Bab 5. Sesuatu Yang Tak Di Harapkan

2208 Kata
sesuatu yang di harapkannya adalah menikah dan hanya itu sebenarnya sebuah impian yang ingin di wujudkan olehnya, dan perasaannya entah kenapa tertuju kepada Aisyah, selama ini yang di cari adalah perempuan sholeh yang lembut bak istri Rasulullah SAW meski kesempurnaan istri Rasullah SAW tidak mudah di miliki juga oleh perempuan di jaman modern seperti ini, Aisyah yang sempurna bayangannya menari di mata Raka, dia nampak cantik dan sederhana dengan menutup auratnya juga namun entah kenapa bayangan perempuan yang membuka auratnya yang di selamatkan olehnya itu juga menari di mata, jadi ini rasanya cinta dan ketika harus memilih juga siapa yang lebih baik, kalau memang itu yang Raka harus jalani maka Raka akan ikhlas menentukan Pilihan satu ini daripada harus menjalani sesuatu yang tidak di harapkannya, menjadi seorang artis keimanan Raka yang kuat harus tergoda jutaan kali dengan fans lovers perempuan yang kebanyakkan juga mengalahkan obsesi di Banding berserah kepada Allah, ya Allah kalau pun harus menjadi artis tapi arti di jalan lurus dan tidak akan membuat sesat orang lain yang memandangnya dan membuat mereka terjerumus ke dalam lembah hitam, teryata menjadi seorang yang kuat iman tidak mudah apalagi di posisi yang belum menikah seperti ini. Raka mendapat pesan w******p dari Malik, sesuatu yang menghancurkan lamunannya sejenak ketika baru saja sampai di apartemennya dan merebahkan sejenak tubuhnya. "Asalamualaikum", sapa Malik. "Walaikumsalam", balas Raka. "nanti sehabis Maghrib saya tunggu di tempat makan Nasi Briyani yah kita mau bahas tentang jumpa fans awal bulan depan kamu", kata Malik. "Oke saya akan siap - siap", kata Raka, mengakhiri percakapan di pesan w******p. air mata Raka Sekali lagi ingin menetes inikah cobaan berat sebagai seorang artis jika di puja maka belum tentu orang itu karena jalan Allah obsesi terhadap manusia justru malah menimbulkan musrik juga karena pada akhirnya seperti menduakan Allah, artis juga manusia juga yang semuanya berawal dari nol juga, juga punya hati yang sama dengan manusia lainnya dan tidak pantas menjadi boneka fansnya hanya karena parasnya seperti apa yang di alami oleh Raka Sekarang ini. Dia menatap dirinya di cermin meja rias dan kata hatinya berkata. "Ya Allah aku enggak tahu harus menceritakan dengan siapa tapi apa yang aku rasakan ini sebenarnya sudah terlalu membuat aku tertekan dengan perasaanku sendiri" Raka yang sedang galau rasanya ingin mencurahkan isi hatinya dengan Hamid teman se apartemen dengannya yang kamarnya berada di depannya. Raka mengetuk kamar Hamid dan nampak Hamid baru saja selesai sholat dan membuka pintunya. "Awak ada masalah", wajah Hamid memerhatikan Raka yang terlihat tidak b*******h bahkan terlihat dia habis menangis walau laki.- laki. "Rasanya entah kenapa saya enggak tahan lagi jadi artis kalau harus berperang dengan keimanan kepada Allah", ? Raka tidak mampu lagi untuk menahan apa yang di rasakannya itu. "awak masuk dulu ke kamar biar lebih tenang", sahut Hamid. "Saya tahu kamu stress dengan keadaan kamu jadi artis baru karena kamu punya fans orang - orang yang lupa pada Allah, orang - orang yang mencintai seseorang tapi bukan karena di jalan Allah, sebagai idola mereka yang baik, kamu harus bisa menuntun mereka ke jalan yang benar, mungkin ini adalah jalan Allah untuk kamu bisa menyadarkan orang - orang yang lupa kepada sang pencipta kalau mereka bisa jadi fans yang baik dan di jalan Allah maka kamu akan menjadi seorang artis yang dapat pahala yang besar dari Allah", nasehat Hamid. "Allah sudah menuntun langkah kamu menjadi artis di antara mereka yang justru ingin menjerumuskan kamu dengan memanfaatkan ketenaran kamu tapi saya yakin, kamu bisa menghadapinya dengan menuntun mereka ke jalan yang benar, maka pahala akan berlimpah kepada diri kamu sendiri, jangan pernah menyangkal takdir, karena takdir sudah di gariskan untuk manusianya masing - masing dari Allah", Hamid menambahkan kata - katanya. Raka mengangguk dan dia meninggalkan kamar Hamid lalu juga meninggalkan apartemen tersebut, untuk bertemu dengan Malik, di tempat makan nasi briyani. Pikiran Raka semakin kusut namun dia tetap fokus melangkah menuju ke dalam basement stasiun MRT, Raka duduk di tempat duduk yang menghadap ke arah tempat pemberhentian dan tujuannya saat ini adalah tempat makan nasi briyani di Bukit Merah. ketika MRT itu tiba akhirnya Raka masuk ke dalamnya dan dia bertemu kembali dengan perempuan yang di selamatkan olehnya. perempuan itu juga duduk persis di sebelah Raka dan Raka rasanya ingin menegurnya namun dia merasa kikuk, entah kenapa tiba - tiba saja juga justru malah timbul perasaan negatif kepadanya hanya karena melihat dirinya tidak pakai jilbab. "maaf seharusnya perempuan itu mampu menutup auratnya apalagi di depan laki - laki yang belum jadi muhrimnya", kata Raka. "awak pikir pakai jilbab itu mudah, terserah yah awak mau anggap saya ini perempuan gila tapi saya bukan fans gila awak yang terlalu terobsesi sampai berani melakukan hal yang dilarang oleh Allah, memanfaatkan orang lain dengan kecurangan, awak sadar, awak artis yang terkenal tapi di curangi sama fansnya demi keuntungan mereka sendiri tapi saya enggak seperti mereka bahkan najis kalau saya di paksa melakukan hal yang saya enggak mau, saya bukan alat mereka dan boneka mereka", kata perempuan itu dengan nada suara emosi. "maksud saya, apa saya berpikir juga begitu ke kamu", Raka menanggapi sabar sikapnya yang sedang meledak emosinya itu. "Dahlia", Dahlia nama perempuan itu dan dia memperkenalkan dirinya. "Saya tahu kamu sebenarnya merasa tertekan dengan keartisan kamu sekarang ini", kata Dahlia kemudian. "Dan kamu butuh pendengar akan semua itu, sebenarnya saya juga sama dan itu yang di rasakan juga sama saya, semua kawan saya itu orang - orang yang fake, kenyatannya mereka enggak peduli dengan saya dan hanya mementingkan diri sendiri, kita memang gak berhak ikut campur masalah hidup orang lain bahkan sampai segitunya", kata Dahlia lagi. "Dan semua itu yang saya rasakan selama ini saya enggak tahu harus gimana lagi, harus mau cerita dengan siapa, dengan hidup yang saya jalani sekarang ini dengan menjadi b***k orang - orang sesat seperti fans kamu itu", mata Dahlia melotot ke arah Raka tapi bukan karena kebencian terhadap Raka melainkan kebencian terhadap hidupnya sendiri. "Dan rasanya aku belum pantas menutup auratku", kata Dahlia kemudian. "Keinginan seseorang kadang bukan menjadi sesuatu yang di harapkan tapi sesuatu yang tidak di harapkan kalau yang di harapkan enggak sesuai bayangan hidup pasti akan kecewa, karena itu semua mimpi lebih baik berserah kepada Allah, enggak semua apa yang mau harus terwujud dan aku hanya mengharap dalam hidup punya pasangan hidup aku untuk menikah itu lebih baik kalau harus jadi artis tapi yang menjerumuskan orang lain begini", kata Raka panjang lebar. "nikah, jadi orang yang biasa saja lebih bahagia daripada yang seperti ini, tapi mendapat pasangan itu enggak mudah, aku juga hanya mau mencintai seseorang itu juga karena Allah bukan karena obsesi", kata Raka lagi. "Aku tahu kamu pasti punya kriteria perempuan itu pasti yang sempurna dan menutup auratnya, akhlaknya juga baik bukan seperti aku yang terpaksa menjerumuskan orang lain dan itu adalah artis terkenal hanya karena uang, aku juga rela kalau harus di penjara karena ini semua, aku terpaksa jadi boneka fans gila kamu itu juga Raka", kata Dahlia tidak mampu lagi menahan emosinya. "Jadi emang siapa yang selama ini nyetir kamu Rania", ? tebak Raka. "yah benar Dajjal perempuan itu dan aku tahu aibnya gimana bisa aku bongkar ke publik biar dia punya malu", entah kenapa pikiran Raka menjadi tertuju kepada Aisyah dia seperti merasa juga ada sesuatu yang mengganjal di hatinya tentang Aisyah kedekatannya dengan Aisyah membuat Raka menyalahkan dirinya namun kesempurnaan Aisyah selalu membuat Raka tidak henti memikirkan tentang dia seperti orang yang sudah di mabuk oleh cinta pandangan pertama tapi Raka masih ragu akan perasaannya sendiri, apakah Aisyah benar - benar jodohnya di satu sisi lain ada gadis lain yang bisa saja lebih membutuhkan perhatiannya daripada Aisyah. bahkan diri sendiri Raka juga adalah orang yang sama dengan Dahlia, dan bukan Aisyah entah kenapa namun perasaaan yang terus menghantui isi hati dan pikiran Raka adalah ke Aisyah dan semakin hari, semakin seperti Raka sudah jatuh cinta kepada Aisyah bukan Dahlia perasaan Raka semakin bimbang entah kenapa dengan pilihan yang semakin rumit rasanya dalam hatinya entah kenapa menjadi semakin resah dan galau tidak menentu. Perasaan tersebut semakin menghantui pikiran Raka, dalam waktu bersamaan juga Raka mendapat kiriman w******p dari Malik, dan entah kenapa dia merasa ini waktunya untuk menceritakan apa yang di rasakannya pada Malik malam ini. "Asalamualaikum", sapa Malik. "Walaikumsalam", balas Raka. "besok jam 10 pagi di tunggu di studio musik yah buat ttd fans", kata Malik. "yah oke", balas Raka. Raka menaruh Hp di meja tempat lampu tidur di sebelahnya dan kemudian dia pergi ke arah kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan kemudian dia mulai melakukan sholat Isya. "Ya Allah aku mohon dengan segala kebesaranMu kalau aku hanya butuh perlindungan dariMu Ya Allah, aku hanya ingin di berikan jalan terbaik dari apa yang engkau pilih meskipun juga melalui usaha aku juga ya Allah dan di berikan petunjuk dari semua masalah yang aku lalui semua ini" air mata Raka menetes di atas sajadah mengadu semua apa yang di rasakannya itu di atas sajadahnya kepada Allah. Rasa kantuk mulai menyerang dan kemudian dan aku langsung menarik selimut, dan kemudian sedikit membesarkan volume AC jadi 23 karena udara di luar sedang panas baru tertidur. suara adzan subuh kembali membangunkan dan Raka kembali mengambil air wudhu lalu melakukan sholat subuh dan setelah selesai sholat subuh dia kembali memanjatkan doa dengan linangan air mata. "Ya Allah apa yang aku lakukan dalam hidup aku hanya menjalani sesuai apa yang di berikan Allah kepadaku, dan aku hanya menyerahkan semua apa yang aku rasakan itu denganMu Ya Allah, aku berserah dengan semua apa yang aku lakukan dalam hidup begitu pun dengan cobaan yang aku hadapi semua ini juga Ya Allah, kalau aku butuh cinta, aku hanya butuh cinta yang emang mencintaiku apa adanya tapi aku tidak pernah menuntut kesempurnaan dalam hidup, harapanku hanya satu, aku hanya ingin menikah dan punya istri yang bisa ku bagi perasaan yang terlalu pekat aku rasakan sendiri" slesai sholat Raka merapikan sajadah dan melepas sarungnya, tidak lama kemudian dia juga mendapat telepon dari Malik "halo asalamualaikum Raka enggak tahu kenapa yah tiba - tiba selesai sholat pengen telepon awak saya", ? kata Malik. "Walaikumsalam mungkin karena saya sebenarnya lagi pengen curhat sama kamu, menurut kamu Aisyah itu orang yang kayak gimana yah terkadang kita jatuh cinta itu melihat kesempurnaan seseorang tapi justru yang di dapat adalah sebaliknya karena kesempurnaan hanya milik Allah, terus - terang saya juga merasa tekanan batin dengan fans apalagi dengan Rania saya tahu busuknya Rania gimana Bahkan saya menyelamatkan perempuan dari jeratan Rania, karena saya tahu apa yang mau di lakukannya, Malik apakah jadi artis itu dengan Banyak fans perempuan adalah salah, apalagi mereka bukan orang yang berada di jalan Allah bagi saya cinta yang hanya rasa cintanya di serahkan kepada Allah adalah rasa cinta yang tulus dan ikhlas bukan semu dan hanya memiliki buat sekejap, saya mau di cintai seseorang itu karena Allah bukan karena obsesi, kalau emang Mereka suka kepada saya, cukup rasa itu sekedarnya karena saya manusia biasa saya bukan Tuhan, saya enggak patut di sembah, aku enggak mau jadi artis yang justru menjerumuskan orang lain ke dalam dosa", air mata Raka semakin tumpah dari bola matanya dan menetes di pipinya. "Seorang penyanyi dan publik figur apa salahnya justru mencontohkan orang lain itu untuk berbuat kebaikan, tapi apa yang aku lakukan justru di salah gunakan untuk kesesatan, saya enggak sanggup dengan ini semua, lebih baik saya undur diri management artis dan menikah dengan menjadi seorang suami untuk istri yang Sholehah dan yang saya cari dalam hidup adalah pasangan hidup bukan materi yang sesaat", kata Raka dengan suara terisak. "Raka seorang publik figur adalah orang yang harus imannya kuat, kalau kamu jadi artis atau publik figur yang tetap di jalan Allah, maka jaga keimanan kamu, mereka yang mendorong kamu untuk berbuat sesat nanti akan menjauh sendiri karena kamu tetap berdiri di iman yang kuat serahkan semuanya pada Allah, maka Allah yang akan berikan jalanNya", kata Malik. "Malik tapi aku juga bukan boneka yang di jadikan alat untuk keuntungan diri sendiri dengan fans gila itu Malik, aku mencari uang dengan cara yang halal maka jalannya juga kalau butuh perantara adalah yang sama, saya enggak mau jadi artis yang akhirnya hanya masuk ke api neraka", kata Raka lagi. "Demi Allah saya mau berbuat kebaikan dengan keihklasan", kata Raka lagi. "jaga diri kamu itu sudah cukup oh yah by the way gini nanti jam 10 kamu rekaman untuk lagu single album kamu sendiri, kalau bisa nulis puisi sekalian berarti kamu penciptanya", kata Malik. "Saya coba tulis puisi dulu sekarang", Raka mengakhiri pembicaraanya dengan Malik. Raka mulai membuka laptopnya dan mulai menulis puisi untuk single album perdana setelah selesai dia menyimpannya ke dalam flashdisk. Entah kenapa perasaannya tiba - tiba saja ingin menelepon Aisyah dan secara kebetulan pada akhirnya Aisyah mengangkat telepon Raka. "Asalamualaikum Aisyah kamu berangkat kerja jam berapa", ? tanya Raka. "Walaikumsalam nanti jam 10 kenapa Raka", ? tanya Aisyah. "Kamu mau temani aku ke tempat untuk print jilid halaman, aku mau print puisi untuk lagu", Jawab Raka. "Aku temani sekarang yah mumpung aku belum berangkat kerja", ! seru Aisyah. mungkin memang sebenarnya yang di rasakan jatuh cinta Raka itu kepada Aisyah, dia merasa menggebu - gebu, perasaan senang bertemu Aisyah tetapi di satu sisi lain pikirannya tetap kalut dengan Dahlia, entah kenapa dia justru merasa resah dengan perempuan satu itu. tetapi Raka tetap melanjutkan kedekatannya dengan Aisyah sampai pada akhirnya di awal bulan September
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN