Berbaikan

1337 Kata

Ibu Laily menutup kembali kotak yang berisi kenangan masa lalu tentang siapa diri Airin sebenarnya. Wanita paruh baya itu teringat kembali ketika Alex memintanya untuk datang ke rumah sakit. Adik angkatnya itu meminta dirinya untuk datang karena ada hal penting yang tidak bisa ia katakan lewat telepon. Ibu Laily menghela nafas panjang. Ketika untuk pertama kalinya ia bertemu dengan Vanya yang kini bernama Airin Yunita itu. “Kak ... dapatkah kakak menjaganya. Dia sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini. Kakak bisa kan menjadikannya bagian dari keluarga kakak?” tanya Alex dengan mimik yang serius. Ibu Laily melirik pada gadis yang masih terbaring di atas brankar rumah sakit. Kedua matanya masih terpejam dengan balutan perban yang melilit kepalanya. Sama sekali tidak memudarkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN