“Silakan, lakukan aja. Aku nggak takut dilakban, karena kedua tanganku lengkap, kedua kakiku lengkap lalu ....” “Lalu semuanya saya ikat pakai kabel listrik, dan dibuang ke dasar laut, biar jadi mermaid sekalian,” cecar Rama berapi-api. “Hah? Ha ha, lucu ih kamu. Terus nanti kalau aku udah jadi mermaid jangan coba-coba memanfaatkan aku, ya ... bikin aku sakit hati supaya nangis nanti kamu jual air mata mutiara nya ke pasar,” cetus Evangelin semakin ngawur. Rama menatapnya dengan tatapan ngeri, benar-benar wanita aneh, sekaligus legend. Tiada duanya di dunia ini, lagipula siapa yang ingin sama dengannya? Rama pun menggeleng sembari fokus kembali pada pekerjaannya. “Aih, kenapa kamu nggak jawab lagi? Hayo ... kehabisan kata-kata, ya? Makanya, aku jangan dilawan, kena mental, kan.” “Hei,

