bab 11 Mempertahankan Sebuah Takdir

1576 Kata
air mata Raka menetes dia menangis sambil berjalan kaki apakah mungkin juga ada karma hidup yang juga harus di jalaninya dan Raka pun sadar semua ini adalah Hikmah jika Raka harus mempertahankan sebuah takdir hidup kerja keras sebelum akhirnya menikah untuk kesekian kalinya. ketika dia berada di Time Square Raka bertemu dengan Ayyash seseorang yang punya studio program Tv tersebut dan dia pun mendekati Raka duduk di sebelahnya sambil memberikan wejangan atau nasehat kepadanya. "Raka apapun yang kamu hadapi kamu harus tetap kuat sudah takdirnya seorang laki - laki itu kejar keras dan jangan pernah untuk menyerah untuk ikhtiar hanya atas izin Allah kamu bisa seperti ini kalau kamu mau menikah maka Kamu juga harus kerja keras dulu untuk keluarga kamu kelak", kata Ayyash. Raka hanya diam mendengar kata - kata itu namun dalam waktu bersamaan juga dia mendapat telepon dari Shafa. "Raka kamu sudah sampai di studio", ? tanya Shafa. "saya sudah bersama Ayyash di sini", jawab Raka. Raka mengakhiri telepon dengan Shafa dan Shafa tidak lama kemudian dia sudah terlihat berjalan mendekati Raka dan kemudian duduk dia sebelahnya, Shafa menunduk sebentar dan kemudian dia baru mengajak ngobrol Raka. "Raka saya tahu apa yang membuat kamu merasa rumit, kamu merasa rumit karena kamu berpikir yang sempurna itu lebih baik dan kamu masih berpikir seperti itu kan", tebak Shafa. "dan kamu merasa juga ragu karena sebenarnya berkali - kali kamu di perlihatkan kalau Dahlia adalah jodoh kamu yang sebenarnya bukan Aisyah pahala hati kamu memilih Aisyah", Shafa menyambungkan kata - katanya. Raka hanya diam dan entah kenapa justru malah dia jadi berbicara dengan kata hatinya sendiri. "Ya Allah apakah ada yang salah dalam pilihan hidup aku hingga rasanya begitu rumit aku kadang terkadang terkesan menentang takdir Allah sebagai laki - laki yang memang bukan hanya memikirkan soal menikah tapi juga soal kerja keras apakah itu yang ada pada diri aku Ya Allah aku mohon petunjukMu Ya Allah dari semua apa yang aku jalani dalam hidup ini berikan aku sebuah penerang dari semua ini Ya Allah" "Raka aku kenal Dahlia dan aku juga Aisyah dan aku sama Dahlia adalah orang yang sama - sama juga menentang jalan yang di tempuh sama Rania", kata Shafa kemudian sambil dia juga berguman sendiri. "Raka", Ayyash memanggil Raka dari kejauhan dia juga menatap ke arah Shafa sambil mengayunkan tangannya masuk ke dalam ruangan meeting di dalam kantor studio program tv tersebut. Raka dan Shafa mengikuti dirinya dan di dalam sana sudah ada beberapa orang yang duduk di kursinya masing - masing salah satunya adalah zikri dan Zainul dan juga Ghufron serta Hafizah. Raka duduk di Shafa dan kemudian tidak lama kemudian Zainul yang mulai memberikan pernyataannya lebih dulu. "Kami tetap mempertahankan program tapi untuk sementara waktu buat cari amannya saja di hentikkan dulu" kata Zainul Raka hanya diam mendengar tetapi pandangan matanya sedikit melirik ke arah Shafa dia sudah membaca apa yang tersirat di hati Raka. setelah meeting itu selesai sudah Shafa juga menduganya kalau Raka mau menemui Dahlia dia pergi ke arah apartemen Dahlia dan ketika Raka sedang berjalan dengan perasaan galau tiba - tiba saja di hadapannya ada Aisyah mata mereka saling bertemu dan entah kenapa Raka sejenak membuang muka pada Aisyah. "Rezeki yang sudah di rencanakan oleh Allah tapi kadang malah kamu mengelak jadi seperti ini masalahnya kamu enggak sadar jadi seorang suami sendiri harus kerja keras dan kamu juga enggak sadar yang berhak orang kamu cintai adalah orang yang kamu sempurnakan hidupnya untuk di terima kekurangannya", !! tiba - Tiba saja juga Aisyah menyentak keras membuat mental Raka rasanya seperti di banting ke tanah. Shafa memang mengikuti langkah kaki Raka dari tadi di belakang Raka dan dia berhenti sejenak berdiri di belakang mereka berdua yang sedang berdebat. "Aisyah dari awal aku emang jatuh cinta sama kamu tapi Kamu malah buat cinta aku bertepuk sebelah tangan karena kamu merasa aku enggak berhak untuk jatuh cinta sama kamu di banding Dahlia dan kamu mau aku agar memilih Dahlia apakah dengan semudah itu aku sendiri buat memilih", balas Raka keras. "Aku di kecewakan sama kamu enggak masalah asalkan kamu mau kasih aku kesempatan kedua", kata Raka kemudian tapi mendengar kata itu Aisyah malah berlalu meninggalkan tempat dia bertemu dengan Aisyah dan Raka menjatuhkan dirinya sambil duduk kemudian dia menutup wajahnya dengan telapak tangan sambil menangis. Shafa yang melihat itu dia langsung mendekati Raka dan duduk bersimpuh di depannya sambil memberikan nasehat kepadanya. "Insya Allah kalau kamu enggak terlalu fokus dengan ego kamu soal nikah karir kamu enggak akan terhambat karena manusia membutuhkan dua - duanya", nasehat Shafa. "Karir aku juga sudah di jatuhkan berkali - kali sama orang lain", adu Raka pada sambil meneteskan air mata. "Kamu sadar enggak takdir kamu juga dari awal ke Malayasia itu buat jadi penyanyi dan itu karena rencana Allah, buat apa juga kalau emang kamu nikah juga karena gengsi enggak usah mikirin komentar orang lain mereka orang yang cuma sok tahu sama kehidupan orang lain padahal kehidupan kamu sendiri yang jalani dan soal jodoh juga sebenarnya Allah sudah kasih yaitu Dahlia dia sekarang sudah pakai jilbab dan jadi mualaf juga menjalankan perintah Allah tapi kamu enggak yang syukuri apa yang Allah yang sudah kasih buat kamu Raka", tegas Shafa. "Sebenarnya aku merasa selisih pendapat sama mas Yudi kakakku itu mentang - mentang dia udah nikah di umur 30 tahun dia remehin aku adiknya sendiri yang belum nikah dan mas Yudi kadang bully aku hanya karena itu dia nantang aku kalau emang aku bisa cari jodoh pulang dari Malaysia bawa istri yang Sholehah dan pakai jilbab juga ibadahnya rajin", akhirnya Raka mengakui apa yang tersimpan di hatinya slama ini. "Mas Yudi kamu adalah orang yang sombong mungkin istrinya orang kaya", komentar Shafa belum sempat Raka menanggapi komentar Shafa dia sudah menerima w******p dari Dahlia dan Raka membacanya. "Raka asalamualaikum aku tunggu yah di nasi briyani sekarang di Bukit Merah", kata Dahlia. "Walaikumsalam Dahlia yah aku kesana sekarang", jawab Raka. akhirnya dia melanjutkan perjalanannya dengan MRT Raka menuju ke Bukit Merah dan di salah satu tempat makan pinggir jalan Raka sudah melihat Dahlia di sana dia nampak mengenakan jilbab warna pink dan kemeja warna putih tapi ada motif pink di tangannya dan Raka langsung duduk di depannya. "Raka aku sudah tahu masalah program Tv itu dan lagi - lagi itu fitnah dari Rania dan mungkin ini hikmah dari semuanya kalau emang kamu juga harus kerja keras. "Rania emang mungkin jatuh cinta sama kamu tapi jatuh cinta karena uang dan aku tahu alasan itu makanya mengumpulkan orang untuk jadi fans kamu dan aku tahu mereka semua busuknya Raka yang bukan cuma Rania aja tapi juga Fatma karena aku sempat enggak sengaja juga buat terjebak di dalamnya karena di paksa oleh mereka waktu bikin berita gosip tentang kalau kamu itu tidur bersama fansnya, Raka mereka itu hanya orang yang tergila - gila juga sama paras manusia tapi mereka enggak peduli soal hati, aku keluar dari lubang hitam itu apapun itu resikonya aku tempuh tapi aku juga mau kamu mempertahankan takdir apa yang Allah sudah berikan jalurnya selama ini kamu terlalu minder dengan omongan orang lain tapi enggak seharusnya kamu begitu kalau emang kamu mau menunjukkan pulang dari Malaysia menjadi orang yang baik sama kakak kamu bukan karena kamu nikah dan bukan karena kamu juga itu siapa tapi kamu jadi orang yang mensyukuri apa yang Allah sudah berikan sama kamu, jangan pernah berharap dengan manusia berharap sama Allah", nasehat Dahlia panjang lebar. "Aku tahu kamu itu punya kriteria seorang perempuan yang bukan seperti aku tapi Aisyah karena agama aku yang masih cetek tapi tanpa sadar kamu sendiri yang sudah menuntun aku untuk jadi lebih baik Raka", air mata Dahlia menetes dan Raka menatap tajam wajahnya. "bantu aku caranya agar bisa memilih hati kamu Dahlia", sahut Raka dan kemudian menghembuskan nafasnya dari mulut. Setelah pertemuannya dengan Dahlia dan setelah program Tv-nya di hentikkan sementara apa yang di lakukan Raka sementara waktu itu dia terus dan menerus memuji Allah agar meminta pertolongan agar semuanya dapat di berikan jalan keluarnya. Cobaan itu datangnya dari Allah maka Allah itu sendiri juga yang bisa menghapus cobaan itu sendiri, apa yang di pikirkan oleh Raka bukan hanya di jatuhkan berkali - kali karirnya tapi juga tentang pilihan hidup yang rumit untuknya, entah kenapa Raka seperti seorang yang justru di dera bimbang dirinya sendiri. Satu tangannya sedang memegang Hp dalam genggaman dan dia mulai menelepon Hafiz seseorang yang di percaya sudah untuk jadi teman curhatnya selama ini. "halo asalamualaikum Hafiz", sapa Raka. "Walaikumsalam Raka gimana jadinya yang masalah itu program Tv itu yah untuk sementara waktu kamu bisa enggak mau bikin konten YouTube lagi seperti dulu karena menyanyi itu juga adalah kelebihan kamu yang enggak boleh hilang gitu saja", saran Hafiz. "Saya mau ketemu sama kamu sekarang di Bukit Merah di KFC", kata Raka mengakhiri pembicaraan dengan Hafiz. Langkah kaki membawa Raka menuju ke arah tempat dia bertemu dengan Hafiz dan menceritakan semua apa yang di rasakannya juga. Di dalam MRT mata Raka menerawang ke arah jendela di depannya dan di depannya juga ada tiga orang perempuan yang memerhatikan dirinya apakah ini tanda memang Raka harus mempertahankan sebuah takdir, takdir kalau memang selain menikah sebagai laki - laki juga harus kerja keras. perempuan tiga orang itu memerhatikan karena apapun yang jadi cobaan besar Raka saat ini dia sudah terlanjur punya fans dan namanya juga sudah besar walau Raka hatinya ingin mengubur dirinya sendiri dalam karirnya tetaplah mata yang tertuju kepadanya adalah orang yang terlanjur juga mengenal nama besarnya sebagai orang indonesia yang jadi penyanyi di Malaysia.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN