last memoriest

1353 Kata

Sudah hampir tiga jam Alex duduk diam di samping brankar tempat Vanya terbaring belum sadarkan diri. Matanya tak lepas memandang wajah gadis cantik itu. Menghela napas beberapa kali, saat lagi-lagi Alex teringat permintaan terakhir Tuan Raldo kepadanya, memohon dengan sangat agar Alex mau menjaga dan melindungi Vanya, putri semata wayangnya. Ditatapnya wajah gadis yang terdapat beberapa luka dan lecet di wajah serta beberapa anggota tubuhnya itu. Matanya terlihat sendu melihat kondisi Vanya yang terlihat menyedihkan. Bagaimana mungkin ia tadi bisa berpikir untuk menyelamatkan target yang seharusnya ia habisi. Belum pernah terjadi sebelumnya. Alex menunduk, mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangan. “Bagaimana mungkin aku bisa melakukan semua ini!” desisnya pelan. Andai saja ingatannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN