Chapter 75: The Reason

1001 Kata

“Apa?” Rasanya aneh mendengar nada terkejut dari Niel. Biasanya lelaki itulah yang membuatnya terkejut, tapi yang terjadi sekarang malah sebaliknya. Ace tersenyum tipis, lalu membuka mulut untuk kembali bicara. “Jika kau bertarung untuk menebus kesalahanmu, aku … bertarung demi diriku sendiri. Egois, bukan?” Kalau begitu, Ace sekarang sudah mengerti tentang game ini. Niel bertarung untuk menyelamatkan banyak orang dan mengabaikan perasaan pribadinya. Mungkin itu adalah sifat seorang pahlawan utama dalam sebuah cerita. Seperti kisah aksi heroik seorang pahlawan yang akan berakhir bahagia. Semua orang akan memuja-mujanya dan mengagungkannya. Niel adalah sosok yang seperti itu, sementara Ace berada di sisi yang berkebalikan dengan Niel. Dia hanyalah seorang tokoh egois yang realistis aka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN