Jauh dari Raka, dua gadis itu rupanya sedang berdebat, antara Aisyah dan Dahlia entah kenapa apa yang ada dalam pikiran Dahlia mengapa Aisyah menjadi memojokkan dirinya juga padahal Aisyah sudah sangat kenal Dahlia itu sudah lama, apakah dia lupa ibunya yang kerja di rumahnya justru terawat dengan baik di keluarga Dahlia.
Perdebatan memang terjadi secara baik - baik tapi lain di hati Dahlia dia merasa sakit hati dengan sikap Aisyah yang rasanya seperti menusuk dirinya dari belakang.
Siang itu dengan di temani kebab dan teh tarik mereka mengobrol empat mata.
"Aisyah saya tahu kamu jatuh cinta sama Raka apakah menurut kamu saya serendah itu dan Kamu sendiri lupa dengan diri kamu dan siapa saya", kata Dahlia
"Saya justru terluka dengan fans lovers gila itu dan kamu bukan bela saya padahal kamu tahu hidup saya seperti apa juga, saya sebenarnya bukan orang yang kaya banget tapi mampu merawat ibumu di rumah kami yang sedang kerja, saya tahu kamu kangen dengan ibumu apalah saya menghalangi silahkan bertemu", kata Dahlia panjang lebar.
"Kalau gitu saya mau ke Singapore sebentar untuk ketemu dengan mommy", kata Aisyah.
"Aisyah kamu yang lebih tahu saya seperti apa dan bahkan keluarga saya juga, kenapa karena Rania hubungan baik kita seperti ini", nada suara Dahlia terdengar resah.
"Saya enggak akan menghalangi apapun yang kamu mau dari Raka, saya tahu kalau dia nikah sama kamu itu lebih baik juga, daripada sama saya, memakai jilbab aja saya belum siap tapi saya ada keinginan untuk itu, tapi apa yang saya kerjakan itu benar - benar terpaksa, Aisyah saya minta bantuan untuk keluar dari semua ini, dan kamu tahu Aisyah, Raka bisa bebas dari hukuman karena saya menjelaskan tentang fans lovers gila itu kepada kepolisian, dan alhamdulilah mereka mau dengar saya", cerita Dahlia panjang lebar.
"Kalau saya di suruh oleh Rania, Asyiah tolong bebaskan saya juga dari jeratan ini semua, saya mohon sama kamu", air mata Dahlia menetes dan Asyiah yang sikapnya pernah menyakiti hati Dahlia sekarang memeluknya.
"Aku minta maaf kalau udah salah sangka sama kamu Aisyah", kata Dahlia dan kemudian melepas pelukannya lagi.
"Aku terus - terang sama kamu Aisyah kalau emang jatuh cinta sama Raka, aku enggak akan menghalangi atas dasar apapun itu, Raka lebih baik kamu yang miliki untuk jadi suami kamu daripada aku, dan aku tahu, laki - laki yang sholeh berhak mendapat perempuan yang Sholehah, dan aku paham, lebih baik kamu yang lebih mampu untuk saling melengkapi daripada aku", kata Dahlia lagi.
Di tempat yang berbeda dengan Dahlia serta Aisyah, Raka yang sedang berada di kampungnya dan baru saja menikmati rasa rindu bersama keluarganya dia mendapat telepon dari Aisyah, kata - kata Asyiah adalah pertama kalinya juga Raka dengar dari seberang telepon.
"asalamualaikum Raka, aku paham sebenarnya apa yang kamu cari dalam hidup, bukanlah ketenaran tapi menikah dan di cintai atas jalan Allah oleh seorang istri, tapi kalau ketenaran itu juga sudah jadi jalan hidup kamu juga untuk berkarir sebaiknya di lanjutkan saja Raka, aku mendukung kamu selama kamu di dunia ini, kamu masih ingat Allah, dan di jalan Allah, meskipun kamu jadi artis terkenal tapi kamu enggak pernah ninggalin sholat, tempatMu berserah hanya kepada Allah, gemerlap dunia hanya sesaat, tapi di cinta sejati dalam hidup akan sebuah ikatan pernikahan adalah selamanya aku tahu hal itu, Raka mungkin selama ini kamu mencari istri yang sempurna tapi menurut kamu lebih baik kamu mencintai seseorang yang dengan cinta kamu itu mampu menyelamatkannya dari dunia yang membuatnya terpaksa melakukan pekerjaan yang enggak halal dan karena terpaksa sebab itu kamu bisa paham arti cinta sebenarnya", kata - kata Aisyah membuat Raka merenung dan saat itu Mbak Dewi yang melihat dirinya sedang termenung, masuk ke dalam kamarnya, awalnya dia ingin mengajak Raka bersama Mas Yudi dan Ratih serta Adinda namun melihat keadaan Raka dia mengalihkan sejenak apa yang di inginkannya tersebut.
"Raka, maafin mbak sama Mas Yudi juga yang kadang suka mencibir kamu masalah menikah yah kami tahu menikah itu adalah kewajiban tapi jodoh ada di tangan Allah", kata Mbak Dewi.
air mata Raka menetes dan sekarang emosinya mulai tumpah dia berdiri dan matanya tajam menatap ke arah mbakyunya itu.
"Sekarang mbak sadar tho apa yang mbak lakukan itu udah nyakitin hati aku", suara Raka yang keras membuat Mas Yudi masuk ke dalam kamar Raka.
"Raka koe Nopo tiba - tiba teriak - teriak Karo mbakyumu", tegur Mas Yudi merasa tidak senang dengan sikap Mas Yudi.
"Mas, mengharap aku bawa istri ke rumah, dan menikah dan apakah menikah itu mudah semudah mas dan mbak mencibir keadaan aku tanpa tahu apa yang aku rasakan, aku paham karena masalahnya ibu sekarang sendiri udah enggak ada bapak, tapi yang namanya jodoh enggak semudah mencari kacang goreng, tapi aku bisa buktikan Insya Allah kalau hal itu Allah merestuinya perempuan Malaysia aku bawa ke rumah ini tapi aku tinggal bersamanya", kata Raka.
"Raka mas minta maaf kalau ada salah sama kamu tapi mas percaya kamu pasti bisa untuk semua itu, kita menikah agar terhindar dari fitnah dik", kata Mas Yudi.
Emosi Raka akhirnya mereda dan kemudian dia memeluk Mas Yudi dan Mbak Dewi sambil menangis.
dan kemudian Raka melepaskan pelukannya lagi.
dalam waktu bersamaan Aisyah Mengirim pesan w******p ke Raka.
"Raka tolong angkat teleponnya aku mau bicara", kata Asyiah dan Raka langsung menelepon Aisyah juga saat itu bahkan video call dengannya terlihat Aisyah baru saja istirahat di tempat kerjanya sambil minum es teh tarik.
"Raka aku mau ngomong sama kamu masalah hubungan kita, kamu benar - benar jatuh cinta sama aku dan mau nikah sama aku, pernikahan bukan suatu hal main - main Raka", kata Aisyah.
"Dan cinta itu adalah yang sebenarnya ketika cinta itu adalah cinta yang mau menerima kekurangan pasangannya, orang yang kamu selamatkan hidupnya itu lebih pantas daripada aku, cintailah dia bukan karena sempurna tapi karena kekurangannya, perempuan yang solehah berakhlak mulia itu banyak tapi lebih baik cintai perempuan yang kamu juga tuntun jalannya untuk menjadi gadis yang solehah untuk jadi istri kamu, itu lebih baik", kata Aisyah.
"Raka, aku paham memang sulit untuk memilih ini semua dan ketika kamu nanti sudah kembali ke Malaysia aku mau kamu menentukan pilihan dan mengambil keputusan yang tepat", kata Aisyah.
"Aku sudah rusak di sana Aisyah, rasanya sudah enggak mungkin kembali", kata Raka.
"Raka nama baik yang hancur bisa kembali lagi selama itu masih jadi rezeki kamu, Dahlia sudah menyelamatkan kamu dari apa yang membuat nama baik kamu rusak tapi Raka kita emang berharap bukan sama manusia melainkan Allah, namun apa yang di lakukan Dahlia aku yakin itu adalah ketulusan", kata Aisyah kemudian.
Kenyataannya memang benar, di Malaysia Dahlia rela datang memenuhi panggilan polisi untuk di minta keterangannya sebagai saksi.
dia duduk di depan seseorg yang mengintrogasi dirinya dan Dahlia menjelaskan dengan kejujuran di atas nama Allah dan dengan nama Allah di jalan yang benar juga Dahlia berani melakukan ini semua, dia tidak takut pada Rania untuk kali ini dan justru akan melawan Rania, seseorang yang pernah menolongnya dari hinaan kini dia juga yang menolongnya.
"habis sudah kamu Rania", pikir Dahlia ketika baru saja keluar dari kantor polisi Malaysia.
Bagi Dahlia apa yang di lakukannya adalah keikhlasan jika Raka tidak setuju atas keputusannya Dahlia tidak masalah namun dia melakukan hal ini dengan perasaan tulus untuk mencintai Raka itu sebenarnya yang di rasakannya.
Rania tidak sadar kalau sekarang ini dia menjadi buronan, dia sudah puas dengan gosip yang menyebar dengan viral di semua media tentang Raka bahkan ada wartawan yang mau wawancara akan hal ini, namanya Amira dan Amira adalah wartawan nakal yang dengan mudah bisa di sogok oleh Rania untuk membuat tagline yang di besar - besarkan agar memancing netizen yang menghujat.