Bab 6. Malam Kelabu Di Acara Jumpa Fans

1100 Kata
di awal september Raka yang sudah punya album single perdana mengadakan acara jumpa fans dan di jumpa fans itu banyak masalah yang dalangnya adalah dari Rania melakukan penipuan dengan penonton dengan kecurangan bahkan mengatas namakan Raka dan managernya Raka yang baru Hafiz, di malam itu, Raka memang dari kejauhan dia tanpa sengaja melihat Dahlia bersama Rania namun pandangannya terkecoh dengan orang - orang yang minta foto dan tanda tangan kepadanya. tepat pukul 10 malam, wajah Raka tidak menyangka bahkan ingin berteriak dia juga tahu hukuman berzina di Malaysia adalah cambuk tapi hal yang paling di takuti Raka adalah hukuman selamanya di akhirat, Dahlia entah dia terpaksa karena kembali menjadi boneka Rania, nampak memperlihatkan tubuhnya yang molek di kamar apartemen Raka dan mau merayunya, rasanya benar - benar dia ingin malam ini mengundurkan diri saja menjadi seorang artis, Raka ingin berlari pergi keluar kamarnya tapi Dahlia memegang tangannya kuat, dan kemudian memaksa Raka untuk memeluknya, hal itu diam - diam ada ada seseorang yang memotret mereka dan menyebar luaskan fotonya di media sosial. Habis sudah harga diri Raka, hal itu juga ,,+sudah terdengar oleh pemerintah Malaysia, hancur nama baiknya dan yang tersisa hanyalah sakit hatinya dan yang terluka, amarah meledak kelas Dahlia meskipun dia ragu apakah ini perbuatan Dahlia sepenuhnya yang sudah m*****i harga dirinya bulat - bulat. dengan emosi yang masih memanas Raka pergi ke apartemen Dahlia, mengetuk pintunya dengan sangat keras dan ketika Dahlia membukanya, matanya melotot tajam. "Dahlia kamu benar - benar keterlaluan", kata kata Raka sinis, satu tangan yang mau menampar wajar Dahlia di cegah oleh seseorang yang memeganya dari belakang, Raka membalikkan badan dan matanya terlihat terkejut dia melihat Aisyah di depannya. "Raka aku mau bicara sama kamu berdua", kata Aisyah. Raka mengangguk dan segera bersiap - siap untuk pergi bersama Aisyah, sedangkan Dahlia sambil menutup pintu dia menangis dan histeris dengan emosi. "bangsattttttt kamu Raniaaaaaaaaaaaaa saya enggak Sudi duit kamuuuuuuuuuuuu" , dia berteriak keras di dalam apartemennya ketika Raka dan Aisyah sudah tidak di depan pintunya lagi. nafas Rania terengah - engah hatinya sudah bulat di penuhi nafsu duniawi yang menjadi - jadi dan harus tercapai keinginannya. "Apa yang aku inginkan dari Raka adalah di cintai olehnya dan hanya aku yang boleh memilikinya enggak yang lainnya apapun itu caranya aku yang bisa dapatkan dia, apapun itu aku akan cara agar Raka bisa jadi milikku dan juga uangnya ini kesempatan aku jadi fans Raka dan masuk ke grup fans lovers", katanya dalam hati. Rania menelepon Fatma dan Fatma langsung mengangkatnya. "Fatma emang benar - benar yah tuh penonton bayaran tapi enggak mau duit g****k untung aja dia saya suruh paksa buat melakukan berhubungan badan dengan Raka dan kalau ada gosip soal Raka kita kan posting di Instragram bisa dapat uang", kata Rania. "Dahlia emang enggak bisa jadi orang yang di andalkan", sahut Fatma. "Tapi kita harus gimana caranya biar Dahlia itu nurut sama kita", kata Fatma kemudian. "Oke aku akan cari cara kalau gitu", kata Rania mengakhiri pembicaraan dengan Fatma. Di satu sisi lain di tempat yang berbeda dengan Rania atau Fatma. Raka sedang bersama Aisyah mengobrol di kafe Bukit Merah. "Aisyah aku sudah hancur nama baik sebagai penyanyi tapi ini mungkin ada hikmahnya juga aku akan menikah dengan menjadi orang biasa saja dengan mencintai seseorang yang aku cintai", kata Raka. Baru saja ingin meneruskan kata - katanya ada lima orang seperti orang dari pihak kepolisian Malaysia menghampiri Raka dan Raka langsung menghadapinya. "astragfirulloh saya itu di fitnah Sir", kata Raka. "bisa di jelaskan di kantor polisi karena hukuman zina di sini adalah cambuk", jawab salah satu dari mereka. "apapun saya siap saya terima walau ini bukan kesalahan saya, tapi biarlah semua itu hanya Allah yang maha tahu", ! tegas Raka, dia menangis dan rasanya ingin memeluk Aisyah tapi Aisyah belum menjadi muhrimnya. air mata Raka menetes, badannya menjadi lemah. dia menyerahkan diri ke orang - orang itu untuk menerima hukuman cambuk asalkan setelah itu dia bisa tenang hidupnya, hanya itu yang di pikirkan Raka saat ini, hukuman itu sudah di jalaninya meskipun bukan kesalahannya Raka minta maaf, dan Raka terima pasrah atas kenyataan pahit sementara waktu dia belum mendapat panggilan untuk konser, sejenak namanya tenggelam dan penuh hina, berita di mana - mana adalah tentang gosip Raka dan itu yang di harapkan oleh Rania, yang sekarang banyak uang karena sudah membuat semua itu. Adzan subuh berkumandang dan Raka baru saja selesai sholat subuh entah kenapa tubuhnya terasa sangat lemas dan badannya menjadi panas, entah kenapa tiba - tiba saja dia menjadi tidak sadarkan diri, Malik terkejut melihat Raka ambruk di depannya dan langsung membawanya ke rumah sakit. Setibanya di sana, dokter mengatakan itu akibat luka parah bekas cambuknya yang menjadi infeksi dan harus di obati dengan intensif. Raka yang terbaring di ranjang kamar pasien dia menggenggam tangan Hafiz managernya dan menangis, dan rasanya dia ingin menangis ketika juga mendengar dia besok sudah boleh pulang ke apartemennya. "Hafiz, dokter Ahmad bilang besok saya pulang ke apartemen karena sudah baik - baik saja tapi bagi saya belum baik - baik saya, bukan soal karir saya yang sudah hancur tapi saya lebih baik pulang kampung dan menikah menjadi orang biasa saja, mungkin itu lebih baik daripada jadi artis saya menderita", kata Raka. "Management kenapa masih pertahankan saya" , ? suara Raka terdengar lirih karena perasaan hatinya yang benar - benar sedang terluka akan tindakan Rania. "Raka kami management artis masih mempertahankan nama baikmu bukan karena kamu sudah terkenal tapi karena akhlak kamu yang tetap baik walau apapun yang terjadi dalam hidup kamu Raka, sebaiknya tetaplah berjalan, cobaan bukan membuat kita berhenti melangkah tapi justru tetap melangkah tapi kalau kamu kangen sama keluarga kamu di desa silahkan pulang kampung tapi tetap kembali kepada kami yah, yang penting kamu jadi artis yang di jalan Allah", kata Hafiz. Pada akhirnya Raka kembali sejenak ke kampungnya di Jawa Tengah di Tegal, dan ketika berada di kampung entah kenapa kerinduan yang di alaminya bukanlah pada Malaysia, bukanlah pada ketenaran ketika berada di puncak karir melainkan pada Aisyah, namun di satu sisi lain dia juga terbayang wajah Dahlia, entah siapa yang sebenarnya seharusnya di cintai oleh Raka. Sedangkan Mas Yudi tidak habis terus dan menerus membahas tentang menikah kepadanya, dua pilihan yang membuatnya sulit tapi seseorang yang justru menyelamatkan dirinya ketika terluka juga memang bukanlah Aisyah melainkan Dahlia dia menjadi saksi di antara polisi Malaysia tentang apa yang di alaminya oleh fans lovers Raka termasuk Rania. Di satu sisi lain dendam membara terhadap sikap Rania namun Dahlia tidak mau menjadikan juga Raka alat untuk balas dendamnya tetapi Aisyah salah sangka kepadanya, karena dia tahu diam - diam Dahlia sebenarnya juga jatuh cinta kepada Raka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN