Dua hari lagi adalah hari yang penting dalam hidup Raldo. Karena pada saat itu dia akan mempersunting Maura sebagai istrinya yang sah. Detik-detik menuju saat sakral itu terasa sangat lama bagi Maura yang memang menginginkan Raldo untuk menjadi suaminya. Seperti yang sedang ia lakukan sekarang. Sudah hampir satu jam lamanya Maura hanya duduk diam di depan meja riasnya. Wajahnya terlihat tenang, meski sebenarnya saat ini ia sedang menunggu kabar dari seseorang yang membuatnya merasa tidak sabar. Berkali matanya melirik pada benda pipih yang tergeletak di atas meja rias. Ponsel yang sejak tadi hanya berwarna hitam, kini terlihat menyala dan berdering dengan kencang. Dilayarnya tertulis satu nama yang membuat senyuman Maura terkembang. Dengan cepat gadis itu segera meraih benda itu dan meny

