Kebahagiaanku meluap, ketika mengetahui kondisi Mama semakin membaik, dan kini ia sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Namun aku bingung dan tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikan Virza yang telah menempatkan Mama pada kamar yang sangat berkelas ini. Meskipun aku sudah menolaknya, ia tetap bersikeras memberikan ruangan yang terbaik, serta menanggung semua biaya dengan dalih demi kesembuhan Mamaku. Ruangan ini memang sangat nyaman dan berbeda jauh dengan tempat Mama dirawat kala itu. Di sini, aku mendapati sebuah ranjang pasien yang sepertinya tampak lebih lebar dari kamar kelas satu. Selain itu juga, aku melihat ada sofa, lemari baju, lemari pendingin untuk menyimpan makanan atau minuman, televisi layar datar, serta AC yang sejuk. Kamar rumah sakit ini katanya memang yang paling

