“Kling-kling!” terdengar suara lonceng berbunyi beberapa kali. “Diandra!” samar-samar terdengar suara, “Diandra! Ini pesananmu!” ucap Modi setengah berteriak. Aku berjalan menghampirinya, membungkukkan badan, memperhatikan nampan saji. “Testernya? Mana?” tanyaku. “Haduh! Aku lupa. Bagaimana, ya?” Modi menggaruk tengkuknya. “Apa aku bikinkan lagi sedikit untuk kamu cicip?” gagasnya. “Jangan-jangan! Nanti rasanya bisa saja berbeda dengan yang ini,” sanggahku. “Tunggu sebentar,” ia berlari dan kembali beberapa detik kemudian, “pakai ini saja.” Ia mengambil sedikit spaghetti dengan garpu dan meletakkannya pada piring kecil. Selanjutnya, ia mengambil beberapa sendok green tea dan menuangkannya pada shot glass. “Segini cukup?” “Gila kamu, Mod! Ini namanya korupsi jat

