Bab 9 Cerita Tentang Shafa

1930 Kata
Aksi protes yang brutal lagi - lagi menjadi ancaman bagi karir Raka lagi tetapi untuk orang orang yang berpihak pada Raka mereka membela Raka karena di jalan Allah semua perlahan akan di temukan juga jalan kemenangannya, aksi protes itu di tolak oleh kepolisian Malaysia dan malah mereka menjadi bertanya di mana keberadaan Rania sekarang ini karena cepat atau lambat Rania sudah pasti di temukan, Shafa sebagai admin fans lovers yang baru dan lebih baik dari sebelumnya tetap menyerahkan hal itu kepada Allah karena dia orang yang tetap memuji dan memuja nama Allah apapun yang sedang di hadapinya. Raka dan management artis lainnya akhirnya mengadakan pertemuan tentang masalah itu apalagi polisi dalam waktu bersamaan menyatakan menemukan titik terang keberadaan Rania sekarang ini. dan Raka sendiri bernafas lega tetapi Shafa sebagai admin yang baru dan orang yang berbeda dengan Rania juga pengikutnya sepertinya di incar oleh salah satu fans dari pihak Rania karena adanya Raka membubarkan fans lovers lamanya dan fans lovers lama ingin bersatu kembali ngotot karena apapun mereka yang penting orang - orang yang support Raka namun management artis yang sudah tahu kebusukkan mereka semua menghalau niat mereka semua dan menghalangi apa yang mereka inginkan apapun itu yang terjadi Bahkan management siap menerima resiko jika ada gugatan balik. Shafa yang berdiri di atas nama Allah dia menghubungi Hafiz, karena Shafa masih orang baru yang masih membatasi diri kalau sudah jauh harus punya nomor kontak pribadi Raka rasanya belum berani. "halo asalamualaikum Hafiz", sapa Shafa. "awak bisa ketemu sama saya, ada yang sama mau bicarakan", ? tanya Shafa. "yah sekarang di tunggu di kantor studio", jawab Hafiz. "Yah oke saya kesana", jawab Shafa sambil mengakhiri pembicaraan dengan Hafiz. Shafa menaruh hp di dalam tasnya dan kemudian dia memakai jilbabnya dan langsung keluar dari apartemennya untuk bertemu dengan hafiz di studio rekaman Bukit Merah. Shafa baru saja menunggu MRT yang tengah berhenti di hadapannya tapi dari belakang sudah ada orang yang menarik jilbabnya hingga terlepas dia berteriak dan menoleh ke belakang seorang perempuan tidak memakai jilbab menampar wajahnya dia teman Rania Fatma tapi Shafa membalas tamparannya dengan keras dan menunjuk dengan telunjuk ke arah wajahnya. "Kamu yang orang enggak punya harga diri bukan saya dan kamu dengan teman - teman kamu sudah banyak melakukan penipuan atas nama Raka selama ini dan menghalalkan segala cara atas apa yang kamu mau, dan kurang puas kamu tidur dengan artis kesayangan kalian itu", kata Shafa sinis. "Dan saya tahu kecurangan apa saja yang sudah di lakukan kalian semua juga", ucapan sengit Shafa membuat emosi Fatma semakin meledak dia berusaha mendorong Shafa ke rel kereta MRT tapi Shafa mencegah tangannya dengan menahan tangannya dan mendorong Fatma ke lantai dengan kuat. "Fans doggggggggg", !!! teriak Shafa keras. "kamu yang anjing Raka itu orang tampan dan artis terkenal wajar saja fansnya mau untung cuma orang bodoh yang enggak mau untung berhubungan badan sama dia pun juga mau dan nanti tinggal bikin berita hoaksnya aja", akhirnya pengakuan itu keluar dari mulut Fatma begitu saja dan dia tidak tahu kalau kata - katanya di rekam oleh Shafa diam - diam. MRT yang akan di tuju akhirnya tiba, buru - buru Shafa masuk ke dalamnya dan ketika masuk ke dalamnya Fatma baru sadar jika dirinya di rekam oleh Shafa. "ohhh syitttt", guman Fatma. di dalam MRT Shafa juga sedang menghubungi Hafiz dan teryata ketika sudah tiba di studio secara kebetulan Raka sedang bersama Raka bahkan Malik juga ada Dahlia yang menemaninya. "Saya asisten pribadi baru Raka sekarang", kata Dahlia sambil sumringah di depan Shafa dan mau menjabat tangan Shafa. "Saya Dahlia", katanya kemudian pandangan mata Shafa beralih kepada Hafiz dan Faiz serta Malik juga Raka. "subhanallah sudah ada asisten yang baru juga rupanya, sepertinya Dahlia ini saya familiar sama dia", kata Shafa. "Emang kalian pernah ketemu sebelumnya", ? tanya Raka dengan wajah penuh tanda tanya. "Jadi begini Raka, Khadijah sahabat saya di satu perguruan tinggi di Malaysia sama - sama ambil jurusan bisnis di sana", kata Shafa. "Tapi Khadijah enggak pernah cerita apapun tentang itu lho Shafa", timpal Dahlia. "makanya suprays aja kamu cerita hal itu", katanya kemudian. pada akhirnya Raka, Shafa dan Hafiz juga Faiz berkumpul di ruang meeting studio dan mereka membahas tentang rencana ke depan untuk pada akhirnya sudah waktunya Raka kembali untuk berkarya dia mengeluarkan single kedua sambil syuting juga acara mistis dengan Dahlia di salah satu stasiun TV di Malaysia nama programnya adalah Perbuatan. judulnya memang perbuatan karena mengupas orang - orang yang akhirnya tobat karena awalnya memakai ilmu mistis, dalam waktu dua bulan saja acara itu sudah naik rating dan pamor Raka benar - benar kembali seperti sedia kala namun ketika nama baiknya sudah kembali. Fatma kembali menyerang dia menyebarkan berita fitnah kali ini kepada Dahlia agar niatnya bisa mengadu domba juga dengan Dahlia dan hal itu bisa menjauhkan Dahlia dari Raka. Dia tidak bisa mendapatkan apapun dari Raka kalau Dahlia belum jauh darinya dan apalagi Fatma juga tahu ceritanya dari Rania tentang hubungan antara Dahlia dan Aisyah bukankah ini kesempatan emas baginya. Sambil melihat ke arah jendela yang menghadap ke arah luar jalan raya apartemennya Fatma menghubungi temannya yang seorang wartawan nakal bernama Ranzi. "Asalamualaikum Ranzi ini Saya Fatma awak mau uang kan", ? suara Fatma terdengar seseorang yang belum puas akan harta di dunia yang padahal tidak bisa di bawa mati juga. "Walaikumsalam Fatma gimana kabar temanmu Rania", ? suara Ranzi terdengar serius mengangkat telepon dari Fatma. "Saya tahu dia ada di mana dan saya yang emang merahasiakan Juga persembunyiannya dia ada di Singapore di apartemen yang saya sengaja sewakan untuknya selama bersembunyi dan itu apartemen milik saya", jawab Fatma. "polisi sudah menemukan titik terang katanya ada di rumah Rania orang tuanya dan mereka mencarinya ke sana tapi sebenarnya ada di apartemen saya, enggak mungkin dia di sana Rania sudah putus hubungan dengan keluarganya juga dan sudah enggak tinggal dengan orang tuanya, karena dia di usir oleh mereka juga", cerita singkat Fatma. "Dan sekarang kamu mau uang", ? tanya Fatma lagi. "kamu kehilangan gosip panas artis kan selama ini karena kamu sudah enggak pernah lagi menulis berita gosip di koran atau media", ? kata - kata Fatma seakan memancing Ranzi yang sudah lama tidak melakukan sikap iblisnya dia tersenyum begitu mendengar yang rasanya adalah keuntungan baru walau harus melakukan hal yang tidak halal dalam pekerjaannya dan dia Lupa bukan hanya melakukan kecurangan tapi juga menyebarkan fitnah dan fitnah itu adalah Dajjal. dengan kepuasaan nafsu semu, sehabis menerima telepon dari Fatma sedangkan latar belakang dari Ranzi sendiri sudah lama tidak menulis berita karena dirinya sempat di cekal oleh media untuk tidak pernah menulis lagi atau akan di tangkap polisi karena berita artikel yang di tulisnya mengandung unsur untuk orang lain berkomentar panas dan sekarang dia tertawa karena mendapatkan lagi pekerjaan lamanya walau dengan jalan yang tidak halal. Ranzi meninggalkan apartemennya dan kemdian menghambur keluar gedung menuju ke arah lift dan kemudian dia menekan lantai 3 untuk ke ruangan meeting. ketika pintu lift terbuka Ranzi keluar dan menelusuri lorong apartemen tersebut dan kemudian mengetuk salah satu pintu apartemen seorang perempuan berambut lurus sebahu membuka pintunya dan menyuruhnya menunggu di luar dan kemudian pergi bersama keluar apartemen tersebut. Arah perjalanan mereka menuju ke stasiun Mrt dan menuju ke arah kafe di Bukit Merah dan ketika sudah tiba di sana Ranzi dan Fatma duduk berdua dan tatapan mata Fatma tajam menatap mata Ranzi. "Saya yakin kamu lagi stress karena udah lama enggak bikin berita gosip", kata Fatma. "Walah itu pada akhirnya menimbulkan banyak masalah di publik dan sensasi tapi uang kamu dari sana kan", kata Fatma terus mengompori Ranzi. "20 Ringgit kamu akan kembali ke pekerjaan kamu", kata Fatma kemdian dan menyodorkan uang cash tersebut kepada Ranzi dia pun menerimanya. "Apa maksud kamu saya harus buat gosip tentang Raka lagi", ? tanya Ranzi. "Bukan tapi tentang host perempuan yang sama dia sekarang ini Dahlia, karena dia adalah musuh besar kami sekarang terserah apa yang kamu mau kerjain saya benci lihat dia sekarang di pengaruhi oleh Raka sampai pakai jilbab begitu apalagi ada pengaruh juga dari Aisyah dan saya tahu Dahlia orang seperti apa dia mudah di ajak tidur oleh laki - laki", kata Fatma. "Semua itu juga karena pengaruh dari Shafa yang ikutan pengaruh dari Shafa tinggal kita pilih siapa dulu yang kita singkirkan karena Shafa juga orang yang berpihak pada Raka dengan adanya fans lovers timku di bubarkan", kata Fatma. "Masalahnya karena Shafa ada di pihak Dahlia saya tahu hal itu nanti saya bantu saya kan berita gosip mengenai Dahlia saja yang berkaitan dengan Raka juga dan Shafa", janji Ranzi. Setelah pertemuan itu Ranzi yang sudah kembali ke apartemennya dia langsung dengan tatapan buas ke arah layar laptop yang selama ini sudah lama tidak di gunakannya untuk membuat berita panas dan Ranzi menikmati hal itu padahal sama saja namanya Ranzi adalah orang yang menikmati kepuasaan di mana ada perang karena mulutnya yang penuh fitnah Dajjal dan mulutnya yang mudah sekali mengadu domba dan jadi provokator di tiap masalah orang lain. dengan tatapan kejahatan yang sudah lama tidak di gunakannya hanya karena uang dia mengetik berita mengenai Raka dan Dahlia serta Shafa juga. Acara Tv Baru Raka yang bergenre mistis itu sengaja untuk pansos dan Dahlia pendamping host tersebut sebenarnya adalah orang suruhan Rania begitu juga Shafa. Selesai mengetik Ranzi langsung menyimpan datanya dan memuatnya kepada media - media koran atau media sosial dan langsung tersebar dengan cepat. Lagi - lagi ini adalah cobaan dari Raka dia yang mendengar hal itu rasanya seperti sudah berkali - kali juga karirnya mau di jatuhkan orang lain apakah mungkin sebenarnya satu hal yang menurut memang sudah di takdirkan oleh Allah berupa skenario jalan hidupnya adalah yang paling utama Raka menikah lebih dulu sebelu. berkarir karena selama ini pun Soal karir Raka tidak begitu berharap tapi hanya takdir saja yang membawanya ke Malaysia. Malam itu dia ingin menceritakannya pada Aisyah ketika tanpa sengaja berpas - Pasan dengannya di Time Square. "Sebenarnya maunya apa sih skenario Allah sama aku dan entah kenapa aku kadang merasa galau dengan dua pilihan selama ini aku cuma mau punya istri yang Sholehah tapi justru aku di pertemukan dengan orang yang baru saja belajar agama Islam bukan orang yang seperti Kamu", kata Raka. "Apakah aku salah kalau yang aku pilih itu kamu dan sekarang aku di pertahankan di kedua kalinya juga dengan management artis karena masalah gosip yang mau jatuhkan nama aku itu kenapa harus soal karir aku di pertahankan padahal aku cuma mau punya istri dan nikah", kata Raka. "Karena Allah sudah mentakdirkan kamu juga untuk sebagai laki - laki yang kerja keras untuk mencari nafkah buat calon istrinya", sahut Aisyah "Kadang jodoh itu bukan karena dia sempurna tapi karena dia enggak sempurna dan laki - laki yang mampu menyempurnakan perempuannya yang enggak sempurna berarti dia seorang laki - laki yang tulus mencintai perempuannya, yang sempurna bukan di lihat karena sholehahnya kadang - kadang tapi cara mencintainya adalah orang - orang yang benar tulus", kata Aisyah. Mendengar kata - kata Aisyah, wajah Raka menunduk seakan hatinya sendiri juga berpikir ribuan kali akan sebuah pilihan hidupnya, Raka menunduk mendengar kata - kata Aisyah dia merasa resah untuk memilih dengan pasti entah kenapa rasanya begitu galau dan pertama kalinya juga di buat galau akan sebuah pilihan pada perempuan seakan memang karena ini yang selama ini di carinya adalah untuk menikah dan inilah resiko yang juga harus di terimanya di depannya ada Aisyah namun dalam bayangan matanya ada Dahlia dalam waktu bersamaan Raka menerima telepon dari Shafa. "halo asalamualaikum", sapa Raka. "walaikumsalam Raka", balas Shafa. "ini adalah masalah penting tentang acara kita Raka", sahut Shafa. "saya tunggu di kantor program Tv Malaysia sekarang", kata Shafa sambil mengakhiri pembicaraan dengan Raka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN