Malu dan juga canggung, mungkin itulah yang Airin rasakan sekarang. Bagaimana tidak, baru kali ini ada orang yang menghinanya dengan sebutan w************n. Ingin marah, tapi Airin tidak dapat melakukannya. Ia tidak ingin Raldo terkena masalah akibat kelakuannya. “Kenapa diam saja? Memang merasa jika selama ini kamu hanya bisa hidup di bawah kaki calon suamiku?” Maura terus saja mengintimidasi gadis itu. Rasanya belum cukup menghinanya seperti tadi. Tentu saja, bagi Maura, seorang Airin adalah sebuah ancaman yang nyata. Karena dari informasi yang ia dapatkan, gadis itu sudah tinggal di apartemen yang ia tempati sekarang selama tiga tahun terakhir. Itu artinya bisa saja Airin dan Raldo sudah berhubungan selama tiga tahun itu. Tebakan yang tepat sekali, meski ia sendiri tidak ingin mendeng

