fans lovers Raka yang semakin banyak justru membuatnya menangis dan merintih karena perlakuan dari mereka semua yang sebenarnya orang di luar sana tidak tahu tidak sepantasnya di terima oleh Raka salah satunya seseorang perempuan bernama Rania, apa yang di lakukan Rania hanyalah untuk mencari keuntungan dari Rania saja dan bukan hanya itu saja Rania sering menipu orang lain dengan mengatas namakan Raka sehingga nama baik Raka sering di hujat oleh orang - orang yang di sebut hatters.
Tangisan hati Raka tidak ada yang mendengar dan yang tahu hanyalah seseorang yang kebetulan di temuinya menjadi penonton konser tunggal Raka.
perempuan itu juga terlihat seperti seseorang yang juga banyak tekanan hidup. dia duduk sendiri di kafe yang tidak jauh dari tempat konser Raka menikmati kopinya namun sambil menangis, dan nampaknya dia juga seorang keturunan tionghoa.
"Kamu kenapa enggak pakai jilbab seperti perempuan di sini", ? tanya Raka dan duduk di depannya.
"are you muslim", ? tanyanya kemudian dia mendongakkan wajah dan menatap bulat - bulat wajah Raka.
"yah saya muslim", jawab Raka.
entah kenapa perempuan itu seperti merasa terus gelisah dan tidak menentu dan dari sorot matanya dia terlihat sangat berat akan sesuatu yang di simpan dalam hatinya.
"Saya dari Singapore dan ke Malaysia karena saya juga di terima menjadi penyanyi di rekaman studio di sini dan orang yang membawa saya ke sini bernama Malik dia orang punya studio rekaman tersebut dan punya apartemen juga", ceritanya singkat.
"Saya kenal baik dengan Malik", kata Raka.
"Jadi awak teman Malik", ? dia terkejut mendengar kata - kata barusan saja tadi.
"Saya besok mau ke studio rekaman itu pagi 10 tapi rasanya saya mau banyak tahu dulu dengan orang yang berpengalaman seperti awak karena saya pikir apakah pada akhirnya punya fans itu kebahagiaan, kesuksesan itu bukan kebahagiaan karena kebahagiaan bagi saya adalah orang yang bisa menciptakan bahagia dalam hidup di diri ini sendiri", kata perempuan itu.
"Saya datang dari Singapore sampai harus meninggalkan rumah dan orang tua dengan hasil yang belum tentu pasti", ocehnya tanpa Jedah kepada Raka hingga sampai Raka rasanya pusing mendengarkannya namun mendengar kata - kata darinya berangkat dari Singapore ke Malaysia entah kenapa rasanya ingin bertanya sesuatu kepadanya.
"Kamu di Singapore tinggal di mana memang dan orang tua kamu juga di sana, emang kalau boleh tahu apakah orang di sana banyak terima pembantu dari Indonesia", ? tanya Raka.
"Dari Indonesia saya punya orang kerja di rumah mengurus rumah dan lansia sudah lama juga kerja dengan saya bahkan dia juga sudah berkeluarga tapi anaknya katanya sekarang ini ada di sini dan dia juga punya suami orang Malaysia", katanya panjang lebar.
entah kenapa mendengar kata - kata itu Raka menjadi teringat oleh Aisyah sudah berapa kali ini dia belum bertemu lagi dengan Aisyah dan rasanya Raka ingin mengirim pesan w******p kepada Aisyah.
"Asalamualaikum", sapa Raka.
"Walaikumsalam", balas Aisyah meskipun sudah mengutak - utik hp tapi mata Raka mencari tahu kemana perginya perempuan itu
dia seperti berjalan ke arah sebuah toko dan tiba - tiba saja
"fack you", !!!!!!! Raka terkejut mendengar suaranya berteriak dari jauh, buru - buru Raka menghampirinya, perempuan itu menampar salah satu fans Raka dan rupanya dia mengenalnya.
"Rania", Raka bergumam kecil, dia menonton dari kejauhan bukan bermaksud tidak mau melerai tapi tidak menyangka kalau teryata perempuan itu mengenal Rania si fans yang obsesinya membuatnya lupa pada Allah hanya karena ketampanan Raka di mata Rania tapi juga orang yang mau mencari untung dari ketenaran Raka.
pikiran Raka mulai melayang ke arah yang macam - macam kepada perempuan itu entah kenapa dia menjadi curiga yang tidak - tidak hubungannya dengan si fans gila itu apalagi Raka mendengar Rania meminta uang kepada perempuan itu sebagai penonton bayaran namun yang ada justru perseteruan di antara mereka.
"Dasar cinaaaa", !!! hujatan Rania kepadanya membuat emosinya semakin bertubi - tubi rasnya di rendahkan dan membuat.
"prakkkkkkk"
tamparan keras melesat di pipinya.
"jangan awak sekali - kali sebut saya dengan hal itu apapun itu saya juga manusia walau cina sekalipun dan jangan mentang - mentang saya orang muslim tapi saya cina, saya emang cina tapi saya punya harga diri", !!! bentaknya keras.
"Ohhh jadi mau apa ke sini ke Malaysia emang benar mau jadi penyanyi di sini banyak penyanyi berkualitas di banding kamu apalagi kamu seorang yang muslim tapi belum bisa menjalani sebagai mana mestinya, orang tak punya tujuan hidup itu awak", kata - kata hinaan Rania membuat dia menangis karena emosi dan sakit hati.
Hal ini membuat Raka pada akhirnya membelanya karena dia juga tahu kebusukkan Rania si fans gila Raka itu.
"Rania cukup saya juga tahu busuknya kamu dan kawan - kawan kamu sebagai fans saya yang hanya mau duit bukan ketulusann", !! bentak Raka keras.
"Kamu tahu artis itu juga manusia dan harus di perlakukan layaknya sebagai mana yang pantas bukan seperti orang yang cuma di jadikan alat, saya bukan benda kesayangan kamu", kata Raka tajam.
"Dan saya bukan boneka yang jadikan alat sebagian bahan obsesi dan hanya di manfaatkan saja", tegas Raka, mata Rania merasa resah mendengar kata - kata Raka dan dia langsung tanpa suara meninggalkan tempat tersebut namun dengan keadaan emosi.
Raka hanya menggelengkan kepalanya, bagi Raka sendiri menjadi seorang yang terkenal adalah karena jalan Allah, bagi Raka sendiri tidak berharap juga dirinya menjadi artis hanya orang yang beriman kuat di mata Allah dan tetap di jalan yang lurus, rezeki juga tidak akan kemana pernah mana - mana, seorang yang akhirnya mau tidak mau berangkat dari Tegal ke Malaysia dan sekarang sudah di kenal di Malaysia punya single perdana sebagai, penyanyi dan juga konser tunggal apakah kebahagiaan, bagi Raka kebahagiaan adalah menjadi orang yang mampu menciptakan kebahagiaan itu sendiri dalam dirinya yaitu menikah agar terhindar dari fitnah, cibiran dan pandangan sebelah mata orang lain, tuduhan yang bukan - bukan, prasangka yang tidak benar karena juga faktor usia, bisa orang mengira dia seorang homo yang tidak punya nafsu terhadap lawan jenisnya.
Baru saja Raka membalikkan badan tiba - tiba saja Hp dari dalam tasnya berdering dan ketika Raka mengangkatnya dia melihat dia layar Hp tertulis nama Mas Yudi, rupanya yang menelepon itu adalah Mas Yudi.
"Asalamualaikum dik piye kabarmu wis enek calon bojone", ? tanya Mas Yudi.
"Mas pikir emang nyari kacang goreng opo Yo gampang gitu, orang nikah juga butuh modal selanjutnya rumah tangga emang enak juga apa kadang ada enggaknya juga, emang rumah tangga di pikirnya apakah bisa enak gitu apalagi aku tho laki - laki jd kepala rumah tangga banyak tanggung jawabnya, mau umur berapa aja kalau belum jodohnya enggak bakal juga ada mas jodoh itu ada di tangan Allah juga", kata Raka Panjang lebar dia merasa sebal dengan sikap Yudi yang kadang meremehkan adiknya hanya karena masih lajang.
"Yah maksud mas kamu cepat - cepat nikah tho daripada nanti di kira orang homo", celetuk Yudi.
"kalau dekat Ama wedok udah punya istri di kira ganggu istri orang juga, carilah pasangan yang Sholehah dan menutup auratnya, dan hanya membuka auratnya di depan suaminya", pesan Mas Yudi.
"inggih mas, oh yah pengen ngobrol dong sama Mbak Dewi juga", kata Raka kemudian.
Dan Yudi menyampaikan teleponnnya pada Mbak Dewi.
"piye kabare kamu jaga kesehatan yah di sana ", pesan Mbak Dewi
"inggih mbak", kata Raka mengangguk dan kemudian dia mengakhiri pembicaraan, Raka memutar badannya dan berjalan ke arah stasiun MRT dan ketika berada di dalam basement stasiun MRT dia bertemu kembali dengan Aisyah dan Aisyah nampak sedang duduk, kedua tangannya memegang selembaran berkas data - data, Raka melirik di sana ada tulisan di terima kerja sebagai karyawan di kantor penerbit sebagai editor cover.
"Jadi sekarang kamu udah kerja", ? tanya Raka.
"alhamdulilah sebagai editor cover lagian juga waktu kuliah aku juga ambil desain grafis di universitas Kuala Lumpur, lha awak gimana, boleh tahu pendidikannya apa", ? Aisyah menanggapi cerdas Awal obrolan lebih akrab Raka kepadanya.
"Sebenarnya dari dulu aku hobi nyanyi tapi enggak tahu kenapa aku merasa enggak suka di puji terlalu tinggi pujian takut membuat aku takut lupa pada Allah karena duniawi yang sementara ini, padahal aku lulusan dari seni musik di Isi Yogyakarta walau orang Desa, tapi ilmu itu enggak kenal status derajat manusia sama aja di mata Allah tetapi Allah memberikan ilmu untuk di gunakan sebaik mungkin Aku lahir di Tegal dan kembali di Tegal dan itu nama tempatku di Jawa Tengah dan aku enggak nyangka bisa sampai di sini tapi rasanya menjadi terkenal bukanlah sebuah kebahagiaan dalam hidup punya fans belum tentu menyenangkan", kata Raka panjang lebar.
"namanya fans orang itu adalah orang yang punya obsesi yang salah, memuja manusia seolah menduakan Allah kasihan artisnya tanpa sadar kalau di jalan yang benar di sesatkan oleh Allah dan aku bukan orang yang karena menjadi terkenal pada akhirnya aku menjerumuskan orang lain menjadi sesat, aku enggak menjadi iblis untuk orang lain", kata Raka menceritakan isi hatinya.
"Tapi kamu memilih untuk jadi penyanyi itu adalah pilihanmu yah sudah begini saja kamu sholat Tahajud agar kamu di berikan petunjuk dari kegelisahan hati kamu Raka", saran Aisyah.
di tempat Yang berbeda dengan Raka dan Aisyah, apa yang di lakukan Rania si fans gila yang hanya mengejar materi itu sudah buta akan kesesatan dunia hanya karena obsesi.
gadis berambut pendek itu masuk ke dalam apartemennya dan.
"brakkkkk"
Rania menjebak pintu dengan emosi dan kemudian dia menelepon teman yang di anggapnya adalah orang yang bisa di suruh olehnya bahkan mau nurut perintahnya bernama Fatma.
"Fat, Itz crazy si penonton bayaran itu mulai menolak lagi uang yang saya mau kasih ke dia dasar sok suci padahal masalah agama baru pencarian jati diri, munafik", kata Rania tajam.
"Saya mau jadi kaya dengan numpang tenar dari ketenaran juga dari Raka wiryawan artis baru itu, tapi dia tak bisa ku hasut dengan mudah", kata Rania lagi.
"lha jadi gimana uang saya kalau nanti ada jumpa fans sama dari Raka aku mau uang lebih dari yang nonton kalau nanti harganya 5 Ringgit bilang saja 6 Ringgit sama penonton sehabis itu Kita yang kaya karena Raka itu artis", sahut Fatma
"Tapi si perempuan itu harusnya Gimana yah biar mau jadi penonton bayar dan kita paksa dia, saya ancam saja keluarganya akan mendapat musibah dan saya tahu siapa keluarganya", kata Rania mengakhiri teleponnya dengan Fatma.
di tempat yang berbeda juga dengan Rania si perempuan yang sempat di sakiti olehnya dan di selamatkan oleh Raka teryata adalah Dahlia Lin majikan Khadijah ibu dari Aisyah, tepatnya anak majikannya yang sedang mencari kerja di Malaysia, dan Khadijah sendiri belum juga mampu mengobati rasa kangen dengan Ridwan dan Aisyah serta Fatimah keluarganya di Malaysia.
gajinya untuk ke Singapore juga masih di tabung, apalagi keluarga Lin Ammar dan Hasanah serta Aqila kakak kandung Dahlia juga bukan orang yang kaya dan uangnya tidak pernah habis juga
meskipun dia punya usaha restoran di Malaysia dan juga buka cabang di Singapore
Dahlia baru saja keluar dari gedung tempat kerjanya untuk mencari makan siang, gadis yang belum mengenakan jilbab itu tapi sudah menganut Islam berjalan menelusuri sepanjang trotoar, rambut panjangnya yang di urai terkena angin dan anak rambutnya hampir menutupi matanya, dia merapikannya, ketika sudah dapat Dahlia duduk di kursi tempat makan nasi briyani dan di sana dia tanpa sengaja melihat brosur yang tersebar kalau sebentar lagi ada acara jumpa fans dengan Raka Wiryawan di awal bulan, melihat ini Dahlia ingin menangis dia tidak mau menjadi b***k lagi Rania yang gila harta itu, dan sebenarnya Dahlia selama ini kalau memang pernah terima uang dari Rania untuk jadi penonton bayaran bahkan di suruh juga untuk membuat berita gosip artis memutar balikkan fakta kejadian yang sebenarnya terjadi dengan membayar wartawan nakal, Dahlia menolak namun Rania adalah orang yang bisa dengan mudah membahayakan keluarganya karena Rania adalah orang yang sebenarnya adalah anak teman rekan kerja Ammar yaitu Azim dan Ammar waktu susah memang pernah di tolong oleh Azim karena itu mereka meminta balas Budi dengan uang juga kepada keluarga Lin namun yang ada mereka justru terlihat ingin menguasai harta keluarga Lin karena itu Rania memperbudak Dahlia untuk jadi penonton bayaran artis, di suruh untuk membuat berita gosip artis yang bisa menjatuhkan nama baik mereka dengan tindak k*******n kepada Dahlia karena Rania juga meremehkan dirinya yang mengaku Islam tapi belum memakai jilbab dan semua itu karena Dahlia merasa belum pantas dirinya untuk menutup auratnya dengan pekerjaan yang di lakukannya sekarang berbuat kecurangan dan merugikan orang lain dan masih merasa berdosa dengan apa yang di lakukannya.
Saat itu Rania menelepon dirinya, Dahlia berusaha menghadapi dengan mengangkat teleponnya.
"Sekali lagi saya bukan boneka kamu", !!! bentak Dahlia keras.
"Awak tak takut yah sama saya, itu ada jumpa fans Raka wiryawan dan saya mau transfer awak uang yah buat bantu kita ngerjain ini semua kumpulin uang dan minta mereka 5 ringgit tapi nanti uangnya itu buat saya semua", kata Rania.
"astragfirulloh", isak Dahlia dan menangis mendengar kata - kata itu.
"kamu juga saya bayar sebagai penonton bayaran terus uang itu buat wartawan juga kalau ada gosip tentang Raka kamu posting di Instragram dan kamu orang saya transfer uang 6 Ringgit oke", Rania mengakhiri pembicaraan tanpa peduli apa yang di rasakan oleh Dahlia dia menangis dan tertegun di sana, tanpa sadar dirinya membuat seseorang datang dan memerhatikan dirinya.
"Dahlia kamu di sini", ? suara perempuan di sebelah kirinya membuatnya menoleh dan teryata itu Aisyah, Dahlia langsung langsung memeluknya sambil menangis.
"Teryata awak di sini", tegur Dahlia.
"saya ke sini karena di terima kerja di penerbit sebagai editor cover", kata Dahlia kemudian.
"Kamu kayak ada masalah dengan artis baru itu yah Raka Wiryawan", tebak Aisyah.
"Biar saya cerita semuanya", kata Dahlia dengan perasaan emosi yang masih meledak - ledak.
"Terus gimana kabar mommyku", ? tanya Aisyah kemudian.
"Dia baik nanti video call yah sama dia bareng - bareng saya tahu kamu kangen banget sama dia udah lama enggak ketemu", jawab Dahlia.
Di tempat yang berbeda dengan Aisyah dan Dahlia juga Rania, Raka rasanya tiba - tiba saja pikirannya terus dan menerus di hantui oleh Aisyah hasrat ingin memiliki mulai menguasai dirinya di satu sisi lain keinginan menikah semakin menggebu di banding menjadi seorang artis