“Kenapa Tuan Dariel jadi kasar? Apa salahku?” tanya Evellyn duduk di atas ranjang sembari memeluk kedua lututnya. Dariel mencoba meredakan tensi darahnya yang naik. Tidak tega juga harus memperlakukan Evellyn kasar seperti barusan, sampai leher istri rahasianya terluka. “Sejak kapan kamu jadi wanita panggil-an?” tanya Dariel menatap Evellyn dengan tatapan penuh arti. “Maksud Tuan apa?” Evellyn tidak mengerti dengan pertanyaan dari Dariel. “Ah! Mana mungkin kau mau mengakui!” kesal Dariel, “sekarang, kau buka busanamu. Layani saya seperti semalam, saya akan bayar kamu lebih mahal dari Alex!” ucap Dariel, rahangnya kembali terlihat mengeras. “Alex? Siapa Alex? Saya tidak kenal!” “Sudahlah, Evellyn, saya sudah mengetahui kebiasaan hina kamu itu. Maka sekarang kau harus layani saya. Cepa

