Raldo melangkah masuk. Meski enggan tapi dia sudah berada di sana sekarang. Di kamar Maura yang terkesan mewah dan elegan. Tatapan tajam dari pasang mata Gunawan terus memperhatikannya. Terlihat tidak bersahabat dan kesal kepadanya. Tapi Raldo tidak peduli, ia memilih untuk tidak bertatap mata dengan sang ayah. Langkah kakinya terhenti tepat di samping tempat tidur besar dengan banyak boneka besar yang menghias bagian atasnya. Jelas sekali memperlihatkan jika gadis pemilik kamar itu adalah seorang penyuka boneka. “Bagaimana keadaanmu?” tanya Raldo sambil tetap berdiri dan memperhatikan Maura yang terbaring di atas tempat tidur. Dilihat dari keadaannya, Raldo melihat jika gadis itu terlihat baik-baik saja. Sama sekali tidak terlihat sakit seperti yang Gunawan katakan kepadanya. Entah bagi

