“Dua jalan yang sama-sama sulit dipilih adalah jujur tapi menyakiti dan berbohong tapi menambah panjang masalah.” ---- Meski mendapat godaan dari Vera yang mengatakan kalau sebenarnya Vanila masih belum move on dari Evan, gadis itu memilih abai pada perkataan sahabatnya itu. Toh, ia memang benar hanya peduli. Tetapi, tunggu. Bukankah Evan punya keluarga? Tak ada yang meninggalkan lelaki itu. Namun, setiap hari, Vanila selalu menyempatkan diri menjenguk lelaki itu di rumah sakit untuk sekedar jalan-jalan dan memastikan kondisinya semakin membaik. Seperti hari ini, Vanila membawa buah-buahan juga roti yang baru saja keluar panggangan. Senyumnya mengembang saat melihat Evan tak lagi menolak makanan yang disediakan pihak rumah sakit meski wajahnya menunjukkan keterpaksaan. “Kak, gimana?”

