Dariel sudah berada di ruang kerjanya, saking buru-burunya karena akan ada meeting sampai membuat Dariel tidak sempat sarapan dulu. Namun, Dariel tidak perlu khawatir sebab Evellyn sudah menyiapakan sarapan, membawa kotak makanan ke kantor. Meskipun sering Dariel buang makanan yang Evellyn bawa, tidak akan mematahkan semangatnya agar makanan tersebut bisa dimakan oleh Boss rasa suami. Di jam sembilan pagi, Dariel baru selesai meeting. Perutnya mulai kerocongan, cacing di dalam perutnya mulai pada demo. Sebelah tangannya mengelus perutnya, sepertinya sudah tidak kuat menahan rasa lapar. “Baiknya aku ke resto terdekat dulu,” gumamnya. Baru saja Dariel berdiri di depan pintu, sosok Evellyn muncul dihadapannya. Evellyn beralasan ke toilet, padahal dia menemui Dariel. Kotak makanan itu Evel

