Devan dan Melisa baru saja sampai di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali. Devan dan Melisa berjalan keluar bandara, dan ternyata di depan sudah ada mobil jemputan mereka. Yang akan mengantar ke hotel terdekat dari Bandara, yaitu Hotel AryaDuta Bali. “Selamat datang di Bali, Tuan Devan dan Nyonya—“ pemuda dengan wajah pribumi menatap Melisa dengan bingung. “Melisa,” ujar Melisa seraya mengulas senyum ke arah pemuda yang berlesung pipit itu. “Ah, iya. Nyonya Melisa. Selamat datang di Bali. Semoga Anda senang dan nyaman,” ucap pria itu yang dijawab anggukan oleh Melisa. Sementara, Devan hanya diam dengan raut wajah datar miliknya. Ia hanya memperhatikan interaksi antara Melisa dan Deon. Sopir yang selalu menjemput dan mengatarnya ke mana-mana setiap Devan berada di bali. “Kit

