Aku dan Ale berada di ruangan yang sama dengan Mama dan Tante Dewi. Mata kami saling beradu untuk sesaat, lantas aku berpaling dari pandangan mereka, dan melirik sosok laki-laki yang berdiri di depanku. “Bagaimana hasilnya?” tanya Tante Dewi. Seketika itu juga, aku langsung berpaling pada Mama yang menatapku dengan bingung. “Maksud Tante, keadaan Arkha dan Mama mertua kamu. Apa keadaan mereka baik-baik saja?” ucapnya gelagapan. “Iya, Le. Bagaimana kondisi Mama kamu dan Arkha? Sayang sekali, Mama belum bisa ikut kalian untuk datang melihat kondisi Arkha,” ujar Mamaku muram. “Mamanya Arkha terlihat lebih sehat, Arkha juga. Jadi Mama tidak perlu khawatir tentang mereka. Aku juga sudah menyampaikan salam Mama untuk mereka.” “Syukurlah, kalau memang kondisinya sudah lebi

