Di dalam MRT itu Raka mengeluarkan Hp dari dalam tas kecilnya yang di bawanya kemana - mana dan mulai untuk menelepon Hafiz.
nada suara Raka terdengar dia sedang galau yang berat menguasai jiwanya Hafiz yang mengangkat teleponnya dia juga bertanya karena perhatian dan menghargai apa yang di rasakan oleh Raka, Hafiz sudah tahu masalah ini semua karena itu dia juga ingin mengajak Raka bertemu dengannya di Bukit Merah.
"Halo asalamualaikum", sapa Raka.
"Walaikumsalam Raka kamu lagi di mana ini", ? tanya Hafiz.
"Saya lagi di dalam MRT mungkin sebentar lagi sampai di tujuan jadi kita ketemu di mana saya benar - benar lagi galau banget Hafiz", adu Raka dengan yang apa di rasakan oleh isi hatinya sekarang ini.
"Saya paham nanti kita bahas di KFC yah", kata Hafiz mengakhiri pembicaraan dengan Raka.
Raka sebenarnya menyadari sebagian dari apa yang di pikirkan soal menikah itu adalah yang salah karena untuk apa juga karena gengsi tapi sebenarnya kenapa Raka berpikir begitu dia sudah muak dengan apa yang di alaminya selama ini.
Yang mencibir dirinya karena belum menikah bukan hanya Mas Yudi tapi raka sudah muak dengan sahabat waktu kuliahnya yang mentang - mentang sudah menikah dia sudah seolah hidup dengan dunianya sendiri dan egonya sendiri bernama Yani
Benar - benar Yani adalah orang yang angkuh dan hanya menghubungi kalau ada perlunya saja dengan Raka kalau tidak perlu dia tidak akan menghubungi apakah selama ini Raka sudah menjadi boneka bagi mereka yang sudah menikah tapi bertingkah sombong sudah puas dengan kehidupannya sendiri dan tidak butuh orang lain lagi padahal suami - suami mereka kerja juga membutuhkan orang lain yah termasuk Yani itu sendiri.
Perlakuan Yani begitu memuakkan membuat Raka rasanya ingin muntah kalau mengingat hal itu semua dalam bayang matanya.
Waktu itu ketika baru lulus kuliah Raka ingin menceritakan kegalauan hatinya sebenarnya selama ini Raka bukan orang yang benar - benar tidak punya pasangan tapi dia pernah menjalin cinta dengan seseorang di masa lalu ketika dia masih kuliah namun orang itu mengkhianati dirinya bernama Hani.
Selama perjalanan di bangku kuliah hubungan Raka dengan Hani baik - baik saja tapi Hani termakan hasutan Lutfi yang sengaja mau memecah belah hubungan mereka agar dia bisa mendapat Hani padahal Raka yang di fitnah tapi
kenapa dengan bodoh Hani percaya begitu saja
padahal juga lutfi yang menaruh uang 500 ribu di dompet Raka dan itu uang Hani namun dia membuat cerita kalau Raka yang mencurinya dan selama ini berhubungan dengan Hani hanya karena Hani anak orang kaya dan Raka ingin m******t uangnya.
Mentang - mentang Raka orang tidak punya seenaknya orang yang berada membuat fitnah begitu dan rasa itu ingin di curahkan kepada Yani tapi apa respon dari Yani.
"sebentar yah aku baru jadi nyonya besar Mas Agung ini bantuin usahane mas Agung nek mau curhat nanti yah wajar aja orang punya suami itu sibuk makanya cari istri dong", kata - kata itu begitu rasanya merendahkan harga diri Raka dan ketika Yani menghubungi hanya karena ada perlunya egonya sendiri wajar saja Raka mengamuk di sini Raka bukan boneka pajangan yang kalau tidak perlu di lihat tidak akan di lihat juga.
Yani si orang k*****t kasarnya begitu tidak akan mau mendengarkan apa - apa dari Raka kecuali kalau dia yang hubungi kalau ada perlunya nanti dengan alasan sibuk.
Dan hal itu yang membuat tiap Raka jadinya ada masalah sulit apakah mas Yudi sebenarnya adalah teman curhat yang baik tidak sepenuhnya.
kadang malah Raka kebanyakkan tidak terima dengan komentar Mas Yudi tapi anehnya kenapa justru Mas Yudi kadang kala tidak berhenti mengoceh dan malah menambah emosi Raka dasar seorang kakak yang aneh !
baru belakangan ini saja Mas Yudi agak sedikit mengalah karena mungkin dia tahu kalau Raka orang yang mudah panasan.
"mbok yo wislah mas nek Karo Raka tuh koe ora usah bales - balesan ndas aku mumet ngamuk sini ngamuk sana saling enggak mau kalah yah kalau Raka enggak suka ocehan koe yo diem bae", komentar mbak Dewi pada saat Raka pernah bertengkar dengan Mas Yudi walau kadang kata - kata membuat panas hati Raka tanpa sengaja keluar juga dari mulut Mas Yudi malah kadang mbak Dewi sendiri.
Apa yang di rasakan oleh Raka memang tidak sebanding dengan komentar mereka manusia hanya bisa berbicara tapi untuk ikut terus mengalaminya boro - boro hanya ocehan yang membuat panas hati karena tidak melihat apa yang di alami oleh kita itulah manusia.
Dan itu juga apa yang Raka alami tidak semua orang bisa merasakan apa yang di rasakannya tetapi bukan berarti Raka sendiri karena sudah merasa emosi dengan keadaan pada akhirnya ingin menantang cibiran orang tentang menikah dan pulang bawa istri yang Sholehah kalau hal itu tidak terwujud mereka tetap mencibir juga.
Pada akhirnya Raka sudah tiba tujuan dia langsung masuk ke dalam KFC, matanya mengeliat ke segala penjuru dalam restoran tersebut dan akhirnya dia barulah melihat Hafiz yang duduk di pinggir jendela.
Raka menghampiri dirinya dan kemudian duduk di depannya lalu mencodongkan badannya ke depan.
"Hafiz mungkin sementara waktu saya fokuskan dulu karir saya dan saya mau bikin konten YouTube video clip lagu baru lagi yang saya tulis sendiri dan apapun komentar orang saya tidak peduli kalau baik saya terima dan yang enggak saya buang, Allah sudah benar memberikan saya seperti ini tapi saya yang selama ini menyia - nyiakannya hanya karena minder belum menikah dan punya pasangan hidup bahkan buat memilih juga saya masih ragu, padahal saya sudah matang untuk jadi suami apakah harus saya mencintai seseorang yang saya sempurnakan jiwanya ke jalan Allah", kata Raka tiba - tiba saja keluar dari mulutnya.
"Selama ini orang yang kamu tuntun adalah Dahlia bukan Aisyah dan itu sudah jadi jawaban Allah untuk siapa yang kamu pilih", komentar singkat Hafiz.
Hafiz berdiri sejenak dan menghadap ke arah karyawan yang melayani pesanan makanan dan kemudian dia berbicara padanya.
"dua paha chicken sama rice yah dan minumnya fanta", kata Hafiz dan kemudian dia kembali ke kursinya untuk mengajak bicara Raka.
"Tiap manusia ada karmanya masing - masing dan saya tahu akan juga hidayahnya untuk itu semua, kamu enggak perlu memikirkan karma manusia itu apa karena sudah Allah yang mengaturnya", kata Hafiz
"Saya tahu ocehan enggak penting orang lain emang bikin emosi tapi yang paling utama dalam hidup adalah gimana caranya melanjutkan kehidupan bukan memikirkan masa lalu apa yang orang lain oceh ke kita, dan syukuri apa yang sudah Allah berikan juga", Hafiz menambahkan kata - katanya lagi.
Makanan yang di pesan akhirnya sudah siap karyawan sudah memanggilnya untuk mengambilnya dan kemudian Hafiz mengambilnya.
Raka meminum dulu minumannya dan kemudian memakan pesanannya, dia mengigit ayamnya dan memasukkannya juga ke dalam mulut bersamaan dengan nasinya.
"Kalau begitu kapan kita syuting YouTube", ? tidak biasanya Raka menjadi menggebu untuk mengeluarkan kata - kata tersebut.
"Mulai nanti malam juga bisa Raka nanti saya hubungi yang penting kamu siapin puisi untuk lirik lagunya", sahut Hafiz.
"Oke kalau begitu" Raka menganggukan kepala.
Sepulangnya dari pertemuan dengan Hafiz Raka langsung menulis puisi dan kemudian mengirimnya kepada Hafiz memulai file pdf yang di kirimnya melalui pesan w******p.
Waktu juga sudah menunjukkan pukul 5 sore setelah sholat Ashar dan setelah sholat Maghrib Raka baru menemui Hafiz tapi dalam perjalanan di tengah - tengahnya entah kenapa dia bertemu kembali dengan Shafa yang sedang menangis juga.
"Raka walau apapun itu saya tetap bertahan dengan tulus kerja sama kamu sebagai asisten pribadi kamu misalkan saya lagi enggak di gaji pun saya enggak masalah", kata Shafa.
"Iyah Shafa dan sekarang temani saya untuk ke studio buat konten YouTube lagi saya sudah ada janji dengan Hafiz", sahut Raka dan kemudian dia terlihat terburu - Buru sedangkan Shafa mengikutinya dari belakang.
Dalam waktu bersamaan juga Shafa menerima pesan w******p dari Dahlia juga Aisyah yang membuat pikirannya sendiri jadi kacau untuk membacanya.