“Tidak apa-apa,” jawab Dariel, napasnya terlihat memburu. ‘Ternyata dia memang wanita mu-rahan,’ batin Dariel. Alex tersenyum nakal. “Duluan ya. Soalnya, Evellyn sudah menunggu di tempat bisa,” kata Alex semakin membuat emosi Dariel naik lagi. Dariel hanya bisa mengangguk saja, pertanda kalau dirinya mempersilahkan Alex untuk pergi. Ketika temannya pergi. Lekas, Dariel menghubungi salah satu orang di Mension hanya sekedar untuk menanyakan Evellyn saja. “Tidak ada, Tuan Muda Dariel. Tadi saya melihat Nona Evellyn pergi.” BRAK Lagi, Dariel kembali memukul meja kasar setelah dirinya menutup teleponnya. “Sialan! Hampir saja saya tertipu. Ternyata, dia bukan wanita baik-baik. Saya yakin, setelah ini dia pasti akan mengobral yang bawah sebab sudah tidak perawan lagi dan dia sudah merasaka

