Bayu kembali masuk ke dalam ruangannya. Langsung menuju sofa yang terdapat di salah satu sudut ruangan dan menjatuhkan dirinya di sana. Menyandarkan punggung serta merebahkan kepalanya pada sandaran sofa. Pikiran masih melayang entah ke mana, yang jelas ia merasa tidak fokus sekarang. “Ke mana kamu, Ai? Mengapa tiba-tiba menghilang seperti ini? Apa yang salah denganku, sampai kamu pergi menghindariku?” gumamnya pada diri sendiri. Mengira jika gadis itu sengaja pergi karena dirinya. Dan hal itu tentu saja membuat Bayu merasa sangat terpukul. Baru semalam ia merasakan bahagia bisa bersama gadis yang ia sukai itu. Namun kini malah berbanding terbalik, ketika mendapati gadis itu sudah pergi entah ke mana. “Harusnya kamu bilang padaku, apa yang salah dariku? Jangan seperti ini, menghilang ta

