bab 16 Waktu Untuk Melamar

1126 Kata
untuk dalam waktu berapa hari ini Raka dan Dahlia memang belum sempat untuk memikirkan pertemuan tanpa sengajanya dengan Rania tapi entah kenapa Raka punya firasat yang juga tidak enak dalam hal ini apakah mungkin memang Dahlia masih megincar Dahlia karena yang jadi incarannya sebenarnya itu bukanlah Aisyah tapi Dahlia apalagi kalau dia sempat memang juga ikut serta untuk merubah Dahlia menjadi seseorang yang seperti sekarang ini keluar dari jeratan fana dari grup fans yang tidak di harapkan dan di inginkannya sama halnya dengan Shafa yang juga melakukan sama pada akhirnya grup fans Rania yang di dirikan dengan tujuan tidak halal itu ambruk sendiri dendam bertubi sudah pasti panas dalam jiwa Rania dia akan juga menuntut balas kepada Aisyah yang di anggap sebagai penyebabnya juga untuk menghalangi jalannya mendapatkan Raka seperti cara yang dia inginkan, hal itu berkutat dalam pikiran Raka kesana - kemari dalam otaknya. Malam itu sebelum besok pagi berangkat ke Jakarta dia menyiapkan barang - barangnya dan kemudian Raka menelepon Mas Yudi dan langsung di angkat oleh mas Yudi. "Mas asalamualaikum piye kabare", ? tanya Raka. "Walaikumsalam apik koe piye", sahut Mas Yudi . "Apik mas siap - siap yah ke rumah nanti mau ada calon bojoku", kata Raka. "Wong Malayasia", sahut Mas Yudi. . "Iyah lihat saja nanti", Raka mengakhiri pembicaraan dengan Mas Yudi dan kemudian dia mengirim pesan w******p Dahlia. "Kita ketemu yah di nasi briyani pinggir jalan yang di sampingnya hotel itu lho", kata Raka. "Yah oke di Orchard yah", sahur Dahlia. "yah", balas Raka mengakhiri pembicaraan dengan Dahlia dan kemudian dia bersiap - siap memakai jaket sweater hitam yang sering di pakainya kemana - mana dan menyandang tas kecil hitamnya untuk menaruh Hp di dalamnya barulah akhirnya Raka keluar dari kamar hotel dan ketika sudah berada di luar kamar hotel Raka berjalan ke arah basement MRT dan masuk ke dalamnya lalu duduk di kursi tempat menunggu kereta itu berhenti di depannya dia menunggu Dahlia yang keluar dari pintu MRT dan apa yang di harapkannya akhirnya terwujud Dahlia berjalan menuju mendekati Raka dan berdiri di depannya. "Saya sudah siap semua barang saya buat besok kita berangkat bersama ke Jakarta dan sekalian saya mau kasih oleh - oleh buat mereka", kata Dahlia. "Saya mau telepon Mas Yudi lagi kalau seluruh anggota keluarga kamu sudah siap dengan lamaran saya ke kamu", sahut Raka "halo asalamualaikum", Raka mulai bicara di telepon dengan Mas Yudi. "Walaikumsalam mas aku mau lamar wadon Malaysia mulai besok tolong kabarin keluarga yang lain", kata Raka. "alhamdulilah yah....yah mas kasih kabar yah ke keluarga lainnya", ! seru Mas Yudi dan mengakhiri pembicaraan dengan Raka. "kita makan bareng sekalian beli makanan buat oleh - oleh", Dahlia mengulangi kata - katanya dan Raka sumringah menatap wajahnya dan kemudian berjalan berdua dengan Dahlia. Raka dan Dahlia duduk di tempat nasi briyani tersebut dan kemudian memesan makanan mereka. "Kamu nasi briyani ayam kan", ? tanya Dahlia. "Yah kayak biasa", jawab Raka. "sama teh tarik hangat aja", tambah Raka kemudian dan Dahiia kemudian yang memesan makanan tersebut memanggil seseorang karyawan yang kerja di sana dan sedang menghampiri orang yang memesan menu juga untuk sarapan. Tiba - tiba saja tersirat di hati Raka entah kenapa dia penasaran dengannya adanya Rania yang tiba - tiba saja berada di sana apa yang di rasakan Raka seperti Rania memang sengaja mau membuntutinya namun apa yang di rasakannya belum sempat di ungkapkan Dahlia sudah mengajak bicara panjang lebar tentang hari besok dan itu yang membuat Raka sejenak harus menyimpannya dulu tapi apa yang di rasakan dan itu sesuatu yang janggal dalam hati sudah tidak kuasa untuk di rasakannya dan itu yang membuat Raka memotong pembicaraan Dahlia. "Dahlia perasaan saya benar - benar enggak enak soal Rania dia bisa jadi mata - matai Kita atau buntutin kita", kata Raka dengan suara panik. "Kamu benar yakin lihat Rania kemarin", ? Dahlia memicingkan matanya dan tidak lama kemudian dia menerima telepon dari Aisyah. "halo asalamualaikum Aisyah saya mau ngomong sama kamu", kata Raka kemudian. Raka menarik nafas panjang dulu baru dia mengatakannya kepada Aisyah entah kenapa yang awalnya Raka merasa panik takut kalau Rania adalah mata - mata sekarang menjadi dia ingin menyatakan sesuatu kepada Aisyah. "Walaikumsalam Aisyah saya benar - benar yakin mau lamar Dahlia dan saya mau bawa Dahlia besok ke Jakarta terus ke kampung saya ke Tegal", kata Raka. "Saya sudah tahu kalau itu pasti jadi akhir dari pilihan kamu", Aisyah mengakhiri pembicaraannya dengan Raka. "Aisyah sudah pasti jawab begitu saya sudah duga juga", sahut Dahlia sambil menyuap nasi briyani ke dalam mulutnya. "Saya juga sudah informasi ke keluarga besar saya juga buat hadir besok juga dan itu termasuk Aisyah dia nanti juga ikut hadir di sana bersama calonnya juga Hafiz, Raka kalau emang ada salah dari keadaan ini semua tolong di maafkan yah", kata Dahlia dan air matanya menetes dia pun menyekanya kemudian menjad menangis tersedu. "Apakah harus orang yang awalnya kamu curigai dulu macam - macam sekarang jadi calon pendamping hidup kamu dan teryata jawaban cinta adalah sama aku bukan Sama Aisyah padahal dari awal Aisyah yang kamu cintai", kata Dahlia kemudian. "Kita hanya manusia yang ikut skenario Allah dari jalan hidup", sahut Raka. Pada Waktunya tiba Raka dan keluarga besar Dahlia masuk ke dalam kabin pesawat Singapore karena mereka berangkat dari Singapore menuju Jakarta dan Raka duduk bersama Dahlia kayaknya pasangan yang sudah benar - benar terikat hatinya dan tidak mungkin pindah ke lain hati sedangkan Aisyah yang duduk di kursi sebelahnya bersama Hafif memerhatikan Mereka dan pandangan mata Aisyah mencoba untuk ikhlas dengan apa yang di berikan hatinya kepada Raka tapi tidak seperti apa yang di harapkannya mungkin manusia memang tidak semuanya apa yang di harapkan itu jadi kenyataan tapi dari perasaan kecewa Kita bisa ambil hikmahnya. Pesawat pada akhirnya tepat jam 1 siang sudah turun di Bandara Soekarno Hatta dan kemudian langsung menuju ke arah Tegal Jawa Tengah dengan mobil pribadi Mas Yudi dan Mbak Dewi rupanya yang menjemput mereka sudah menunggu lama dan teryata Om Darmo sudah ikut menunggu juga yaitu adik kandung dari pihak keluarga Raka. Dia duduk di sebelah Mas Yudi yang menyetir mobilnya. "boros juga nih bensi dari Jawa ke Jakarta untung gak sampe mogok neng tengah jalan", keluh Mas Yudi. "lha om mah malah sering bolak balik proyek neng Jakarta", sahut Om Darmo yang kebetulan memang pekerjaannya adalah proyek lapangan. "Ayu yah wong Malaysia", sahut Mbak Dewi. Dahlia yang mendengar percakapan Mereka seharian dalam mobil hanya diam saja karena tidak paham bahasanya yang akhirnya dia pun penasaran, berbisik kepada Raka. "apa sih artinya", ? tanya Dahlia. "Itu Bahasa Jawa artinya cantik", jawab Raka. Sore itu juga akhirnya lamaran mereka berlangsung dengan lancar dan tinggal menentukan hari pernikahan dan sebelum hari Hnya yang jatuh pada tanggal 4 November mendatang Raka demi meneruskan dulu pekerjannya di Malaysia dia kembali ke Malaysia sejenak.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN