pesan w******p tersebut berbunyi tentang pengakuan hati keduanya juga.
"Shafa di sini kamu adalah orang yang di tengah - tengahnya menurut kamu apakah saya harus mundur dari Raka", kata Aisyah.
"Shafa apakah memang Raka benar - benar memilih saya dengan tulus tapi hatinya untuk Dahlia kalau emang iyah begitu saya ikhlas ilahi taala", timpal Dahlia.
Shafa yang berhenti sejenak karena dari tadi mengejar langkah kaki Raka hampir saja kehilangan jejak dan kemudian dia mengikutinya lagi ingin rasanya di sampaikan perihal w******p tersebut namun sekarang belum waktu yang tepat.
Raka dan Shafa duduk berdua di dalam MRT yang melaju ke arah studio dan satu tangan Raka rupanya mengeluarkan Hp dari dalam tas kecilnya dia menghubungi Aisyah.
Mata Shafa melotot melihat siapa yang di hubungi oleh Raka.
"Asalamualaikum Aisyah kamu boleh tolak saya tapi saya mohon beri kesempatan kedua kalinya kalau emang enggak ada lagi kesempatan tolong kasih tahu saya apa yang harus saya lakukan Aisyah", Nads suara Raka terdengar berat begitu pun Aisyah dari seberang telepon.
"Yang kamu lakukan adalah memilih Dahlia untuk saya", sahut Aisyah.
kata - kata itu membuat Raka terisak dan menangis sedangkan Shafa memberikkan masukkan kepadanya.
Raka mengakhiri pembicaraan dengan Aisyah sepihak dan air matanya menetes, Shafa yang ikut mendengarkan memberikan masukkan kepadanya.
"Siapa yang kamu pilih adalah rencana Allah", kata Shafa sambil juga menundukkan kepalanya.
Laju MRT pada akhirnya tiba di tujuan dan Raka keluar dari pintu lebih dulu kemudian di susul oleh Shafa.
Langkah kakinya yang seperti orang galau membuat Shafa khawatir padanya apalagi Raka hampir saja tanpa sengaja ikut menabrak tiang di depannya tapi Shafa berteriak hingga dia tersadar dan menoleh ke belakang.
"Shafa saya bisa gila karena ini semua astragfirulloh", Raka menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.
"Raka kamu bisa curhat ke saya karena saya tahu enggak semua orang bisa di ajak curhat saya sebagai asisten pribadi kamu tapi juga teman curhat kamu", kata Shafa.
"Iyah saya paham Shafa walau awalnya sebenarnya saya agak sedikit berpikir negatif tentang kamu karena kamu dulu adalah orang anggota fans Rania tapi saya paham sebenarnya di dalam sana juga banyak yang enggak baik mereka ikut di dalamnya adalah orang yang rata - rata cuma mau cari keuntungan untuk ego pribadi tanpa memikirkan perasaan orang lain", kata Raka.
"Karena mereka orang yang gelap mata akan dunia demi sebuah harta Raka termasuk Fatma juga orangnya apalagi Rania bukan hanya dia tapi juga Azizah dan Nur", Shafa menambahkan kata - katanya.
"Mereka sudah pernah masuk ke dalam anggota fans lain yaitu Raka tahu kan Kamila Cahaya yang artis Malaysia itu pernah terkenal di Indonesia dia juga mengalami yang sama kayak kamu Raka dan saya yang sudah warga di sini sudah tahu kayak apa busuknya dan bisa ketemu dengan Rania karena sebenarnya Rania itu adalah enggak lain sepupu Dahlia dan saya teman dekat jauh sebelum masuk ke grup ini sama Dahlia dan Dahlia sama keluarganya sudah putus hubungan dan apa yang di cari Rania sama hal dengan lainnya mereka sebenarnya mau coba untuk bisa jadi artis tanpa instan tapi gagal dan karena yang di cari adalah harta maka jalur sesat apapun di tempuh termasuk menjatuhkan orang lain hanya demi dirinya sendiri yang jadi terkenal kalau di Jakarta ada istilah pansos", kata Shafa panjang lebar.
"Raka terus - terang nikah atau enggak atau emang kamu jadi orang yang besar atau enggak tapi lebih mulia kamu jadi diri kamu sendiri yang ikut kata hati kamu sendiri tapi kalau Allah sudah menggariskan skenario hidup untuk kamu seperti apa yang harus kamu jalani kita hanya manusia biasa enggak melebihi kekuatan Allah Raka dan kalau kamu bisa ikhlas dengan semua yang kamu jalani jadi kamu adalah orang yang mudah bersyukur Raka apapun itu hidup harus tetap berjalan walau pahit apapun rasanya kalau enggak ada cobaan hidup ini enggak indah dan cobaan buat kamu bukan malah berpikir menyalahkan diri kamu sendiri hanya karena omongan enggak penting tapi bertahan dengan prinsip hidup", kata Shafa panjang lebar
"Mereka yang sering ngoceh tentang hidup seseorang adalah orang - orang yang belum tahu rasanya ngalamin seperti kamu Raka", Shafa menambahkan kata - katanya.
"Terima diri kamu sendiri dengan apa yang Allah sudah berikan jalanNya dan kamu juga enggak akan jadi ragu untuk mencintai seseorang juga pada akhirnya karena kamu sudah bisa mencintai diri kamu sendiri juga dengan ikhlas Allah sudah memperlihatkan jodoh kamu tapi kamu yang malah berlari tapi karena dia takdir Allah maka berkali - kali itu juga tetap di dekatkan sama kamu", Shafa menambahkan kata - katanya lagi.
Raka hanya diam dan kemudian dia melanjutkan perjalanannya dengan Shafa ketika sudah berada di studio dia mulai bernyanyi di dalam ruangan untuk rekaman dan lirik yang di buat kali ini lebih selow dari sebelumnya dan Raka jadi teringat puisi pertama yang di buatnya dulu adalah tentang mantan kekasihnya pada saat masih Kuliah di Yogyakarta dan sekarang lebih sendu karena dia harus memilih sebuah hati yang rumit untuk di putuskan begitu saja oleh Raka.
Ketika sudah slesai pada akhirnya Raka meninggalkan studio untuk rekaman dan dia berjalan ke arah tempat makan bersama Shafa di sana tanpa sengaja dia bertemu dengan Aisyah tapi entah bagaimana dalam waktu bersamaan juga di pertemukan oleh Dahlia dan Dahlia yang justru mendekati Raka sedangkan Aisyah berusaha menghindar namun Raka menghalangi jalannya.
"Raka temui Dahlia yang lebih butuh kamu itu dia Raka bukan aku", ! tegas Aisyah.
"Tapi Aisyah aku cuma mau kamu kasih saya kesempatan sekali lagi untuk ini semua", kata Raka dengan suara tersenggal berat.
"Raka saya sudah di jodohkan dengan orang lain", pada akhirnya Aisyah mengakui dirinya dan apa yang di dengar oleh Raka di telinganya rasanya tidak menyangka sama sekali.
"Kamu bohong kan", kata Raka dan Aisyah menggelengkan kepalanya.
Apa yang Raka duga adalah sesuatu yang benar - benar tidak terduga dia benar - benar tidak menyangka yang di maksud oleh Aisyah orang yang di jodohkan olehnya itu adalah Hafiz dan sekarang Aisyah sedang menghubungi Hafiz teryata diam - diam ada rahasia di belakangan Raka dia tidak menyangka kalau Hafiz selama ini sudah tidak jujur padanya.
"Aisyah kamu enggak salah orang kan siapa calon suami kamu", ? tanya Raka dan Aisyah hanya menjawab dengan tenang.
"Sebenarnya selama ini saya memang sudah di jodohkan oleh Hafiz hanya saja selama ini saya belum bisa untuk mencintainya karena saya awalnya jatuh cinta sama kamu Raka tapi teryata saya pikir lagi mungkin Hafiz yang terbaik untuk saya", kata - kata Aisyah begitu membuat remuk jantung Raka apalagi melihat Hafiz yang terbaik teryata datang dan menjelaskan hal yang sama kepada Raka apakah ini semua memang karena salah Raka yang sudah memang selama ini menentang takdir hidupnya sendiri ?
"Raka selama ini saya tahu apa yang di rasakan oleh Aisyah sama kamu dan saya enggak maksud juga buat bohongin kamu Raka tapi saya juga sependapat kalau sebenarnya orang yang berhak kamu cintai itu adalah Dahlia saya hanya mohon kepadaMu bersyukurlah dengan apa yang Allah sudah berikan dan omongan orang itu karena melihat enggak dengan mata juga kepala sendiri apa yang kamu rasakan Raka", nasehat Hafiz.
"Tapi kenapa kamu harus bohongi saya begini apa karena kalian semua juga meremehkan diri saya dengan ocehan sok komentar"!!! tiba - Tiba saja emosi Raka meninggi dan satu tangannya ingin menonjok wajah Hafiz namun dia tetap diam saja dan tenang dan Raka yang melihat itu dia malah menjatuhkan dirinya dengan bersimpuh dan menangis.
"Ya Allah apa yang salah dalam diri aku hingga aku harus mengalami seperti ini Ya Allah kalau emang aku harus mengejar lagi Dahlia aku akan kejar lagi Ya Allah"