“Lepaskan tanganmu itu, bodoh! Sakit,” rengek Sarah. “Jangan kamu pikir aku ini wanita lemah yang nggak bisa bertindak di saat wanita seperti kamu berulah, camkan! Aku? Bukan wanita lemah seperti yang kamu pikirkan, jauhi suamiku!” tukas Naura, lalu mendorong tubuh Sarah sampai terhuyung ke lantai. Naura tak mempedulikan lagi wanita tadi, dia langsung masuk ke dalam kamar dan benar saja dugaannya, suami yang membuat dirinya rela bertengkar seperti tadi ternyata ada di dalam, meskipun masih berpakaian lengkap, tetap saja Naura berpikir bahwa Andi sudah melakukan hal seperti itu lagi dengan wanita tadi. Pikiran serta hatinya memang tidak sejalan akhir-akhir ini, Naura mencoba untuk lebih dewasa dalam menghadapi semua yang sedang terjadi dalam rumah tangganya. “Naura?” “Aku tahu, ingatan

