#32 (1)

1339 Kata

Tidak ada satu pun bintang yang muncul di langit malam ini.             Elang menarik napas panjang dan menggosok kedua tangannya. Dia bisa merasakan wajahnya begitu dingin, pun dengan kedua tangannya yang baru saja dia gosokkan dan kedua kakinya yang hanya beralaskan sandal jepit. Cowok itu mendongak, menatap langit pekat dan meringis ketika mendengar gemuruh petir walau hanya terdengar kecil.             “Jangan lompat dari atas genting rumah gue, ya. Soalnya, gue nggak mau lo jadi arwah penasaran dan memutuskan untuk menghantui rumah gue. Udah cukup banyak penunggu rumah gue soalnya yang tak kasat mata.”             Sempat tersentak sejenak, Elang kini berdecak jengkel dan menoleh. Brian muncul dengan seringaian gelinya dan duduk di atas genting, di sisi Elang.             “Kalau lo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN