergi ke arah kamar mandi dan menyalakan showernya lalu mengusap badannya dengan sabun dan menyikat giginya setelah itu dia mengambil handuk yang di sangkutkan di jemuran belakang kamar mandi dan berjalan masuk ke dalam kamarnya lalu membuka lemarinya untuk mengambil kaos hitam dan jaket jeans biru dan memakainya di padu padankan dengan celana jeans biru juga Raka keluar kamar sambil menyandang tas kecilnya dan menuju ke arah basement MRT yang jaraknya juga tidak jauh juga dari apartemen tinggal Raka. Ketika sudah berada di dalam basement MRT kereta yang tujuannya sudah tiba dan Raka langsung masuk ke dalamnya lalu duduk menghadap ke arah kaca di depannya. Pada akhirnya MRT itu sudah tiba di tujuan dan ketika sudah sampai Raka langsung berjalan ke arah studio dan dalam perjalanannya belum sampai studio lagi - lagi Raka di perlihatkan tentang rasa bersyukur atas karir yang sudah di jalaninya selama ini. Dua orang laki - laki berlari kecil ke arahnya hanya ingin minta foto bersama dengannya dan Raka melayaninya dengan baik. langkah kakinya tidak lama kemudian akhirnya sampai di tujuan di studio itu, hafiz sudah menunggunya di Starbucks coffee dekat studio tersebut dan Raka masuk ke dalam kafe itu lalu menghampiri Hafiz yang duduk di sebelah kiri kaca dan sudah memesan es kopi lattenya Raka yang melihat dia di sana langsung, duduk di depannya sambil mencodongkan badannya ke depan dan memicingkan mata lalu memegang kepalanya sambil menunduk dan terlihat dia gusar. "Hafiz saya merasa di teror lagi sama Rania saya sudah cerita semua sama Ayyuz soal ini semua", kata Raka. "Dan nanti mau hubungi polisi buat cari Rania di Singapore", Raka menambahkan kata - katanya. "Saya tahu apa yang buat kamu juga khawatir ancaman bagi Dahlia atau Aisyah apalagi Shafa", Hafiz menambahkan kata - kata Raka. "please orderannya", seorang karyawan menyodorkan daftar menu di depan Raka yang membuat apa yang sedang di pikirkannya sekarang ini menjadi terkecoh sejenak. "oh yah es kopi latte aja juga", kata Raka dan menyodorkan kembali kepada karyawan tersebut. "Kamu sudah buat lirik lagunya lagi", ? tanya Hafiz. "Oh yah tadi sebelum kesini abis sholat dzuhur saya langsung ketik puisinya", kata Raka dan memberikan satu bait puisi kepada Hafiz dia pun membacanya. "Ini kayak hati kamu banget sekarang ini jelas banget kata - katanya maksud saya lugas daripada sebelumnya tapi menarik tapi namanya tulisan itu adalah emosi hati", komentar Hafiz. "Oke kita langsung ke studio aja buat bikin arasementnya", ! seru Hafiz. "Sebenarnya yang saya enggak sadar dari awal emang dari dulu sebenarnya saya hobi nulis puisi dari waktu SMP tapi entah kenapa cibiran orang yang membuat saya jadi tekanan mental buat tetap fokus dengan karir setelah umur 30 tahun ini karena orang mencibir masalah nikah tapi emang itu ada benarnya nikah itu buat menghindar dari fitnah dan gosip yang enggak baik", kata Raka. "Banyak orang kena fitnah dan gosip dari orang lain karena belum nikah tapi sekarang Saya sudah punya calon istri Dahlia", kata Raka kemudian. Hafiz yang mendengarkan kata - kata Raka dia hanya menganggukkan kepala berapa menit kemudian langkah kaki Raka dan Hafiz sudah kembali ke studio. Dalam studio Raka langsung masuk ke dalam rekaman suara dan mengikuti arah arasement yang di lakukan oleh Haikal setelah sudah selesai Raka berjalan ke arah ke dalam basement MRT dan di dalam sana perasaan - perasaan tidak enak yang tiba - tiba saja menghantuinya entah kenapa datang begitu saja dia duduk di kursi tempat menunggu kereta itu datang dan ketika kereta itu datang Raka masuk ke dalam. Bisa jadi ini karena udara di luar sedang dingin tidak lama lagi di Malaysia sudah masuk musim hujan karena itu ac di dalam MRT terasa sangat dingin menusuk ke dalam jaket yang di kenakan oleh Raka, pikirannya tiba - tiba saja dia ingin menyampaikan sesuatu kepada Ayyuz dan dia menghubungi Ayyuz ketika dalam perjalanan di MRT. "Asalamualaikum Ayyuz bisa kan nanti habis Isya kita ketemu yah di dekat apartemen saya aja", kata Raka. "Walaikumsalam yah oke kita ketemu kebetulan saya emang lagi di dekat daerah apartemen kamu Raka", jawab Ayyuz mengakhiri pembicaraan dengan Raka. Tidak lama kemudian MRT pada akhirnya sudah tiba di tempat tinggal Raka di apartemennya dia berjalan keluar dari MRT sambil kembali menghubungi Ayyuz "Asalamualaikum Ayyuz", sapa Raka. "Walaikumsalam Raka kamu di mana sekarang", ? tanya Ayyuz. "Saya sekarang sudah turun MRT dan kamu sekarang di mana", ? tanya Raka lagi. "Saya ada di JCO dekat pinggir jalan ini yah", ! seru Ayyuz. Langkah kaki Raka menuju ke arah JCO tersebut untuk menghampiri Ayyuz dan ketika mereka sudah bertemu hati Raka yang penuh di hantui perasaan rasa janggal dan firasat tentang Rania akhirnya menyampaikan kepada Ayyuz. "Ayyuz saya benar - benar merasa kalau jangan - jangan Rania mau ikutin saya dan ngawasin saya lagi", adu Raka. "Yang jadi ancaman yang saya takutkan adalah Dahlia dan Aisyah juga Shafa", Raka menambahkan kata - katanya lagi. "Itu sudah pasti tapi hukum Malaysia sudah pasti lindungi kamu karena dari awal mereka juga sudah tahu siapa yang jadi buron", sahut Ayyuz. "Saya sebagai lowyer kamu pasti akan lindungi kamu", Ayyuz menambahkan kata - katanya lagi. "Sekarang polisi lagi mencari Rania", katanya lagi singkat
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN