Setelah merasa tenang, Amira membiarkan Elang membuatkannya teh manis hangat. Cewek itu sibuk membersihkan wajah dan matanya dengan menggunakan sapu tangan yang diberikan oleh Elang. Sudah sekitar lima menit mereka ada di dapur dan Amira takjub Brian tidak mencarinya ke sini. Padahal, Brian termasuk orang yang cepat tanggap dan tajam. Dia pasti menyadari ada sesuatu yang aneh pada dirinya. “Tumben Brian nggak nyamperin gue.” Elang mendengus dan tetap melakukan pekerjaannya menyiapkan teh manis hangat untuk sang pacar. “Lo lebih milih ditemenin sama dia daripada sama gue yang notabene pacar kesayangan lo?” Amira tertawa kecil dan menggeleng. “Bukan gitu maksud gue, Lang. Brian itu kan orangnya cepat tanggap dari dulu. Ada yan

