Zafran tak peduli dengan tatapan resepsionis yang menatapnya dengan senyum kecil ketika dia menggendong Lita menuju ke kamarnya. Zafran bisa membaca dengan jelas apa yang ada di kepala resepsionis cantik itu. Si resepsionis pasti beranggapan bahwa Lita adalah perempuannya. Tapi jelas hotel sebesar ini tak akan peduli dengan apapun yang dikerjakan oleh tamunya. Keluar dari lift, Zafran membawa Lita ke kamarnya. Ini lebih baik bagi keselamatan Lita dibandingkan jika Zafran membiarkannya berkeliaran di luaran terlebih di kafe seperti tadi. Dengan keringat mulai terasa, diletakkannya Lita di atas ranjang. Terdengar dengusan dan rintihan halus dari mulut Lita yang matanya masih terpejam dengan kepala yang mungkin terasa berat itu akibat alkohol yang diminumnya tadi. “Dasar perempuan bandel!”

