ch.5

518 Kata
pagi itu cahaya mentari menyeruak masuk melalui ventilasi udara, "Emh..." Alena meregangkan tubuhnya, berat.. saat ia memalingkan pandangannya, Hah.. astaga!! dengan cepat Alena turun dari ranjang memunguti pakaiannya. setelah memakai pakaian lengkapnya, sebelum pergi meninggalkan kamar sesaat ia menatap wajah Jimmy yang masih tertidur. "Sudah puas lihat-lihatnya?!" ternyata sejak tadi ia sudah bangun. "Hah.. si.. siapa yang lihat?!" Alena memalingkan wajahnya, wajahnya memerah. "Dasar pembohong.. lihat saja kau memalingkan wajahmu.." Jimmy menatapnya dengan seksama, "Lepaskan pakaianmu.. aku belum puas..!" "Apa?!" ia terkejut mendengarnya. "Apa!!" bentaknya membuat Alena memejamkan mata dan tertunduk, "Berani melawanku?!" lanjutnya. Alena menggeleng dan menuruti semua perkataannya. "Cepat sedikit.. lambat.." tak sabar melihatnya yang begitu lamban mebuka satu persatu kancing baju, Jimmy merobek paksa pakaian Alena. "Kenapa tuan .." . kalimatnya terhenti saat Jimmy menempelkan bibirnya di bibir Alena. sekali lagi, mereka memulai aktifitas pagi ini dengan seuatu yang panas. *** Jimmy mengantarnya pulang kerumah, "Hari ini kau libur saja.. tidak usah kerja.." "Emh.. baiklah.. tuan terimakasih sudah mengantarku pulang.." dalam perjalanan pulang kerumah setelah mengantar Alena, hp nya berdering. "Mommy..?!" gawat.. mommy pasti marah karena semalaman aku tidak pulang.. segera ia menjawab telfon itu, "Hallo mom .." terdengar teriakan diujung telfon itu, "Hallo.. hallo.. sudah tidak mau lagi pulang kerumah? siapa wanita yang berani membuat putraku seperti itu.. cepat bawa kerumah.. mommy ingin melihatnya.." seru Kanaya. "Mommy..." Jimmy menghela nafas, "Tidak ada yang seperti itu.." Kanaya mengehela nafas, memijit pelan keningnya, "Hah.. ya ampun, mau sampai kapan kau hidup membujang?!" "Mommy.. nanti lagi kita bicara.. aku masih menyetir mobil.." *** sesampainya ia dirumah, terdengar langkah kaki kecil yang semakin cepat hingga berlari menghampirinya. "Kakak.... kakak.. kakak..." tutur Lily dengan manja. Jimmy menggendong adik kecilnya, "Tidak sekolah? kenapa?" Lily menggeleng, "Kakak lupa ya.. hari ini sekolah kami libur.." "Hm..." Kanaya dan Rendra keluar dari kamar bersamaan, "Lily.." panggil Kanaya dengan ramah. "Mommy.. lihat.. kakak sudah mulai pikun.. haha.." "Ssst.." telunjuk itu menempel di bibir kecil Lily, "Tidak baik bicara seperti itu, oh ya.. mau ice cream?" "Mau.. mau.." *** Rendra dan Jimmy ada diruang baca, mereka disana bukan untuk membaca buku melainkan membahas hal yang privasi. "Kami akan menjodohkanmu dengan wanita itu.." imbuh Rendra menatap putranya yang bahkan wajahnya itu tak menunjukan ekspresi apapun. "Hm.." Jimmy meletakan foto itu di meja, "Terserah daddy dan mommy saja.." "Bersiaplah.. nanti malam kita akan pergi ke restaurant jam 20.00.." "Hm... aku mau tidur dulu.." malam yang dijanjikanpun tiba kini keluarga Rendra dan Wijaya sudah berkumpul di ruang VVIP. Jimmy sejak tadi hanya bermain gadget, melihatnya seperti itu membuat Kanaya mencubit pinggang putranya, "Jimmy.." bisiknya. "Hm..." masih sibuk bermain gadget. Kanaya memasang wajah senyum yang sudah jelas itu ekpresi yang harus dipaksanya. semetara itu tak jauh dari kursi Jimmy, seorang wanita berparas cantik dan sexy begitu tertarik dengannya. sejauh ini semua pria yang pernah mendekatinya selalu memasang wajah aegyo, sok perhatian, dan sebagainya. tapi malam ini tidak dengan Jimmy, hatinya telah berhasil di curi, Kenapa jantungku berdegub kencang sedari tadi?! dia berbeda dari pria yang biasa kutemui.. tatapannya tak berpaling dari Jimmy, wanita itu tekejut sesaat Jimmy menatapnya dengan dingin, pesonanya sangat luar biasa.. aku harus mendapatkannya dan menjadi menantu di keluarga Xing William..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN