Raka langsung bergegas begitu saja kembali masuk ke dalam MRT meninggalkan Aisyah yang masih duduk bersamanya dia pun terbengong - bengong melihat Raka yang buru - buru menuruni tangga ke dalam basement MRT dan Aisyah berusaha juga untuk mengejarnya dan ketika di akhir anak tangga Asiyah berteriak setengah keras memanggil namanya.
"Saya tahu sebenarnya yang paling di harapkan dalam hidup kamu adalah menikah tapi kamu sendiri merasa bimbang dengan pilihan kamu dan saya tahu kriteria kamu adalah orang yang sempurna tapi cinta yang sempurna adalah mencintai karena kekurangan bukan karena kesempurnaan dan kamu di jatuhkan berkali - kali dengan masalah karir karena itu sebagai bukti Allah menyuruh kamu sebagai laki - laki yang enggak pernah kenal lelah Raka jangan pernah menyerah untuk hidup pada akhirnya laki - laki juga harus kerja keras selain menikah", kata Aisyah
"Sebenarnya hal itu yang Allah rencanakan untuk kamu Raka karena bisa jadi selama ini kesalahan dalam diri kamu adalah kurang mensyukuri apa yang sudah kami miliki dalam hidup yang aku harapkan juga sebenarnya lebih baik kamu mencintai Dahlia daripada aku", Raka sudah tidak mendengar lagi kata - kata Aisyah dia sudah lagi sibuk dengan masalah yang baru saja di hadapinya sekarang ini.
Buru - buru Raka menuruni anak tangga dan masuk ke dalam basement MRT sambil menunggu MRT untuk ke arah jurusannya dia menelepon Shafa lagi.
"halo asalamualaikum Shafa jadi sekarang gimana nih sudah pasti yang jelek saya lagi Ya Allah entah kenapa yah Shaf.....mereka itu suka sekali yang namanya mengambil rezeki orang dengan cara seperti ini Shafa tapi saya paham akan satu hal dalam hidup ini Adalah bukti kalau Allah emang sayang sama saya", kata Raka.
"Walaikumsalam Raka, mungkin ini juga pelajaran untuk hidup kamu Raka karena sepertinya ada pandangan hidup kamu yang emang harus di ubah, enggak selamanya manusia ego terhadap pemikirannya sendiri dan saya tahu apa yang kamu pikirkan menikah dan punya istri yang sempurna kenyataannya untuk jalani hidup saja enggak ada yang sempurna dan penuh cobaan, itu adalah Hikmah kamu untuk kerja keras sebagai laki - laki Raka", kata Shafa.
Di tempat yang berbeda dengan Raka, Shafa yang sedang di kafe sebelah studio program tv dia melamun duduk di kursi dan menatap ke bawah meja, dan di mejanya ada sebuah kopi s**u yang dari tadi juga belum di minumnya di sebelah meja juga terdapat koran mengenai berita itu yang sudah beredar di koran Malaysia juga rupanya.
"ini Miss Shafa yah", seseorang perempuan terlihat dia Meghampiri Shafa dan dia memegang microfont Shafa sudah tahu kalau perempuan itu adalah seorang awak media yang mau mewawancara dirinya.
"oh Miss sorry saya no comment", kata Shafa berusaha untuk menghindar darinya.
"Miss kalau anda berkata begitu maka semua ini akan menjadi gosip sumber dari semua ini dari para media sendiri sudah selidiki itu dari Miss Rania temannya Miss Fatma", mendengar kata Fatma emosi meledak di kepala dan hati Shafa mengingat itu adalah musuh besarnya.
"fine saya akan berikan statement kalau begitu", kata Shafa kemudian.
"berita yang simpang siur mengenai kalau saya pernah hubungan badan dengan Raka itu salah dan foto itu sendiri yang di sebarkan adalah hoak saya dan Raka benar - benar hany rekan kerja dan masalah tayangan itu settingan juga bohong itu semua real karena kami langsung ke lokasi kejadian dan sekaligus saya mau kasih informasi juga kalau Fatma itu adalah orang yang licik bahkan dia sendiri yang selama ini melakukan perbudakkan ke saya dan grup lainnya fans lovers Raka sampai bubaran karena apa dia berambisi dalam grup itu apapun itu di bayar pakai uang termasuk menjatuhkan nama baik Raka dan yang menjatuhkan nama baik Raka adalah fansnya sendiri", kata - kata Shafa yang begitu bulat membuat awak media semua diam, dia masuk ke dalam studio dan duduk di kursi sebelah ruangan meeting tidak lama kemudian Shafa melihat Raka mendekatinya dari kejauhan.
"Ramai banget orang di luar" , wajah Raka memperlihatkan ketegangan apa yang di rasakannya dengan keadaan sekarang ini.
"teryata Fatma itu nyebarin berita hoak", jelas singkat Shafa.
"Mereka orang - orang yang cuma mikir soal uang di dunia ini bukan kasih dan sayang, seperti saya tapi mungkin ini pelajaran hidup untuk diri kamu sendiri juga Raka, mereka adalah fans gila harta dan uang, tubuh juga bisa di bayar pakai uang hanya karena kamu adalah orang yang belum menikah tapi saya tahu jodoh itu enggak mudah untuk di dapatkan, Raka sebenarnya jodoh kamu tapi sudah di depan mata, jodoh kamu adalah sahabat saya Dahlia, yang enggak sempurna tapi butuh seseorang yang menyelamatkan hidupnya untuk jadi sempurna dan tanpa sadar kamu melakukan itu sama Dahlia Raka", kata Shafa
"kamu di jatuhkan berkali - kali hanya karena jadi orang terkenal tapi sebenarnya bukan karena jadi orang terkenal tapi karena belum menikah dan itu jadi fitnah di mana - mana dan saya paham sebenarnya hal itu yang dari awal Juga kamu pikirkan", kata Shafa.
"kalau emang semua ini karena memang takdir aku juga untuk tetap bekerja keras aku tetap jalani dan hadapinya, dan masalah cinta terus - terang saya sendiri merasa rumit untuk saya pilih Shafa", pada akhirnya Raka mengakui isi hatinya sendiri pada Shafa.
"tapi saya tahu di dalam hati kamu ada sebuah pilihan kamu jatuh cinta kan sama Aisyah", sahut Shafa kemudian.
"Mr Raka apa benar anda sudah tidur berdua dengan Miss Shafa", pertanyaan lancang seorang awak media yang begitu lugas membuat Raka melotot dan berdiri menatap wajahnya.
"Anda jangan bicara sembarangan yah", ancam Raka.
"saya enggak bicara sembarangan tapi saya cuma bertanya dan apa benar ini cuma gosip yang bilang semua ini adalah Miss Fatma", katanya kemudian.
rasanya ini sekali Raka menghabisi bulat - bulat perempuan itu.
dengan kalap hari itu juga Raka datang ke apartemen Fatma dia menggebrak pintu kamar Fatma dan Fatma melotot tidak menyangka siapa yang datang ke sana.
"Sekali lagi kamu melakukan ini saya akan laporkan ke polisi Malaysia kamu mau hidup saya hancur sebenarnya apa yang mau kamu dari saya dasar perempuan enggak tahu diri", !!! bentak Raka.
"bangsatttttttttt", kata - kata makian keluar dari mulut Raka begitu saja sambil dia menunjuk ke arah wajah Fatma.
"justru kamu yang b*****t Raka enak saja kamu bubarkan fans admin Rania yang sudah berdiri lama hanya karena perempuan yang bernama Dahlia lagian Raka kenapa kami melakukan kegilaan ini sama kamu karena kamu tampan dan belum menikah", pengakuan hati seorang iblis dari mulut Fatma membuat emosi Raka semakin meledak.
"prakkkk"
dia menampar wajah Fatma hingga dia memegang pipinya.
"dasar fans rendahan", guman Raka dan meninggalkan apartemen tersebut dengan emosi dia membanting pintu kamar Fatma.