“Tuan Dariel! Jadi ... Evellyn ini juga istrimu?” Dokter Vivian tercengang saat dirinya mendengar pengakuan dari Dariel. “Ya. Evellyn adalah istri kedua. Dia hanya sekedar untuk memberikan saya keturunan semata,” kata Dariel, “gimana rahimnya? Sehat?” tanya Dariel mendekati Evellyn. Evellyn yang terbaring di atas brankar langsung duduk, memainkan jari tangannya. Ia menatap Dariel dengan tatapan penuh tanda tanya, kenapa Dariel mau mengakui dirinya sebagai istri di depan Dokter Vivian? “Oh gitu! Rahim Evellyn sehat kok Tuan Dariel. Sering-sering tabur benih sebab Evellyn lagi masa subur,” ujar Dokter Vivian. Dariel mengangguk, dia paham dengan ucapan Dokter. Sedangkan Evellyn, dia masih bengong. “Kenapa bengong? Mau di kis?” goda Dariel berbisik. “Dih .... “ Evellyn langsung mengalih

