Penjara Bawah Tanah

1513 Kata
Mata Helena membelalak, mulutnya terbuka, kemudian ia tutup kembali dengan cepat. Ia diam terpaku di tempatnya berdiri. ‘Bagaimana bisa Matteo tega melakukan hal seperti ini kepadanya?’ Digelengkannya kepala kepada Daniello yang datang mendekat. Ini adalah masalahnya dengan Matteo, serta kekasihnya. Ia akan menyelesaikannya sendiri. “Tidak mengapa Daniello. Aku akan menerima hukuman ini. Kau dan Matteo bersaudara, sementara aku bukanlah siapa-siapa. Kau tak perlu bersedih atau merasa kasihan kepadaku.” Helena menolak menatap Matteo. Ia berjalan melewati suaminya dengan tangan dipegang erat oleh anak buah layaknya ia seorang penjahat. Hatinya sudah mati rasa luka itu begitu terasa. Ia sudah hancur berkeping-keping. Semangatnya telah dipatahkan Matteo. Dirinya didorong paksa memasuki ruang penjara bawah tanah tersebut. Kening Helena terluka, karena membentur lantai. Dirinya, kemudian ditarik bangun dari terduduknya untuk didudukkan di kursi besi. Kedua tangannya diikat kebelakang membuat ia tidak dapat bergerak bebas. “Apakah sekarang kau bersedia meminta maaf kepada kekasih, Bos kami? Kau tahu ia akan memaafkanmu, asalkan kau melakukannya!” perintah anak buah Matteo. Helena mengangkat kepalanya ia menatap anak buah Matteo dengan dingin. “Aku tidak akan merendahkan diriku dengan meminta maaf kepada simpanan suamiku!” Plak! Plak! Tamparan keras melayang di wajah Helena. Helena tertawa dengan keras. Membuat anak buah Matteo menjadi marah, karena menganggap Helena menertawakannya. “Dasar gila! Pantas saja bos kami tidak menyukaimu,” ejek pria itu. “Aku juga tidak menyukai bosmu itu! Aku tidak peduli apa yang akan kalian semua lakukan kepadaku! Aku tidak akan pernah merendahkan diriku kepada kekasih bosmu itu!” teriak Helena. Matteo berjalan memasuki penjara bawah tanah itu. Ia dapat dengan helas mendengar apa yang dikatakan Helena. Hal itu membuatnya menjadi geram dengan sikap keras kepala Helena. “Jadi kau tidak mau meminta maaf dan menyesali perbuatanmu? Baiklah! Kau memang pantas untuk mendapatkan hukuman ini.” Matteo mengusap bibir Helena yang terluka dan berdarah. Helena mengigit bibirnya untuk menahan ringisan kesakitan. Ia tidak akan berbicara kepada Matteo. Karena kata-katanya tidak akan pernah didengar oleh pria itu. Matteo melepaskan cekauannya di bibir Helena. Kedua tangannya terkepal di samping badan. “Sekarang kau tidak mau bicara kepadaku! Kau benar-benar keterlaluan dan membuatku semakin marah saja!” “Biarkan ia berada dalam gelap! Jangan berikan makanan untuknya sampai besok pagi!” perintah Matteo, sebelum ia berlalu pergi dari tempat itu. Ruangan yang tadinya diterangi cahaya remang-remang berubah menjadi gelap total. Hanya kesunyian dan ruangan yang dingin dirasakan oleh Helena. Pakaiannya yang terbuka membuat Helena menggil, tetapi tidak ada yang bisa ia lakukan untuk membuat dirinya merasa hangat. “Ya, Tuhan! Jangan biarkan aku mati di tempat ini. Biarkan aku merasakan kebebasan,” lirih Helena. Matteo tidak kembali ke teras di mana Susan berada. Ia langsung ke ruang kerjanya. Duduk di balik meja kerjanya Matteo menuangkan anggur ke gelas, lalu menghabiskannya dalam satu tegukan. Ia menuang beberapa gelas kembali. Seakan dengan minuman itu ia dapat melupakan wajah istrinya. Ia benci melihat api di mata Helena yang telah padam. “Kenapa kau mabuk, Capo? Bukankah kau merasa senang sudah merendahkan dan menyakiti istrimu sendiri?” sindir Daniello. Matteo mengangkat kepalanya dari meja kerjanya. Dilemparnya gelas anggur ke arah Daniello, hingga jatuh berkeping-keping ke lantai. Daniello mengangkat kedua tangannya. “Oke, aku mengerti! Aku akan pergi. Aku hanya meminta kepadamu untuk tidak terlalu kejam kepada Helena. Kau tidak ingin ia membencimu, bukan?” Matteo mengeluarkan pistolnya dari balik saku jas. Diacungkannya ke arah Danielllo. “Keluar! Atau aku akan menembakmu!” Begitu Daniello sudah keluar dari ruang kerjanya dan menutup pintu. Matteo menyandarkan kepala pada sandaran kursi. Diangkatnya kedua kaki ke atas meja. ‘Kenapa Helena harus begitu keras kepala dan membuat semuanya menjadi tidak mudah? Kenapa ia tidak meminta maaf saja, hingga ia tidak perlu mendapatkan hukuman,’ gumam Matteo. Dipukulnya meja menggunakan kepalan tangan dengan keras. Ia tidak perlu diingatkan Daniello bagaimana Helena akan sangat membencinya. Akan tetapi, itu semua demi kebaikan Helena. “Matteo Sayang! Apakah kamu baik-baik saja? Aku tahu kamu pasti merasa marah dan kecewa karena istrimu itu. Aku tidak mau kau menjadi marah terlalu lama. Bagaimana, kalau kita pergi jalan-jalan? Itu akan membuat perasaan kita berdua menjadi lebih baik.” Susan memeluk Matteo dari belakang punggung pria itu. Matteo memejamkan mata, ia hanya diam selama beberapa saat tidak langsung menjawab pertanyaan Susan. “Kurasa itu ide yang bagus. Kita berdua memang memerlukannya.” Mendengar persetujuan dari Matteo, Susan berseru kesenangan. Ia meraih kepala Matteo, hingga wajah mereka berhadapan. Diciumnya bibir pria itu dalam ciuman yang mesra. Secara perlahan Matteo mendorong Susan menjauh. “Ayo, kita pergi. Sebelum diriku berubah fikiran.” Keduanya berjalan keluar dari ruang kerja Matteo dan terus keluar rumah. Di mana sopir pribadi, serta pengawal Matteo sudah siap menunggunya. “Kita akan pergi kemana, Matteo?” bisik Susan manja. “Adalah pilihanmu kemana kita akan pergi,” sahut Matteo. Mata Susan berbinar senang. Ia akan mengajak Matteo pergi ke tempat yang jauh. Dan membuatnya melupakan Helena, serta perintah yang ia berikan kepada anak buahnya untuk tidak memmberikan makanan kepada wanita itu. “Aku mau kita pergi ke villamu yang berada di luar kota. Sudah lama kita tidak pergi berlibur ke sana.” Susan menyenderkan pundaknya di bahu Matteo. Pada saat mereka berdua sudah berada dalam mobil. Matteo meremas lembut jemari Susan, tetapi ia tidak bicara. Hati dan pikirannya sibuk membayangkan Helena. Apakah istrinya itu merasakan ketakutan berada dalam kegelapan. Matteo tersentak, ia tersadar kalau penjara bawah tanah itu sangat dingin. Sementara Helena memakai gaun tipis dan terbuka. ‘Sial! Matteo pasti memikirkan wanita itu dan membuatnya menjadi gelisah. Aku harus bisa membuatnya melupakan wanita itu.’ Susan duduk di atas pangkuan Matteo. Ia menggoda pria itu menggunakan bibir dan tangannya. “Matteo, aku hanya mau kamu memikirkan diriku seorang. Akulah yang berada di sini dan hanya aku saja yang boleh kau pikirkan.” Tangan lentik Susan dengan lincahnya membuka kancing kemeja Matteo. Ia menciumi leher pria itu, sementara tangannya bermain-main di d**a Matteo. Satu tangan wanita itu semakin berani menelusup ke balik celana kain yang dipakai Matteo. “Baiklah, Susan! Kau sudah mendapatkan perhatian dariku sepenuhnya.” Matteo balas mencumbu Susan. Hilang sudah bayangan Helena yang menderita. Ia hanya berada di sini bersama dengan kekasihya. Dan mereka akan bersenang-senang. Keduanya sudah melupakan di mana mereka berada. Hanya kesenangan, serta kepuasan pribadi saja yang sekarang ada. *** Helena pingsan tidak hanya karena rasa lapar, tetapi juga kedinginan. Hingga beberapa menit kemudian, Helena tersadar dalam pingsannya. Dengan perutnya yang berbunyi nyaring, serta tenggorokan yang terasa kering. Didongakkannya kepala saat ia mendengar ada suara langkah kaki mendekat. Begitu melihat siapa yang datang mata Helena tersenyum. Akan tetapi, ia tidak dapat mengeluarkan suaranya karena mulutnya telah di tutup dengan kain. “Hai! Maafkan aku datang terlambat. Aku membawakanmu makanan dan air. Kau tidak perlu takut Matteo akan menghukumku. Ia tidak akan melakukannya. Percayalah padaku.” Daniello melepaskan penutup mulut Helena. Dengan suara serak karena haus, Helena berkata, “Tolong, air!” Daniello mengangguk, ia menyodorkan gelas yang dibawanya ke bibir Helena. Begitu dirasanya sudah cukup dijauhkannya gelas itu dari bibir Helena. “Tolong, berikan air itu. Aku masih haus.” Helena memohon kepada Daniello. “Tidak Helena! Kau sudah cukup minum air. Kau harus makan dahulu baru kau dapat minum lagi. Aku akan melepaskan ikatan tanganmu.” Daniello melepas simpul tali yang mengikat Helena. “Ba-bagaimana, kalau Matteo mengetahui kau membantuku? Ia akan membunuhmu dan aku tidak ingin itu terjadi.” Helena menerima piring berisi makanan yang disodorkan Daniello. “Aku sudah memberikan obat tidur kepada penjaga pintu ini. Dan tidak ada seorang pun yang melihatku menyelusup ke sini. Sekarang kau harus cepat menghabiskan makananmu, sebelum salah seorang dari penjaga pintu terbangun.” Daniello memberikan Helena senyuman. Helena balas tersenyum kepada Daniello. “Kau tahu, seandainya saja kaulah pria yang kunikahi aku pasti akan menjadi wanita paling berbahagia di dunia ini. Sayang sekali hatiku yang bodoh dan lemah telah jatuh hati kepada sepupumu yang jahat itu.” Daniello menatap tajam Helena. Ia sama sekali tidak mengira akan mendengar pengakuan dari Helena. “Sepupuku sungguh beruntung dicintai wanita sepertimu. Akan tetapi, ia sudah menyia-nyiakan wanita sebaikmu. Namun, aku merasa ada sesuatu yang besar yang disembunyikannya.” “Aku tidak ingin membicarakan tentang sepupumu lagi. Aku cukup bersyukur memiliki teman yang baik sepertimu. Tadinya aku akan mati kedinginan, serta kelaparan di tempat ini.” Helena menyentuh lembut tangan Daniello. “Aku tidak akan membiarkannya. Kamu harus tahu Matteo memberikan kepadaku peringatan yang sangat tegas untuk menjagamu. Ia juga meminta kepadaku untuk mengajarimu menggunakan senjata. Kau lihat! Betapa Matteo sebenarnyja sangat peduli kepadamu.” Daniello kembali mengikat tangan Helena, setelah wanita itu selesai makan. “Dia mempunyai cara yang aneh dan tidak biasa untuk menunjukkan rasa pedulinya. Dan aku tidak bisa mempercayainya. Terima kasih, untuk makanannya. Sekarang kau harus pergi, sebelum mereka semua melihat kehadiranmu di sini.” Helena memejamkan matanya. Daniello diam mengawasi Helena yang memejamkan matanya. Ia berjalan keluar dari penjara bawah tanah tersebut. “Kenapa kau berani berkhianat kepada Don Matteo, Daniello? Wanita itu sudah memberikan pengaruh buruk kepadamu. Kau harus memilih Daniello, aku mengatakan kepada Don tentang pengkhianatanmu, atau kau setuju kita singkirkan wanita itu untuk selamanya,” seru suara bernada dingin.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN