Bayu dan Airin berdiri berhadapan. Desiran angin sore berembus dan menyapa lembut mereka berdua. Keduanya saling diam, saling pandang selama beberapa detik lamanya. Entah mengapa tapi waktu terasa ikut berhenti. Bayu menghela nafas. Dalam hati sedang menyusun kata-kata yang ingin ia ucapkan pada gadis itu. Ini adalah kesempatan yang baik baginya mengungkapkan segala perasaan yang ia miliki untuk gadis itu. Bayu merasa tidak akan ada waktu yang tepat selain saat ini. Jadi apa pun jawaban yang akan gadis itu berikan, Bayu akan menerimanya. “Ai ... ada yang harus aku katakan kepadamu. Sesuatu yang selama ini ingin aku ungkapkan kepadamu,” Bayu mulai membuka mulutnya. Airin terdiam, mendengarkan dengan baik apa yang sedang Bayu coba katakan kepadanya. “Apa itu? Katakan saja, aku akan mend

