"Dariel!!" teriak Jasmine di depan pintu Apartemen, "buka!" teriaknya. Alex tidak berani menyusul Jasmine, takut nanti malah Dariel curiga padanya. "Riel, itu suara Jasmine," kata Evellyn membuka matanya, namun Dariel terlihat acuh, dia malah semakin cepat mempercepat temponya, tak peduli dengan suara teriak istri pertamanya. Dariel kembali mengunci mulut Evellyn dengan sebuah kecupan panas, hanya semata agar Evellyn tidak banyak bicara, tidak menyuruhnya berhenti menciptakan sebuah gempa kecil di atas ranjang. 'Apakah aku sudah berhasil membuat Dariel tertarik padaku? Evellyn... jaga hatimu dengan baik, jangan sampai kamu jatuh cinta padanya. Tapi sepertinya, aku sudah mencintainya,' ucap Evellyn dalam hati. Jasmine merasa sakit hati, Dariel mengabaikannya. Jasmine memutuskan untuk p

